PERANAN TPI (TEMPAT PELELANGAN IKAN)
UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN LUMPUR
KAB. GRESIK
Karya Tulis Ilmiah
Untuk
LOMBA KREASI DAN KARYA TULIS ILMIAH DI KALANGAN PEMUDA DAN REMAJA (LKKTIPR) 2009
Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik
Oleh:
Tim Peneliti
1.Miftachul Huda (kelas VIII B)
2.Wahyu Prasetyo (kelas VIII B)
3.M. Nizam Mauluddin (kelas VIII A)
SMP NU – 1 GRESIK
JALAN KH. HASYIM ASY’IM ASARI 13-15 GRESIK
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GRESI
2009
HALAMAN PENGESAHAN
Penelitian Ilniah Remaja (KIR)
Judul : Peranan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Lumpur Kec. Gresik
Nama Peneliti :
1.Miftachul Huda (kelas VIII B)
2.Wahyu Prasetyo (kelas VIII B
3.M. Nizam Mauluddin (kelas VIII A)
Bidang Penelitian : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Asal Sekolah : SMP NU – 1 Gresik
Alamat Sekolah : Jl. KH. Hasyim Asy’ari 13 – 15 Gresik
Telepon Sekolah : (031) 3972703
Lama Penelitian : 1 bulan ( 23 Februari s.d. 23 Maret 2009)
Gresik, 20 Februari 2009
Telah disetujui dan disahkan oleh:
Kepala SMP NU – 1 Gresik Guru Pembimbing
Drs. H. Shohibul Umam Mahmudiono, S.Pd.
PERANAN TPI (TEMPAT PELELANGAN IKAN)
UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT
KELURAHAN LUMPUR KEC. GRESIK KAB. GRESIK
ABSTRAK
Kabupaten Gresik adalah kota yang berada di Barat Laut kota Surabaya. Kota yang terkenal dengan julukan kota Santri dan Religi ini, mempunyai ciri budaya dan agama. Di kota ini disemayamkan para wali Allah antara lain, Sunan Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Kota Gresik dikenal Sejak abad ke-XI sebagai tempat perdagangan antar pulau,bahkan antar negara.yang separuh wilayahnya dikelilingi laut, membuat mata pencaharian penduduk sebagai nelayan sehingga dijuluki juga kota maritim. Kondisi geografis inilah yang membuat masyakat memanfaatkan dan mengandalkan laut sebagai tempat mencari keberuntungan. Potensi ekonomi kota kecil ini melalui berbagai bidang, yaitu: bidang industri, pariwisata, telekomunikasi, pertambangan dan bidang kelautan dan perikanan. Bidang Perikanan dan kelautan yang diandalkan oleh masyarakat yang berda di pesisir pantai utara kota Gresik. Sehingga ikan adalah segalanya yang membuat nadi dan perekonomian masyarakat di kelurahan Lumpur dan sekitarnya. Para nelayan dan petani tambak semula menjual ikannya dengan harga yang tidak stabil dan berpihak kepada pembeli bermodal yang besar.Oleh karena TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang dibangun oleh Pemkab Gresik adalah sarana untuk menggeliatkan.perekonomian dari sektor perikanan.
Setiap hari tempat ini menjadi tumpuan penghidupan masyarakat . Tidak sedikit orang yang terlibat aktif maupun tidak dengan tingkat tugas yang berbeda-beda.
Kata kunci: TPI, , maritim, ikan, religius, ekonomi, kelautan, Geografis
KATA PENGANTAR
Puji sykur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidaya-Nya, sehingga kami Tim Peneliti SMP NU – 1 Gresik dapat menyelesaikan penelitian ini.
Kami menyadari bahwa penelitian berjudul ” Peranan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Lumpur Kec. Gresik ” tidak mungkin dapat kami selesaikan tanpa bantuan dari Bapak dan Ibu guru dan pembimbing . Oleh karena itu, kami Tim Peneliti menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs.H. Shohibul Umam, Kepala SMP NU – 1 Gresik yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti lomba Karya Ilmiah ini.
2. Bapak M. Nizar Fanani, SH yang telah memberikan kesempatan dan motivasi yang besar sehingga kami mempunyai semangat untuk melalukan penelitian.
3. Bapak Mahmudiono, S.Pd. yang dengan sabar mengarahkan, membimbing pada kegiatan ekstra KIR dan pada saat eksperimen.
4. Juga kepada Bapak Sumarto, S.Pd., Bapak Muhammad Mahrus, S.Pd. dan Bapa/ Ibu guru SMP NU – 1 Gresik yang lain ikut memberikan motivasi.
5. Ibu Nikmatus Sya’diyah, S.Pd. dan Ibu Andarwati Subiyantari, S.Pd. yang juga membimbing dalam penyusunan ini.
6. Kepada semua pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian Karya Ilmiah ini.
Kami menyadari bahwa Hasil Karya Ilmiah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mohon masukan dan kritikan dan saran dari semua pihak demi perbaikan dalam penulisan Karya Ilmiah yang akan datang.
Peneliti
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Secara geografis Kabupaten Gresik diapit oleh dua wilayah Kabupaten dan satu wilayah kota. Dalam kebijakan perwilayaan Jawa Timur. Kabupaten yang juga disebut kota Pudak ini masuk dalam SWP (Satuan Wilayah Pembangunan) Gerbangkertosusila. Kota kecil ini dengan luas wilayah 1.191,25 kilometer persegi,terletak pada posisi wilayah 112 – 113 Bujur Timur dan 7 – 8 Lintang Selatan.Kota kecil ini secara administrasi terbagi atas 18 kecamatan, 26 kelurahan dan 330 desa dengan jumlah penduduk 1.205.831 jiwaGresik adalah kota yang berada di Barat Laut kota Surabaya. Wilayah kota ini sebagian besar merupakan daratan rendah dengan ketinggian antara 0 – 25 meter di atas permukaan laut (dpl). Kota yang terknal dengan julukan kota Santri dan religi ini, mempunyai ciri budaya dan agama. Di kota ini disemayamkan para wali Allah antar lain, Sunan Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Kota Gresik yang separuh wilayahnya dikelilingi laut membuat mata pencaharian penduduk sebagai nelayan seningga dijuluki juga kota maritim. Kondisi geografis inilah yang membuat masyakat memanfaatkan dan mengandalkan laut sebagai tempat mencari keberuntungan. Ikan adalah segalanya yang membuat nadi dan perekonomian masyarakat Gresik. Oleh karena TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang dibangun oleh Pemkab Gresik adalah sarana untuk menggeliatkan.perekonomian dari sektor perikanan. Pada mulanya para nelayan mensual ikan-ikannya secara tradisional, yaitu mensual dengan cara barter dengan nilai uang tertentu. Kegiatan ini tidak terorganisir dengan baik, kurang efisien dan tidak produktif bahkan tidak berpihak kepada nelayan kecil. Mutuh ikan tidak terjaga sehingga harga ikan cenderung menurun. Dari permasalahan dan kelemahan-kelemahan itulah mulai dipikirkan bagaimana mengupayakan pembenahan secara kualitas sarana dan harga sehingga nelayan layak mendapat hasil yang sesuai dengan kerjanya.
Setiap hari tempat ini menjadi tumpuan perekonomian masyarakat sekitar. Tidak sedikit orang yang terlibat aktif dengan peran dan tugas yang berbeda-beda. Kurang lebih ribuan tenaga yang diserap dalam kegiatan di TPI ini setiap harinya.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belang di atas peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah kegiatan dalam proses pelelangan ikan di TPI?
2. Apakah manfaat TPI bagi secara khusus?
3. Apakah keberadaan TPI dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Lumpur khususnya dan para nelayan dan petani tambak khususnya?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:
1. mengetahui bagaimana proses pelelangan ikan di TPI
2. mengetahui bagaimana manfaat TPI
3. mengetahui peranan TPI dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di kelurahan Lumpur dan sekitarnya.
1.4 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Untuk membuat penelitian ini terstruktur dengan baik serta fokus pada masalah penelitian, maka Tim Peneliti membuat ruang lingkup penelitian dan pembatasan masalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya untuk mengetahui bagaimana kegiatan yang ada di TPI kelurahan Lumpur Kec. Gresik dengan melakan observasi langsung.
2. Penelitian ini hanya untuk mengetahui bagaimana proses pelelangan ikan di TPI kelurahan Lumpur Kec. Gresik melalui pengamatan dan bertanaya kepada pelaku.
3. Penelitian ini hanya untuk mengetahui bagaimana manfaat TPI kelurahan Lumpur Kec. Gresik dengan pengamatan dan wawancara.
4. Penelitian ini hanya untuk mengetahui bagaimana peranan TPI kelurahan Lumpur Kec. Gresik dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di kelurahan Lumpur dan sekitarnya.
melalui pengamatan dan wawancara kepada pelaku langsung.
1.5 Hipotesis Awal Penelitian
Dari pengamatan Tim Peneliti setelah mengamati di tempat dan melihat harapan masyarakat terhadap tempat pelelangan ikan begitu besar, maka peneliti dapat merumuskan hipotesis awal penelitian sebagai berikut:
1. Antusias yang tinggi para pelaku di TPI dlam melakukan pelelangan ikan dengan sistem terbuka.
2. TPI sangat bermanfaat dalam menampung dan menjual ikan nelayan dan petani tambak
3. TPI sangat berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kelurahan Lumpur khususnya dan para nelayan dan petani tambak umumnya.
1.6 Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara atau teknik ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Hasyim, 2007: 1). Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode survey atau sensus (Sumarsono, 2007: 223). Menurut Kelinger dalam (Hasyim, 2007: 1), penelitian survey atau sensus adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga dapat diketahui kecendrungan masyarakat terhadap sesuatu baik secara sosiologis maupun psikologis. Penelitian ini pada umumnya dilakukan dengan mengambil generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam. Tetapi generalisasi yang dilakukan bisa lebih akurat bila digunakan sampel yang representatif artinya sampel yang secara tepat mewakili populasi secara keseluruhan.
Penelitian ini menggunakan desain deskripsional yang mencari data-data melalui pengamatan dan interview atau wawancara dari responden yang terlibat langsung maupun tidak langsung di TPI.
1.7 Tempat dan Waktu Penelitian
1.7.1 Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini adalah: 1) lokasi Tempat Pelelangan Ikan Laut (TPIL), 2) lokasi Tempat Pelelangan Ikan Tambak (TPIT), 3) rumah pedagang dan pengelolah ikan.
1.7.2 Waktu Penelitian
Adapun waktu peleksanaan penelitian yang kami lakukan adalah selama: 1 bulan pada hari-hari setelah jam pelajaran berakhir yaitu: Senin, Selasa dan Rabu.
1.8 Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan desain deskripsional yang mencari data-data melalui pengamatan dan interview atau wawancara dari responden yang terlibat langsung maupun tidak langsung di TPI serta didukung dari referensi yang berkorelasi dengan masalah ini.. Sedangkan intrumen yang kami gunakan adalah berupa format-format atau angket wawancara kepada objek penelitian.
1. Metode observasi, yaitu dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap kegiatan yang ad di lokasi TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di kelurahan Lumpur Kec. Gresik
2. Metode wawancara (interview), yaitu dilakukan dengan cara mengadakan wawancara secara langsung kepada para pelaku yang terlibat dalam kegiatan di TPI di kelurahan Lumpur Kec. Gresik
3. Metode studi pustaka (library research), yaitu berupa kajian literatur yang sesuai dengan penelitian ini yang kami dapatkan baik berupa buku-buku maupun dari sumber internet.
4. Metode dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan data yang telah kami dapatkan baik secara langsung maupun tidak langsung.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Tempat Pelelangan Ikan (TPI)
Pelelangan ikan adalah suatu kegiatan disuatu tempat pelelangan ikan guna mempertemukan antara penjualdan pembelai ikan sehingga terjadi traansaksi harga ikan yang disepakati bersama. Dengan demikian pelelangan ikan adalah salah satu mata rantai tata niaga ikan.
Menurut UU Np. 9/ 1985 tentang perikanan pada pasal 19 menyebutkan bahwa Pemerintah mengatur tata niaga ikan dan melaksanakan pembinaan mutu hasil perikanan. Tujuan pengaturan tata niaga oleh pemerintah agar proses tata niaga ikan berjalan tertib sehingga nelayan sebagai produsen dan pembelai sebagai konsumen sama-sama memperoleh manfaat dan saling menguntungkan.
Salah satu bentuk pengaturan yang telah diatur oleh pemerinta adalah mewajibkan setiap hasil tangkapan ikan agar dilakukan proses pelelangan ikan kecuali ikan-ikan untuk ekspor, ikan-ikan dalam jumlah kecil untuk konsumsi nelayan, ikan-ikan hasil tangkapan untuk penelitian.
Pengaturan ini tercermin di dalam (a) Pemerturan Pemerintah No. 64 Tahun 1957 tetang penyerahan sebagian dari urusan pemerintah pusat di lapangan perikanan laut, kehutanan dan karet rakyat kepada daerah-daerah swantara tingkat 1, (b) Peraturan-peraturan Daerah yang dikeluarkan oleh masing-masing daerah, seperti Perda Gresik Nomor: 13 tahun 2003 tentang Retribusi Penyelenggaraan Pelelangan Ikan, dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor. 4 tahu 2005. Ditegaskan pula dalam Peraturan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gresik Nomor 43 tahun 2006 tentang Rencana Kerja Pemeritah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik tahun 2007 maka prioritas utama pembangunan yang terkait dengan pembagunan kelautan dan perikanan adalah "Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup"
Di sektor kelautan yang merupakan salah satu sektor pembagunan berbasis pada sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan, diharapkan dapat menjadi andalan dalam mendukung perekonomian daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Gresik.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkenaan dengan perikanan, Pemerintah Daerah membangun sarana ini di berbagai tempat seperti TPI Desa Campurrejo Kecamatan Panceng, TPI Desa Tanjung Kec. Ujung Pangkah, TPI desa Lumpur Kec. Gresik, TPI Sangkapura Kec. Sangkapura dan TPI Desa Banyuurip Kec. Panceng.
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) desa Lumpur adalah fokus penelitian kami yang berada di bagian utara wilaya kota Gresik, tepatnya di pantai utara kota Gresik dan dari pelabuhan kurang lebih 150 meter ke arah barat. Diharapkan tempat ini akan dapat mempertahankan harga dan kualitas ikan sebagai andalan masyarakat kota Gresik.
2.1.1 Sejarah TPI
Seperti yang disampaikan sekilas di depan, bahwa Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sudah ada sejak Zaman para wali yang dilanjutkan zaman penjajah Belanda dalam kondisi kerjanaan dalam keadaan yang sangat sederhana. Di Kabupaten Gresik yang separoh wilayahnya berada pada bibir pantai sekitar 140 km yang berada di Pulau Jawa dan Pulau Bawean, maka keberadaan tempat pelelangan ikan pun ada di mana-mana, seperti di Ujung Pangkah, Panceng dan di Lumpur kota Gresik. Mengingat pentingnya tempat ini oleh pemerintah Kabupaten Gresik mulai tahun 1958 dan diperbaiki tahun 1995 sampai sekarang masih melakukan perbaikan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangan dengan mengambil dana dari APBD dan APBN. Sedangkan fokus penelitian oleh Tim adalah pada tempat pelelangan ikan yang berada di kelurahan Lumpur yang dekat dengan SMP NU – 1 Gresik. Tempat pelelangan ini secara geografis berada di paling utara kota Gresik, tepatnya di pantai sebelah barat pelabuhan Gresik dengan jarak kurang lebih 150 meter. Tempat ini kini di jalankan oleh suatu wadah organisasi yang disebut LKML (Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan) di kelurahan Lumpur Kec. Gresik.
Masyarakat sangat senang dan menyambut baik keberadaan tempat pengumpulan ikan ini. Tempat ini berada di wilaya kelurahan Lumpur.
2.1.2 Manfaat TPI
Dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan/ petani ikan melalui pemberian harga ikan yang wajar serta pembeyaran tunai saat transaksi, maka diharapkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan wadah kegiatan pelaksanaan transaksi jual beli secara lelang yang nantinya diharapkan akan dapat melayani segala kebutuhan nelayan antara lain:
1. Penyediaan bahan dan alat perikanan, bahan bakar minyak, saprokan, 9 bahan pokok dan lainnya secara baik.
2. Penyediaan tabungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi musim paceklik dan kebutuhan lain yang sangat mendesak.
Secara konkrit manfaat TPI adalah:
1. Membantu pendataan secara benar volume ikan yang didaratkan, jenis dan harganya yang berguna untuk pengembangan TPI.
2. Sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat nelayan dalam kaitannya dengan kelangsungan dan peningkatan usaha.terhadap kebijasanaan menabung
3. Sebagai sarana pembinaan bagi masyarakat nelayan terhadap kebijaksanaan menabung dan asuransi.
4. Sebagai sumber pendapatan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik.
2.2 Ekonomi Masyarakat Gresik
Sebagai salah satu indikator keberhasilan pembagunan pada subsektor perikanan di Kabupaten Gresik adalah adanya peningkatan perekonomian para nelayan dan petani ikan serta pelaku yang terlihat sejahtera dalam kehidupan bersama keluarga. Salah satu tolak ukur adalah terlihat dari pendapatan yang diterima oleh para nelayan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Asal Ikan
Ikan yang ada di lelang berasal dari dua sumber, yaitu:
3.1.1 Ikan laut
Ikan laut berasal dari laut oleh para nelayan kecil dengan menggunakan perahu tanpa motor dan perahu bermotor sedangkan kapal motor masih sangat relatif kecil. Sedangkan ikan laut yang sering tertangkap antara lain Tongkol, Tengiri, Layang, Kembug, Cumi-cumi, Kakap, Cucut, Manyung, dan ikan Pari.
Tabel: 1
Jenis Ikan dan Volume Penangkapan Ikan di Laut
No JENIS IKAN VOLUME (TON) NILAI(Rp 1.000)
1 Mayung 2.823,88 25.879.751
2 Bambangan 598,20 9.310.920
3 Kerapu 380,89 15.749.235
4 Kakap 294,92 3.885.050
5 Kurisi 193,53 1.212.120
6 Cucut 559,43 2.668.120
7 Pari 585,28 2.471.491
8 Bawal 253,72 7.377.385
9 Layang 1.360,89 9.097.545
10 Belanak 2.035,84 16.502.285
11 Teri 1.957,10 13.402.210
12 Tembang 1.956,04 12.542.785
13 Kembung 1.036,11 7.924.595
14 Tenggiri 1.107,59 13.935.225
15 Layur 1.278,02 10.733.905
16 Tongkol 1.281,95 11.711.440
17 Udang Putih 1.333,19 59.697.138
18 Udang lainnya 1.292,51 12.836.595
19 Cumu-cumi 877,85 12.872.715
20 Lain-lain(Juwi,Bello, Sumbal, Laosan, rajungan,kepiting) 1.247,97 8.735.960
JUMLAH 22.503,97 255.204.693
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
Tabel: 2
Produksi Ikan Hasil Tangkapan dari Laut
No KECAMATAN PRODUKSI (Ton)
1 Panceng 3.204,64
2 Ujungpangkah 2.427,71
3 Sidayu 912,32
4 Bungah 18,01
5 Manyar 7.040,30
6 Gresik 2.190,64
7 Kebomas 54,40
8 Sangkapura 3.654,87
9 Tambak 3.001,08
JUMLAH 22.503,97
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
3.1.2 Ikan tambak
Dalam pelaksanaanya budidaya ikan tambak pun digolongkan pada jenis tambak, yaitu: tambak payau, tambak tawar.
1. Budidaya di air Payau
Budidaya ikan di lahan air payau adalah jenis Windu, udang Vanname, Badeng, Kepiting Bakau, Kerapu dan lain-lain.
2. Budidaya ikan Tawar
Budidaya di tambak tawar dengan komoditi ikan Bandeng, Tawes, Tombro, Nila, dan Udang.
Hasil produksi tambak secara keseluruhan yang meliputi tambak air payau maupun tambak air tawar dapat dilihat pada tabel beikut.
Tabel: 3
Produksi Volume Nilai (Rp.000)
Tambak Payau 21.664,73 214.460.263,837
Tambak Tawar 13.799,35 101.935.219,842
JUMLAH 35.464,08 316.395.433,319
3.1.3 Ikan kolam
Jenis ikan ayang dibudidayakan di kolam antara lain Ikan Bandeng, Tawes, Tombro.
3.1.4 Ikan Waduk
Begitu juga di waduk, ikan yang dapat dibudidayakan sama dengan di kolam yaitu Ikan Bandeng, Tawes, Tombro. Ikan di tepat ini biasanya dipanen apabila volume air di waduk telah berkurang dan penangkapan dilakukan dengan menggunakan waring.
Bagaimana budidaya ikan yang dikebangkan waduk dapat kita lihat pada tabel beikut:
Tabel: 4
Jenis , Volume dan Nilai Ikan dari Penangkapan Perairan Umum(Waduk)
No. JENIS IKAN VOLUME (TON) NILAI (Rp)
1 Udang Tawar 113,63 1.022.580.000
2 Tawes 123,72 742.320.000
3 Mujaer 130,40 782.400.000
4 Lain-lain 82,12 151.860.000
JUMLAH 449,86 2.699.160.000
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2007
3.1.5 Ikan Sungai
Begitu juga di sungai, ikan yang dapat dibudidayakan sama dengan di kolam dan di waduk yaitu Mujair Tawes Udang dan lain-lain. Ikan dari perairan umum (sungai) ini sebesar 247,43 ton ditangkap dengan menggunakan jala, bubu, jaring nylon, tadongan dan lain sebagainya.
Bagaimana budidaya ikan yang dikebangkan di sungai dapat kita lihat pada tabel beikut:
Tabel: 5
Jenis , Volume dan Nilai Ikan dari Penangkapan Perairan Umum(Sungai)
No. JENIS IKAN VOLUME (TON) NILAI (Rp)
1 Mujair 69,97 454.805.000
2 Tawes 99,18 595.080.000
3 Udang 24,12 218.055.000
4 Lain-lain 54,16 216.640.000
JUMLAH 247,43 1.484.580.000
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2007
Tabel: 6
Budidaya ikan menurut tempatnya
NO CABANG USAHA POTENSI PRODUKSI (Ton) PRODUKSI (Ton) PEMANFAATAN
1 Tambak Payau 44.738 21.571,88 49,27
2 Tambak Tawar 23.117 14.079,33 60,91
3 Kolam 30 34,15 85,77
4 Waduk/Perairan Umum 627 1.685,86 56,31
5 Penangkapan di laut 25.190 22.503,97 91,84
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
3.2 Tempat Pelelangan Ikan (TPI)
Dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan/petani ikan melalui pemberian harga ikan uyang wajar serta pembayaran tunai saat transaksi, maka diharapkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan wadah kegiatan pelaksanaan transaksi jual beli secara lelang yang diharapkan dapat menjadi penompang perekonomian warga nelayan di kelurahan Lumpur Kec. Gresik.
Proses pelelangan yang diharapkan oleh pemerintah Kabupaten Gresik adalah lelang dengan terbuka tetapi masyarakat pelaku yang ada di tempat ini masih enggan melaksanakan dengan alasan yang bermacam-macam. Faktor hubungan sosial dan ekonomis dan kepraktisan menurut para penjual menyadi penyebabnya. Sehingga yang terjadi sistem lelang dengan cara tertutup.
3.3VProses Pelelangan Ikan
Sistem pelalangan yang ada di Tempat Pelelangan Ikan di Kab. Gresik ada antara lain, yaitu:
1. Sitem terbuka
Yang dimaksud Sistem terbuka adalah dimana ikan yang ditawarkan oleh pembeli melalui perantara ditawarkan oleh pembeli dengan terbuka sedangkan pembeli menawar langsung terdengar oleh penjual dan pembeli lain. Akhirnya Pihak pembeli menyepakati pembelian pada harga tertinggi.
2. Sistem Tertutup
Sistem ini berbeda dengan cara terbuka.. Pada sistem ini pemilik ikan selaku penjual menanti tawaran dari pihak pembeli dengan cara menulis di kertas dan diperlihatkan kepada penjual secara tertutup atau rahasia atau dengan membisikkan harga kepada penjual. Akhirnya harga tertinggi menurut penjual berhak memiliki ikan.
Proses pelelangan ikan yang terjadi di Tempat Pelengan Ikan di kelurahan Lumpur Kec. Gresik dan secara umum di Kabupaten Gresik adalah menggunakan sistem tertutup. Sistem ini dipilih oleh kedua pihak agar menjaga konflik atau masalah yang ditimbulkan.
Secara jelas kami coba menggambarkan dalam bagan sebagai berikut:
Bagan Proses Pelelangan Ikan
Sistem Pelelangan Ikan
Bagan: 1`
Keterangan:
1. Penjual
2. Pembeli
3. Ikan
3.3 TPI Menyerap Tenaga Kerja
Ikan yang masuk dalam tempat pelelangan di Kelurahan Lumpur ini berasal dari banyak sumber, antara lain dari petani tambak yang menyebar dari berbagai kecamatan seperti; kecamatan Cerme, Menganti, Benjeng, Manyar, Bungah, Duduksampeyan, Sidayu dan Ujungpangkah.
Sedangkan dari nelayan, ikan yang dibawah ke TPI tergantung pada cuaca dan musin ikan. Ikan dari nelayan yang merupakan ikan laut seperti; ikan Tongkol, Tengiri, Layang, Kembug, Cumi-cumi, Kakap, Cucut, Manyung, dan ikan Pari di bawah ke TPI yang khusus ikan laut.
Ikan oleh penjual di bawah ke tempat pelangan masing-masing dan terjadilah porses pelelangan ikan yang menggunakan sistem tertutup. Dalam proses ini banyak orang yang terlibat mulai jeragan (bakol), Sopir, pembantu jeragan (tangan kanan), pengatur, tenaga angkut, tenaga kebersihan. Ikan hasil lelaang ooleh pembeli diproses lagi. Ada yang langsung dijual ke pedagang kecil untuk dipasarkan. Ada yang langsung di kirim ke restoran dan toko-toko besar dan ada yang diolah dalam bentuk lain.
Ikan yang diolah melalui proses yang panjang dan menyerap tenaga kerja. Ikan yang sudah dibeli di pelelangan ikan tambak seperti Mujair, Bandeng dan Bader dibersihkan sirip dan kotoran dalam perutnya. Selanjutnya diawetkan ke dalam air asin semalam. Setelah itu ikan diangkat dan dibersihkan dengan air tawar dan dijemur di tempat yang terbuat dari bambu yang disebut Jerebeng (Basa Jawa) sampai diperkirakan air sudah kering. Ikan yang sudah dijemur kemudian ditata dimasukkan ke dalam bojok dan dikirim sesuai pesanan.(lampiran:gambar1)
Dalam proses pengolahan ikan oleh pengusaha kecil saja menyerap tenaga kerja kurang lebih 20 orang. Sedangkan di tempat ini ada sekitar 75 pengusaha. Belum pengusaha besar.
Secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel: 7
Jenis Tenaga yang Terkibat dalam TPI
NO JENIS TENAGA JUMLAH
1 JERAGAN (BAKOL) KECIL DAN BESAR 32
2 TANGAN KANAN 120
3 SOPIR 30
4 KULI ANGKOT 40
5 PENGATUR 5
7 PENGUSAHA PENGOLAHAN 240
8 TENAGA KERJA DI TEMPAT PENGELOLAAN 200
9 TENAGA TABAHAN 10
JUMLAH 677
Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
Dari tebel 7 dapat diketahui bahwa sejumlah 677 orang tenaga kerja yang diserap sehingga secara langsung membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Jumlah tersebut belum ditambah tenaga kerja yang terlibat dalam pengelolaan dari bahan ikan seperti pada tabel : 8 dan jumlah pelaku langsung yaitu para nelayan dan petani tambak, pad tebel:9 berjumlah ribuan.
Tabel : 8
Hasil Olahan Menurut Jenisnya
No Jenis Olahan Volume(Ton) Nilai Harga
(Rp 000)
1 Pengeringan/ Pengasinan 974,20 5.845,200
2 Pemindangan 343,97 3.094,110
3 Es-esan 4.132,035 165.281.400
4 Trasi 78,00 2.340.000
5 Petis 432,00 15.120.000
6 Kerupuk Ikan 372,40 6.330.800
7 Pengasapan 321,20 9636.000
8 Bandeng tanpa duru(presto) 0,30 7.500
9 Tepung Ikan 5,00 250.000
10 Tepung Udang 530,00 1.885.000
11 Lain-lain 20,00 70.000
12 11,54 126.940
JUMLAH 7.220,465 210.699.450
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2007
Tabel: 9
JUMLAH NELAYAN DI LAUT DAN NELAYAN PERAIRAN UMUM
DIRINCI MENURUT KECAMATAN DAN STATUSNYA
TAHUN 2008
NO KECAMATAN NELAYAN DI LAUT NELAYAN DI PARAIRAN UMUM JUMLAH
TOTAL
PEMILIK PANDEGA ANDON
1 Cerme - - - - -
2 Manyar 254 6 - 279 539
3 Kebomas 57 44 - 63 164
4 Gresik 659 1.386 - - 2.045
5 Dduduk Sampeyan - - - - -
6 Bungah 252 712 - 121 1.085
7 Sidayu 129 354 - 107 590
8 Panceng 430 1.070 400 - 1.900
9 Dukun 40 - - - 40
10 Ujungpangkah 964 1.045 127 - 2.136
11 Benjeng - - - - -
12 Menganti - - - - -
13 Sangkapura 753 416 - - 1.169
14 Tambak 237 745 204 - 1.186
JUMLAH 3.775 5772 2.254 570 10.854
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
.2 Ekonomi Masyarakat Gresik
Sebagai salah satu indikator keberhasilan pembagunan pada subsektor perikanan di Kabupaten Gresik adalah adanya peningkatan perekonomian para nelayan dan petani ikan serta pelaku yang terlihat sejahtera dalam kehidupan bersama keluarga. Salah satu tolak ukur adalah terlihat dari pendapatan yang diterima oleh para nelayan.
Tabel: 10
Perkembangan Pendapatan Nelayan/Petani ikan
Tahun 2003 s.d. 2007
Tahun Pendapatan rata-rata
Nelayan ( Rp)/ Tahun Petani Ikan (RP)/ Tahun
2003 8. 250.000,00 10.215.000,00
2004 8.500.000,00 10.250.000,00
2005 8.850.000,00 11.796.000,00
2006 8.850.000,00 11.796.000,00
2007 8.999.000,00 11.850.000,00
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
Pendapatan nelayan dan petani tahun 2007 mengalami peningkatan masing-masing 0,76 % untuk petani tambak dan 1,33 % untuk nelayan, begitu juga kepada para pengelola dan karyawannya.
3.3 Manfaat TPI di kelurahan Lumpur
Dari pengamatan dan hasil observasi di lapangan serta interview dengan masyarkat pelaku pelelangan dan pengelola ikan di TPI Gadukan kelurahan Lumpur sangat jelas bahwa TPI yang ada dan di kelola oleh LKMD sangat bermanfaat. Manfaat adanya TPI ini sudah dirasakan bagi masyarakat kelurahan Lumpur yang sebagai nelayan, tenaga kerja dan pengola dan pengusaha. Dengan kata lain TPI berperan meningkatkan perekonomian masyarakat kelurahan Lumpur Kec. Gresik.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka penulis menyimpulkan hasil penelitian ini sebagai berikut:
1. Proses pelelangan ikan masih belum terlaksana sesuai yang diharapkan oleh Pemkab. Gresik yaitu terbuka.
2. Proses pelalangan yang tertutup dan terkesan hanya penimbangan ikan oleh penjual dan pembeli.
3. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menyerap tenaga kerja yang sangat banyak
4. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sangat berperan dalam meningkatkan
perekonomian masyarakat nelayan dan petani tambak.
4.2 Saran
Setelah melakukan penelitian, penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Pemkab. Gresik dan pihak pengelola PTI kelurahan Lumpur harus bekerja sama untuk menciptakan suasana yang kondusif dan perlu ditumbuhkan adanya kepercayaan terhadap manfaat dari TPI.
2. Penambahan sarana dan prasarana dalam TPI.
3. Pemberian modal ringan dari pemerintah kepada para nelayan dan pengusaha pengelolaan ikan.
4. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi para nelayan ketika mencari ikan di laut.
Daftar Pustaka
Direktorat Jendral Perikanan. 1981. Standar Rencana Induk dan Pokok-pokok Desain untuk Pelabuhan Perikanan dan Pangkalan Pendaratan Ikan.
Pemkab. Gresik. 2006. Profil Kabupaten Gresik.Gresik: Pemkab.
Mahyuddin, Bustami.2007.Peranan Pelelangan Ikan dalam Meningkatkan Pendapatan Nelayan. Jabar.
Dinas Kelautan dan Perikanan.2007. Laporan Tahun 2007. Gresik: Dinas Kelautan dan Perikanan.
LAMPIRAN GAMBAR:
JURNAL PENELITIAN
No Waktu Kegiatan Sasaran Tempat
1 Minggu I
23-02-2009 Kegiatan awal
Observasi Tempat TPI TPI Laut dan
TPI Tambak
24-02-2009 Mengambil gambar Objek TPI TPI Laut dan
TPI Tambak
Rumah/Tempat Pengelolaan ikan
25-02-2009 Melakukan wawancara
dengan pengelola TPI Pengelola Kantor Pengelola TPI
02-03-2009 Melakukan wawancara
dengan Pengelola ikan Pengelola ikan Rumah/gudang
03-03-2009 Melakukan wawancara
dengan pelaku: Jeragan(pembeli), penjual dan Kuli Pelaku Lelang TPI
04-03-2009 Melakukan wawancara
dengan pelaku: Jeragan(pembeli), penjual dan Kuli untuk melengkapi data Pelaku Lelang TPI
2 Minggu I
10-03-2009 Melakukan wawancara
Dan mencari data di Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab. Gresik Petugas Dinas Perikanan dan Kelautan Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab. Gresik
11-03-2009 Melanjutkan/melengkapi
Data di Dinas Perikanan dan Kelautan Petugas Dinas Perikanan dan Kelautan Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab. Gresik
12-03-2009 Melanjutkan/melengkapi
Data di Dinas Perikanan dan Kelautan Petugas Dinas Perikanan dan Kelautan Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab. Gresik
16-03-2009 Melakukan Penyusunan data Data observasi Kantor kerja KIR LT. 2
17-03-2009 Melakukan Penyusunan data Data observasi Kantor kerja KIR LT. 2
18-03-2009 Menyusun data Data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kantor kerja KIR LT. 2
23-03-2009 Menyusun data keseluruhan hasil observasi Data keseluruhan Kantor kerja KIR LT. 2
24-03-2009 Menyusun data keseluruhan hasil observasi Data keseluruhan Kantor kerja KIR LT. 2
II 30-04-2009 Menyusun data keseluruhan hasil observasi Data keseluruhan Kantor kerja KIR LT. 2
31-04-2009 Merevisi data dan isi Karya tulis Kantor kerja KIR LT. 2
01-04-2009 Merevisi data dan isi Karya tulis Kantor kerja KIR LT. 2
06-04-2009 Memeriksa Ulang Hasil Penelitian KIR Kantor kerja KIR LT. 2
08-04-2009 Koreksi Ulang dengan Tim Peneliti KIR Kantor kerja KIR LT. 2
IV 11-04-2009 Koreksi Ulang dengan Tim Peneliti Betuk KIR Kantor kerja KIR LT. 2
12-04-2009 Penjilitan Betuk KIR Kantor kerja KIR LT. 2
18-04-2009 Penjilitan Betuk KIR Kantor kerja KIR LT. 2
19-04-2009 Final Betuk KIR Kantor kerja KIR LT. 2
20-04-2009 Pengiriman Hasil Penelitian ke Dinas Pendidikan Kab. Gresik Alamat Pengeiriman Karyah Ilmiah Depdiknas
Jakarta Pusat
Tebel :
PRODUKSI IKAN DARI PENAGKAPAN DI LAUT, BUDIDAYA
TAMBAK PAYAU, TAMBAK TAWAR, KOLAM DAN PERAIRAN UMUM
TAHUN 2008
Satuan: Ton
No Kecamatan Penagkapan di Laut BUDIDAYA Perairan Umum Jumlah Total
T.Payau T.Tawar Kolam
1 Cerme 591,84 3.392,98 - 80,67 4.065,49
2 Manyar 7.040,30 6.018,60 3.755,60 - 1.393,42 18.207,92
3 Kebomas 54,40 1.097,89 365,12 - 37,98 1.555,39
4 Gresik 2.190,64 - - - - 2.190,64
5 Dduduk Sampeyan - 5.705,82 1.147,89 - 20,01 6.873,72
6 Bungah 18,01 2.708,02 1.324,78 2,06 17,96 4.070,83
7 Sidayu 912,32 1.778,02 972,67 - 46,18 3.709,19
8 Panceng 3.204,64 137,43 99,02 1,21 17,01 1.160,40
9 Dukun - - 1.156,87 1,01 2,52 1.160,40
10 Ujungpangkah 2.427,71 3.401,08 58,69 - 11,40 5.898,88
11 Benjeng - - 1.685,78 29,87 8,10 1.723,75
12 Menganti - - 119,93 - 50,61 170,54
13 Sangkapura 3.654,87 18,76 - - - 3.673,63
14 Tambak 3.001,08 114,42 - - - 3.115,50
JUMLAH 22.503,97 21.571,88 14.079,33 34,15 1.685,86 59.875,19
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
JUMLAH PEMBUDIDAYA IKAN
DIRINCIMENURUT KECAMATAN DAN STATUSNYA
2008
NO KECAMATAN PEMBUDIDAYA IKAN JUMLAH TOTAL
PEMILIK PANDEGA
1 Cerme 3.265 879 4.144
2 Manyar 2.941 419 3.360
3 Kebomas 310 23 333
4 Gresik - - -
5 Dduduk Sampeyan 8.856 1.068 9.924
6 Bungah 1.877 772 2.649
7 Sidayu 1.603 654 2.257
8 Panceng 60 9 69
9 Dukun 730 273 1.003
10 Ujungpangkah 1.133 1.994 3.127
11 Benjeng 469 33 502
12 Menganti 248 119 367
13 Sangkapura 6 11 17
14 Tambak 5 12 17
JUMLAH 21.503 6.266 27.769
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
JUMLAH NELAYAN DI LAUT DAN NELAYAN PERAIRAN UMUM
DIRINCI MENURUT KECAMATAN DAN STATUSNYA
TAHUN 2008
NO KECAMATAN NELAYAN DI LAUT NELAYAN DI PARAIRAN UMUM JUMLAH
TOTAL
PEMILIK PANDEGA ANDON
1 Cerme - - - - -
2 Manyar 254 6 - 279 539
3 Kebomas 57 44 - 63 164
4 Gresik 659 1.386 - - 2.045
5 Dduduk Sampeyan - - - - -
6 Bungah 252 712 - 121 1.085
7 Sidayu 129 354 - 107 590
8 Panceng 430 1.070 400 - 1.900
9 Dukun 40 - - - 40
10 Ujungpangkah 964 1.045 127 - 2.136
11 Benjeng - - - - -
12 Menganti - - - - -
13 Sangkapura 753 416 - - 1.169
14 Tambak 237 745 204 - 1.186
JUMLAH 3.775 5772 2.254 570 10.854
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
DATA IKAN YANG MASUK KE TPI
TAHUN 2007
NO PPI/ TPI Jumlah Ikan yang didaratkan (Ton)
1 Campurejo - Panceng 962,4
2 Tajungrejo - Ujungpangkah 169,5
3 Lumpur - Gresik 1.953,7
4 Sangkapura - Bawean 1.608,3
5 Banyuurup - Ujungpangkah 506,5
TOTAL 5.200,4
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
Tabel:
Jenis Ikan dan Volume Penangkapan Ikan di Laut
No JENIS IKAN VOLUME
(TON) NILAI
(Rp 1.000)
1 Mayung 2.823,88 25.879.751
2 Bambangan 598,20 9.310.920
3 Kerapu 380,89 15.749.235
4 Kakap 294,92 3.885.050
5 Kurisi 193,53 1.212.120
6 Cucut 559,43 2668.120
7 Pari 585,28 2.471.491
8 Bawal 253,72 7.377.385
9 Layang 1.360,89 9.097.545
10 Belanak 2.035,84 16.502.285
11 Teri 1.957,10 13.402.210
12 Tembang 1.956,04 12.542.785
13 Kembung 1.036,11 7.924.595
14 Tenggiri 1.107,59 13.935.225
15 Layur 1.278,02 10.733.905
16 Tongkol 1.281,95 11.711.440
17 Udang Putih 1.333,19 59.697.138
18 Udang lainnya 1.292,51 12.836.595
19 Cumu-cumi 877,85 13.872.715
20 Lain-lain(Juwi,Bello, Sumbal, Laosan, rajungan,kepiting) 1.247,97 8.735.960
JUMLAH 22.445,91 255.204.693
Sumber; Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab. Gresik 2008
INSTRUMEN 1
Angket Interview
Responden : Pengelola TPI
i. Sejak kapan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) ada?.......................................
ii. Kapan TPI didirikan ?...........................................................
iii. Siapa yang mendirikan?
iv. Siapa yang bertanggung jawab terhadap TPI?
v. Dari mana saja ikan yang di lelang di tempai ini?
vi. Bagaimana proses pelelangannya?
vii. Siapa saja yang terlibat dalam pelelangan ikan?
1. Jeragan besar kira-kira berapa orang? .......................
2. Jeragan kecil kira-kira berapa orang? .......................
3. Pembantu kira-kira berapa orang? .......................
4. Kuli kira-kira berapa orang? .......................
5. Tenaga lain :
viii. Lain-lain:
a. ......................................................................................................
b. ......................................................................................................
c. ......................................................................................................
Pengusaha Ikan (Jeragan) :
Nama : ...........................................................
Alamat: .........................................................
Telepon : ......................................................
1. Bapak dari mana/ tempat tinggalnya dimana?
2. Mulai kapan Bapak bekerja seperti ini?
3. Ikan yang dibeli digunakan apa?
4. Berapa banyak ikan yang dibeli perharinya?
5. Berapa tenaga yang membantu Bapak dalam melakukan pekerjaan ini?
6. Berapa Omset untuk membeli dan mengelola ikan setiap harinya?
7. Kira-kira kapan adanya tempat pelelangan ikan ini?
8. Menurut Bapak, Apakah keberadaan TPI ini membantu Bapak maupun orang- orang yang terlibat dalam pekerjaan ini?
9. Sarana TPI ini siapa yang membangun?
10. Apakah harpan Bapak terhadap Pemkab Gresik?
11. Lain-lain:
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Pengusaha Ikan (Kecil)
Nama : .......................................................
Alamat : .....................................................
Telepon : ....................................................
1. Berapa lama Bapak/Ibu menekuni pekerjaan ini?
2. Berapa tenaga yang membantu ?
3. Berapa gaji/upah yang diterima satu orang per hari?
4. Ikan-ikan ini dari mana?
5. Ikan-ikan ini diapakan?
6. Bagaimana Prose Pelelangannya?
7. Ikan yang sudah diola dijual ke mana?
8. Berapa omset/modal yang dibutuhkan perhari?
9. Menurut Bapak/Ibu adanya TPI ini bermanfaat atau tidak?
Alasanya: .......................................................................................................
10. Apa harapan Apakah harapan Bapak terhadap Pemkab Gresik?
11. Lain-lain:
a. ............................................................................................................
b. ............................................................................................................
c. ............................................................................................................
Pegawai Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab. Gresik
Nama :..................................................
Alamat: .................................................
Telepon: ...............................................
1. Apakah TPI (Tempat Pelelangan Ikan) berada di bawah pengelolaan Dinas Bapak?
2. Kapan TPI dinagun?
3. Bagaimana Proses Pelelangan?
4. Siapa yang bertanggung jawab terhadap TPI?
5. Dari mana saja ikan yang di lelang di tempai ini?
6. Bagaimana proses pelelangannya?
7. Siapa saja yang terlibat dalam pelelangan ikan?
8. Jeragan besar kira-kira berapa orang? .......................
9. Jeragan kecil kira-kira berapa orang? .......................
10. Pembantu kira-kira berapa orang? .......................
11. Kuli kira-kira berapa orang? .......................
12. Tenaga lain :
13. Bagaimana perkembangan pelelangan Ikan?
14. Berapa ton ikan yang diperoleh nelayan setiap harinya?
15. Jenis ikan apa saja?
16. Bagaimana perizinannya bagi pelaku pelelangan?
17. Lain-lain:
a. .....................................................................................................................
b. ......................................................................................................................
c. .....................................................................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar