Senin, 04 Januari 2010

KIR Panggilan Nama

PENGARUH NAMA PANGGILAN LAIN YANG LEBIH JELEK KEPADA SEORANG ANAK TERHADAP PERANGAI DAN TINGKAH LAKUNYA
( Dalam rangka Lomba Pelajar Teladan Se-Kabupaten Gresik )



Oleh :

TIM KIR SMP NU-1 GRESIK

SMP NU -1 GRESIK
2008




HALAMAN PENGESAHAN



JUDUL : UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BAHASA INDONESIA MELALUI KOLABURASI MODEL PEMBELAJARAN PAKEM DAN SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS V SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2008-2009 DI MI. KHOIRUL ANAM GANTANG-BOBOH KEC. MENGANTI KAB. GRESIK
( Karya Tulis Ilmiah diajukan untuk Lomba Guru Teladan yang diselenggarakan oleh MWC LP Ma'arif Nu Kec. Menganti Kab. Gresik)

Nama Peneliti: MAHMUDIONO, S.Pd.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Unit Kerja : SMP NU_1 Gresik Telepon : (031) 3972703
Lama Penelitian : 1( satu ) bulan.
Bulan : Oktober 2008



Telah disahkan dan disetujui oleh :

Gresik, 30 Maret 2008
Kepala SMP NU-1 Gresik Penulis


Drs. H. Shohibul Umam MAHMUDIONO, S.Pd.





HALAMAN PENGESAHAN



JUDUL :PENGARUH PEMANGGILAN NAMA LAIN YANG LEBIH JELEK KEPADA SEORANG ANAK TERHADAP PERANGAI DAN TINGKAH LAKUNYA
( Makalah dibuat dalam rangkah Pelajar Teladan Se-Kabupaten Gresik )



Nama Peneliti : Mahmudiono,S.Pd.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kelas : IX ( sembilan )
NISN/Induk :
Unit Pendidikan : SMP NU -1 Gresik
Lama Pengamatan : 2 ( dua ) bulan.
Bulan : Februai sampai dengan Maret 2008



Telah disahkan dan disetujui oleh :



Gresik, 30 Maret 2008
Kepala SMP NU1 Penulis



M. NIZ AR FANANI, S.H. Mahmudiono


Diterima oleh :
Ketua LP Ma'arif NU Cabang Kab. Gresik


ISMAIL SYARIF, S.Pd., MM




ii


KATA PENGANTAR


Alhamdulillahhirobbilalamin, segalah puja dan puji hanya milik Allah . Rahmat dan taufignya hanya dari Allah SWT, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini berisi kajian tentang arti sebuah nama bagi seseorang dan orang tua.,terhadap sikap dan tingkah laku anak dalam kehidupannya. Harapan orang tua nama yang dipilih itu akan sangat bermakna dan mempengaruhu kepribadiannya kelak. Begitulah diantaranya isi dari makalah yang saya tulis.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya malakalah ini tidak lepas dari bantuan pemikiran dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada :
1. Kepala SMP NU-1 Gresik, Bapak Drs. H. Shohibul Umam
2. Rekan-rekan Guru yang membantu dalam penutusan karya tulis ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.



Lengkong, 18 Juni 2008
Penulis


Mahmudiono, S.Pd.






KATA PENGANTAR

Alhamdulillahhirobbilalamin, segalah puja dan puji hanya milik Allah . Rahmat dan taufignya hanya dari Allah SWT, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini berisi kajian tentang arti sebuah nama bagi seseorang dan orang tua.,terhadap sikap dan tingkah laku anak dalam kehidupannya. Harapan orang tua nama yang dipilih itu akan sangat bermakna dan mempengaruhu kepribadiannya kelak. Begitulah diantaranya isi dari makalah yang saya tulis.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya malakalah ini tidak lepas dari bantuan pemikiran dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada :
1. Ketua Yayasan Ponpes Bani Hasyim Lengkong – Cerme – Gresik, Bapak Yth. Ibu Nyai Hj. Zunaijah Faizah dan Bapak KH. Saiful Rizal, SH.
2. Rekan-rekan GURU MTs. Bani Hasyim Lengkong – Cerme – Gresik.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan .
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.



Lengkong, 25Agustus 2008
Penulis


MAHMUDIONO,S.Pd.






iii

ABSTRAK

PENGARUH PEMANGGILAN NAMA LAIN YANG LEBIH JELEK KEPADA ANAK TERHADAP PERANGAI
DAN TINGKAH LAKUNYA
( Studi Observasi kebiasaan anak dalam berinteraksi di lingkungan sekolah)


Oleh : Mahmudiono, S.Pd.

Setiap orang tua pasti memilihkan nama yang terbaikkepada nanaknya. Pemilihan nama itu suda ada sejak anak masih dalam kandungan ibu. Bagi seorang muslim nama-nama yang berikan ke anak akan lebih bermakna apabila dicarikan dalam Al-Qur'an atau dalam Asmaul Khusnah.
Nama-nama yang indah dan bermakna mulia itu diharapkan akan dapat mempengaruhi perilaku, perangai dan tingkah lakunya dalam bergaul dalam masyarakat kelak.Tapi apa yang terjadi, fenomena adanya ketidakbanggaan terhadap nama yang diberikan orang tua mulai terlihat. Seorang anak bernama Ahmad Zamroni dipanggil gepeng, Ismail dipanggil belek, Moh. Yahya dipanggil Embek dan banyak nama-nama lain yang dirasa lebih jelek dan tidak bermartabat.
Alangkah kecewa dan sedihnya orang tua, mendengar anaknya yang dipanggil dengan panggilan yang lebih jelek.Padahal darinama itu digantungkan harapan tentang anaknya kelak. Mengapa ini terjadi dan apa yang mempengaruhi ?
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan cepat. Tranformasi komunikasi mengena dan menyentuh semua kalangan. Arus informasi ini membawa dampak positif dan negatif. Damak negatifnya adalah adanya pergeseran nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat. Hal yang paling kecil adalah seperti yang sudah penulis sebutkan di atas, yaitu adanya rasa ketidakbanggaan anak terhadap nama yang diberikan orang tua.


Kata kunci : arti sebuah nama, muslim, dakwa. Citra islam,fenomena.
















iv
DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL ....................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................................ii
KATA PENGANTAR ................................................................................................iii
ABSTRAK ...................................................................................................................iv
DAFTAR ISI .................................................................................................................v
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................2
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................2
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pentingnya Pemilihan nama bagi anak /Arti sebuah nama....................3-5
B. Awal mula dan reaksi pemanggilan nama lain pada anak .......................5
C. Anjuran agama dalam memberi nama anak .............................................6
BAB III. PENUTUP
A. Simpulan .................................................................................................8
B. Saran .......................................................................................................8
Daftar Pustaka ...............................................................................................9




------000 -----











v
BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan cepat. Tranformasi komunikasi mengena dan menyentuh semua kalangan. Arus informasi ini membawa dampak positif dan negatif. Damak negatifnya adalah adanya pergeseran nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat. Hal yang paling kecil adalah adanya rasa ketidakbanggaan anak terhadap nama yang diberikan orang tua.
Nama yang diberikan orang tua kepada anaknya sudah melalui berbagai pertimbangan dan mungkin mengalami beberapa perubahan. Apalagi ada yang melalui upacara adat dan mengikuti ajaran agama yang dianutnya. Begitu sakral dan berartinya sebua nama bagi anak.
Setiap orang tua pasti berharap dengan nama yang dipilihkan itu akan menjadikan anak berperangai, bertingkah laku dan berkepribadian sesuai arti yang ada pada nama itu. Seperti contoh Mohammad Soleh, orang tua mengharapkan agar anak itu menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua, Moh. Sidiq yang berarti orang yang berjalan di jalan kebenaran dan banyak nama lain. Tetapi apakah semua itu sesuai harapan, ternyata tidak. Karena anak sekarang sudah tidak tau makna sebuah nama yang dipilihkan kedua orang tuanya dan mulai tidak bangga dengan namanya.
Kenyataan di masyarakat banyak anak yang dipanggil tidak sesuai namanya bahkan dengan panggilan yang sangat jelak, anak tersebut menoleh dan sudah dianggap biasa.Misalnya Yahya dipanggil Embek. Agus dipanggil Curut dan yang lainnya.
Alangkah sakit dan malunya orng tua mendengar anaknya dipanggil demikian. Berangkat dari uraian di atas, penulis mengangkat makalah berjudul : Pengaruh Pemanggilan nama lain yang lebih jelak kepada anak terhadap perangai dan Tingkah lakunya.


1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan pokok-pokok permaslahan sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh nana seseorang terhadap perilaku anak ?
2. Adakah pengaruh pemanggilan yang menggunakan nama lain yang lebih jelek terhadap perangai dan tingkah laku anak ?
C. Tujuan Penulisan :
1. Mengetahui sebab dan akibat penyebutan nama lain kepada seseorang dengan sebutan yang lebih jelak.
2. Menjelaskan pentingnya memberikan nama yang baik dan bermakna kepada anak agar berperilaku yang baik.
3. Ingin mengetahui apakah ada pengaruh pemanggilan nama lain yang jelek terhadap perilaku anak.




















2
BAB III
PEMBAHAAN

A. Arti Sebuah Nama
Kita sering mendengar pernyataan " What is a name, apala arti sebuah nama ". Maksudnya nama itu tidak penting, sebab yang penting adalah isi dari apa dan siapa yang punya nama tersebut. Nama seseorang itu tidak penting, sebab yang paling penting adalah akhlak dan perbuatannya. Apa artinya Saleh kalau perbuatanya tidak saleh. Pernyataan-pernyataan itu tidak salah tapi juga tidak selalu benar, sebab nama pun sering menggambarkan identitas terstentu.
Sebagai contoh, sebuah gedung yang diberi nama Ar-Rahman, Baitussalam dan lainya, sekurang-kurangnya dapat memberikan gambaran bahwa gedung itu ada kaitanya dengan Islam dean berbagai aktifitas kegiatanya.
Apalagi menyangkut nama seseorang yang senantiasa menempel, melekat, menyatu dengan diri anak itu, yang tidak hanya menggambarkan identitas diri tetapi juga menyangkut harga diri dan kebanggaan diri.
Seorang Muslim yang patuh tidak mungkin sampai hati memberi nama anaknya dengan nama Fir'aun, Abu Lahab, Karun Jahanam yang ada dalam A-Quran disebutkan sebagai manusia-manusia yang sangat jahat. Apalagi dipanggil dengan nama yang sangat tidak martabat seperti ; Embek (Kambing), Curut, Bedes dan banyak sebutan lain. Bahkan bagi seorang Muslim yang patuh kepala agamanya tidak akan sampai hati memberi nama anaknya dengan nama yang melambangkan dan menggambarkan tokoh agama lain. Sebab bagaimanapu seorang Muslim tidak ridha kalau dirinya ikut mempopulerkan identitas atau tokoh-tokoh agama lain. Bahkan akan merasa tersinggung kalau gedung tempat ma'siyat diberi nama gedung Taqwa, al-Islam dan lai-laian.
Adakalanya orang tua yang memberi nama kepada anaknya dipengaruhi oleh suasana batin ayah berupa kekangungan kepada seseorang atau kepada sesuatu atau kesan yang mendalam tentang sesuatu keadaan, atau peristiwa yang dirasakan perlu diabadikan.

3
Nama yang dipakai orang tua itu bersumber dari :
1. Al-Qur'an dan ajaran Agama Islam , seperti :
Abidin berarti : Penyembah
Adlan berarti : Adil
Abshar berarti : mata hati
Ahmad berarti : terpuji
Athhar berarti : Lebih suci
Fu'at berarti : Hati
Ghufran berarti : Ampunan
2. Asma'ul Husna, seperti :
1. Rahman berarti : Maha Penhasih
2. Rahim berarti : Maha Penyayang
3. Salam berarti : Yang Selamat
4. Mu'min berarti : Maha Menjaga
5. Aziz berarti : Maha Gagah ( banyak yang lain 99 nama )
3. Kekagungan terhadap sesuatu, seperti :
1. Mawar berarti : Cinta suci
2. Melati berarti : Putih suci
3. Mega berarti : Kekuasaan/Kebesaran
4. Guntur berarti : Kedahsyatan
5. Zidan berarti : Pemain sepak bola asal Prancis
Dan banyak yang lain.
4. Momentum/bertepatan dengan waktu tertentu :
1. Mei Ardiansyah : lahir bulan Mei
2. Apriliyani : lahir bulan April
3. Febriani : lahir bulan Februari
4. Maulidiyah : lahir bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
5. Ramadhani : lahir bulan Ramadhan
Dan lain sebagainya.
5. Menurut marga atau turunan
Nama seseorang dapat membedakan d dari mana asal daerah orang tersebut. Karena masing-masing daerak mempunyai ciri-ciri secara umum. Seperti ; Guntur Tarigan, Diast Tarigan berasal dari : Daerah Sumatra. Andi Malarangeng, Andi Tazudin berasal dari : daerah Sulawesi. Begitu juga dari Daerah Jawa Timur dan Tengah biasanya diberi akhiran/bunyi O seperti ; Siyono, Mahmudiono, Suparno, Sutrisno Susilo dan lainnya. Jadi setiap daerah mempunyai ciri-ciri khusus.
6.Faktor keadaan Fisik anak :
Tompel : karena di bagian tubuhnya terdapat tompel
Pesek : karena hidungnya benar-benar pesek
Boneng : Mengikuti nama bintang / artis yang giginya mancung
Juling : karena matanya memang juling
Bolot : karena telinganya tidak dapat mendengar.

B. Awal mula dan reaksi pemanggilan nama lain pada anak.
Seperti yang kami sampaikan pada bab latar belakang, bahwa pada dasarnya orang tuan memilihkan nama kepada anak sudah melalui proses panjang bahkan melalui berbagai macam upacara adat istiadat daerah dan agama. Nama-nama Indah yang dipilihkan itu akan menjadikan anak berperangai, bertingkah laku dan berkepribadian sesuai arti yang ada pada nama itu. Seperti contoh Mohammad Soleh, orang tua mengharapkan agar anak itu menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua, Moh. Sidiq yang berarti orang yang berjalan di jalan kebenaran dan banyak nama lain. Tetapi apakah semua itu sesuai harapan, ternyata tidak. Karena anak sekarang sudah tidak tau makna sebuah nama yang dipilihkan kedua orang tuanya dan mulai tidak bangga dengan namanya.
Kenyataan di masyarakat banyak anak yang dipanggil tidak sesuai namanya bahkan dengan panggilan yang sangat jelak, anak tersebut menoleh dan sudah dianggap biasa.Misalnya Yahya dipanggil Embek. Agus dipanggil Curut dan yang lainnya.

1. Mengapa anak mau dipanggil dengan nama yang jelak ?
Didasari oleh pengamatan dan pengalaman yang terjadi di masyarakat saorang anak atau seseorang dipanggil dengan nama lain yang lebih jelak bahkan boleh dikatakan tidak bermartabat adalah beberapa, sebab diantaranya ;

5
1.1. nama panggilan itu dianggap pas pada dirinya
seperti : Tompel karena di tubuhnya memang ada tompelnya. Boneng karena ada giginya yang mancung ke luar bibir. Unyil karena tubunya kecil seperti lakon Si unyil. Dan banyak lainya.
1.2. Ketidakpahaman terhadap nama panggilan yang diberikan
Dalam hal ini kebanyaka anak yang tingkat kecerdasan atau intelgensinnya rendah. Boleh disebut kuper, dan dipanggil terus menerus sehingga menjadi kebiasaan.
1.3. Paksaan dan ketakutan
Walau ada anak yang hanya menerima saja panggilan lain bukan nama aslinya tetapi ada juga yang mencoba menolak dan tidak menyahut apabila dipanggil bukan nama aslinya.Tetapi karena ketidakberdayaan dan terus memerus dipanggil dengan nama lain akhirnya sebutan nama itu menjadi umum dan melekat pada diri seseorang yang awalnya menolak.
Alangkah sakit dan malunya orang tua mendengar anaknya dipanggil demikian. Banyak orang tua yang terang-terangan menolak dengan cara memarahi bahkan ada yang agak kasar memperingatkan kepada anak atau seseorang yang memanggil anaknya dengan nama yang jelek. Ketidaksetujuan orang tua itu juga disampaikan langsung kesekolah, kepada teman-temannya, guru-gurunya dan setiap orang.
Penulis kira itu sudah hal yang wajar bahkan kewajiban meluruskan. Karena nama adalah sangat berarti.dan berharap membawa perilaku yang baik pada anak.
2. Pengaruh pemanggilan nama yang jelek pada anak
Dari hasil pemantauan penulis bahwa anak yang dipanggil dengan nama yang lebih jelek berpengaru pada perangai dan perilaku anak.
Misalnya :
a. Yahya dipanggil Embek perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , bengal dan selalu membuat masalah.
b. Ahwan dipanggil Kecik perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , bengal dan selalu membuat masalah dan berebut warisan.

6
c. Ahmad Zaini dipanggil Jombrang perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , suka menjual barang milik orang tuanya
d. Usman dipanggil Kucang perilakunya : malas bekerja, pengangguran, tidak perna sholat
e. Dan banyak contoh lainnya.

C. Anjuran Agama tentang pemberian nama bagi anak
Agama merupakan pegangan hidup setiap manusia. Kita sebagai Muslim berpegangan pada ajaran agama melalui Al-Qur'an dan Hadistnya.Isi ajaran yang termuat dalam Al-Qur'an sangat universal mencangkup semua yang ada di bumi ini, tidak sekedar kepentingan manusia saja. Seperti halnya dalam hal pemerian nama kepada anak Agama Islam mengaturnya.Seperti yang dijelaskan dalam Hadist Rosulullah sebagai berikut ;






Dari Abi Darda ra berkata : Rasulullah saw bersabda : ' sesungguhnya kalian akan diseru pada hari kiyamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perbaguslah namakalian". ( HR. Ibnu Wawud dan Ibnu Hibban)
Juga dipertegas olleh Ibnu Majah sebagai berikut :





" Muliakanlah olehmu anak-anakmu dan perbaguslah nama-namanya". ( HR. Ibnu Majah ).



7
Begitulah kiata diajarkan memberikan nama yang terbaik untuk anak-anak kita. Jagan sampai nama anak tidak bermakna bahkan dari nama agama lain. Jangan sampai terjadi.
Seorang Muslim dengan mengambil dari nama dalam al-Qur'an secara tidak langsung telah turut serta mensiarkan agama Islam, begitu sebaliknya.
Memang tidak semua kata yang ada dalam al-Qur'an dapat dijadikan nama seseorang, baik karena artinya yang tidak baik atau karena kedengarannya tidak enak sehingga tidak terasa menyiarkan al-Qu'an. Demikian juga sebaliknya, tidak semua kata dan kalimat yang biasa digunakan dalam agama lain kemudian menjadi tidak baik digunakan oleh seorang Muslim, karena tidak setiap kata dan istilah yang ada pada agama lain itu merupakan identitas khusus agama tersebut, sehingga tidak selalu bermakna mensyiarkan agama lain itu.
Ada satu konsekuensi, apabila seseorang menggunakan nama dengan nama yang dikenal umum sebagai identitas Islam, tetapi kemudian ia melakukan perbuatan yang sangat merugikan dan mencemarkan Islam. Misalkan nama orang itu Abdurrahman pekerjaanya hanya mabuk, berjudi dan main perempuan, maka orang ini secara langsung mencoreng nama Islam.















8
BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Dari uraian dan permasalahan di atas penulis dapat menyimpulkan :
1. Nama pada anak yang sudah dipilih oleh orang tua harus dijaga dan dipelihara dengan baik.
2. Memberikan nama anak sebaiknya diambilkan dari al-Quran dan Asmaulkhusna yang bermakna baik dan mulia.
3. Nama anak yang ada dimasyarakat berssal dari berbagai sumber.
4. Nama yang diambil dalam al-Quran akan dapat membuat seseorang berperilaku baik.
5. Tugas semua pihak baik, teman, orang tua dan masyarakat untuk memanggil nama anak dengan nama aslinya.
B. Saran
Saran-saran yang dapat penulis sampaikan adalah :
1. Seseorang harsu menolak dan tidak menyahut apabila dipanggil tidak nama aslinya.
2. Seorang anak harus bangga terhadap nama yang diberikan orng tua.
3. Tugas semua pihak baik, teman, orang tua, guru dan masyarakat untuk memanggil nama anak dengan nama aslinya.
4. Panggilah anak dengan sebutan yang baik.










9
DAFTAR PUSTAKA

Faridl Miftah,Drs.1988. Nama-nama Muslim.Bandung : Pustaka
Daradjat Zakiah,Prof.Dr.1993. Remaja Harapan dan Tantangan.Bandung : CV Ruhama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar