Situs ini dikhususkan untuk menampung dan menyimpan Berbagai kegiatan dan karya dari forum MGMP Bahasa Indonesia Kluster 1 Kab. Gresik
Minggu, 10 Januari 2010
Kegiatan LDKS SMP NU - 1 Gresik
Artikel kesehatan
Hati-Hati, Sulit Tidur Bisa Akibatkan Stroke
eramuslim - Sulit tidur tidak sama dengan begadang, walau keduanya sama-sama terjaga di malam hari. Tapi, jangan sekali-kali menganggap remeh masalah sulit tidur. Karena, gangguan tidur berpotensi menyebabkan stroke yang berujung pada kematian.
Menurut Dr Olga Parra yang melakukan penelitian bersama tim peneliti dari University Hospital Barcelona, Spanyol, kesulitan tidur atau 'sleep apnea' bisa berdampak pada naiknya resiko stroke yang mengakibatkan kematian. Kesulitan selama tidur kemungkinan disebabkan oleh adanya gangguan secara berkala saat mengambil nafas.
Ini bisa menjadi resiko baru sebuah kematian yang disebabkan oleh stroke. Kesulitan untuk tidur diperkirakan dialami hampir 20% orang dan setidaknya gangguan pernafasan itu mengalami masa interval 10 detik atau lebih yang bisa dialami selama 300 kali dalam semalam.
Dalam penelitiannya, Dr Olga Parra melibatkan 161 pasien penderita stroke untuk melihat hubungan antara resiko stroke dengan gangguan tidur.
"Penelitian kami merupakan kali pertama yang menyebut adanya hubungan antara gangguan tidur dan stroke yang bisa menimbulkan kematian," ujarnya.
Hubungan itu sangat jelas dimana gangguan tidur merupakan gangguan pernafasan selama tidur karena terhambatnya aliran udara yang masuk ke dalam paru-paru.
Dr Olga Parra mulai melakukan monitoring atas penderita stroke setelah pihak rumah sakit mendapati kenyataan adanya pasien yang mengalami stroke setelah mengalami gangguan selama tidur. Selama hampir 30 bulan melakukan penelitian, Dr Olga Parra menghadapi kenyataan bahwa 22 dari 161 pasien meninggal dunia.
Setengah dari 22 pasien itu mengalami serangan stroke tahap kedua. Pasien yang paling tinggi dari 161 pasien itu adalah penderita sulit tidur dan menduduki resiko paling tinggi mengalami stroke. Demikian kesimpulan tim pimpinan Dr Olga Parra yang dipublikasikan oleh the European Respiratory Journal.
Stroke merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian dan terjadi jika aliran darah ke otak mengalami hambatan. Karena mengalami hambatan maka aliran oksigen tidak bisa mengalir ke otak. Menurut WHO di tahun 2002 silam diperkirakan 5.5 juta orang meninggal diseluruh dunia karena stroke.
Mengomentari hasil penelitian Dr Olga Parra itu, Ludger Grote dari Sahlgrenska Hospital, Swedia, mengatakan penelitian itu membuat orang makin memahami peran gangguan tidur pada pasien penderita stroke.
"Studi Dr Olga Parra memperjelas potensi gangguan tidur pada penderita stroke. Hal itu bisa menjadi sebuah pertimbangan untuk melihat implikasi untuk melakukan manajemen stroke." Ujar Grote.
Kini Dr Olga Parra akan menyebarluaskan hasil studi mereka ke pusat rehabilitasi 'sleep apnea' di seluruh Spanyol untuk mengurangi angka kematian akibat stroke. Lima tahun kedepan Dr Olga Parra berharap bisa dimunculkan hasil studi yang baru.
Terapi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gangguan tidur ini, umumnya para dokter memberikan pil penenang agar si pasien bisa tidur dan semua syaraf dan organ tubuhnya agar bisa istirahat. Namun, cara pemberian pil tidak bisa dilakukan terus menerus guna menghindari ketergantingan terhadap obat.
Cara lainnya, si pasien dianjurkan untuk tidak melakukan tidur siap dan diharapkan bisa melakukan aktifitas apa saja yang membuat tubuh menjadi bergerak atau lelah. Kemudian, pada malam harinya, bagi yang gemar membaca dianjurkan untuk membaca dan mendengar musik bagi yang tidak suka membaca. Cara ini, digunakan agar seluruh sistem syaraf dan organ dalam tubuh telah bekerja keras dri pagi hingga malam, dan mencapai puncak keletihan pada malam harinya yang bisa menyebabkan ia akan tertidur.
Namun, para dokter umumnya menganjurkan pasiennya untuk konsultasi kepada psikiater, jika cara yang di atas tidak berhasil, untuk meringankan beban pikiran dan perasaan yang mungkin menggayut seseorang sehingga menyebabkan terus berpikir hingga waktu tidur. Stres, memang dianggap salah satu penyebab terbesar seseorang mengalami gangguan tidur. Karena itu, seyogyanya diselesaikan dulu akar stres tersebut dengan bantuan para ahli agar masalah gangguan tidur bisa teratasi dengan baik.
By: Dion72
eramuslim - Sulit tidur tidak sama dengan begadang, walau keduanya sama-sama terjaga di malam hari. Tapi, jangan sekali-kali menganggap remeh masalah sulit tidur. Karena, gangguan tidur berpotensi menyebabkan stroke yang berujung pada kematian.
Menurut Dr Olga Parra yang melakukan penelitian bersama tim peneliti dari University Hospital Barcelona, Spanyol, kesulitan tidur atau 'sleep apnea' bisa berdampak pada naiknya resiko stroke yang mengakibatkan kematian. Kesulitan selama tidur kemungkinan disebabkan oleh adanya gangguan secara berkala saat mengambil nafas.
Ini bisa menjadi resiko baru sebuah kematian yang disebabkan oleh stroke. Kesulitan untuk tidur diperkirakan dialami hampir 20% orang dan setidaknya gangguan pernafasan itu mengalami masa interval 10 detik atau lebih yang bisa dialami selama 300 kali dalam semalam.
Dalam penelitiannya, Dr Olga Parra melibatkan 161 pasien penderita stroke untuk melihat hubungan antara resiko stroke dengan gangguan tidur.
"Penelitian kami merupakan kali pertama yang menyebut adanya hubungan antara gangguan tidur dan stroke yang bisa menimbulkan kematian," ujarnya.
Hubungan itu sangat jelas dimana gangguan tidur merupakan gangguan pernafasan selama tidur karena terhambatnya aliran udara yang masuk ke dalam paru-paru.
Dr Olga Parra mulai melakukan monitoring atas penderita stroke setelah pihak rumah sakit mendapati kenyataan adanya pasien yang mengalami stroke setelah mengalami gangguan selama tidur. Selama hampir 30 bulan melakukan penelitian, Dr Olga Parra menghadapi kenyataan bahwa 22 dari 161 pasien meninggal dunia.
Setengah dari 22 pasien itu mengalami serangan stroke tahap kedua. Pasien yang paling tinggi dari 161 pasien itu adalah penderita sulit tidur dan menduduki resiko paling tinggi mengalami stroke. Demikian kesimpulan tim pimpinan Dr Olga Parra yang dipublikasikan oleh the European Respiratory Journal.
Stroke merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian dan terjadi jika aliran darah ke otak mengalami hambatan. Karena mengalami hambatan maka aliran oksigen tidak bisa mengalir ke otak. Menurut WHO di tahun 2002 silam diperkirakan 5.5 juta orang meninggal diseluruh dunia karena stroke.
Mengomentari hasil penelitian Dr Olga Parra itu, Ludger Grote dari Sahlgrenska Hospital, Swedia, mengatakan penelitian itu membuat orang makin memahami peran gangguan tidur pada pasien penderita stroke.
"Studi Dr Olga Parra memperjelas potensi gangguan tidur pada penderita stroke. Hal itu bisa menjadi sebuah pertimbangan untuk melihat implikasi untuk melakukan manajemen stroke." Ujar Grote.
Kini Dr Olga Parra akan menyebarluaskan hasil studi mereka ke pusat rehabilitasi 'sleep apnea' di seluruh Spanyol untuk mengurangi angka kematian akibat stroke. Lima tahun kedepan Dr Olga Parra berharap bisa dimunculkan hasil studi yang baru.
Terapi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gangguan tidur ini, umumnya para dokter memberikan pil penenang agar si pasien bisa tidur dan semua syaraf dan organ tubuhnya agar bisa istirahat. Namun, cara pemberian pil tidak bisa dilakukan terus menerus guna menghindari ketergantingan terhadap obat.
Cara lainnya, si pasien dianjurkan untuk tidak melakukan tidur siap dan diharapkan bisa melakukan aktifitas apa saja yang membuat tubuh menjadi bergerak atau lelah. Kemudian, pada malam harinya, bagi yang gemar membaca dianjurkan untuk membaca dan mendengar musik bagi yang tidak suka membaca. Cara ini, digunakan agar seluruh sistem syaraf dan organ dalam tubuh telah bekerja keras dri pagi hingga malam, dan mencapai puncak keletihan pada malam harinya yang bisa menyebabkan ia akan tertidur.
Namun, para dokter umumnya menganjurkan pasiennya untuk konsultasi kepada psikiater, jika cara yang di atas tidak berhasil, untuk meringankan beban pikiran dan perasaan yang mungkin menggayut seseorang sehingga menyebabkan terus berpikir hingga waktu tidur. Stres, memang dianggap salah satu penyebab terbesar seseorang mengalami gangguan tidur. Karena itu, seyogyanya diselesaikan dulu akar stres tersebut dengan bantuan para ahli agar masalah gangguan tidur bisa teratasi dengan baik.
By: Dion72
Artikel kesehatan
Cara Menghilangkan Lelah Saat Mengemudi
Rasa lelah dan penat pasti menghinggapi para pengendara motor dan mobil. Apalagi, bila harus melakukan perjalanan jauh dan tidak mempunyai pengemudi cadangan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan tanpa harus bermalam di jalan.
Seyogyanya, ketika tubuh merasa letih dan penat di perjalanan, sebaiknya berhenti dan melakukan istirahat. itulah nasehat dari pakar kebugaran dr. Fleming Deff, Ohio University, Amerika. Menurut Deff, istirahat di rest area (tempat-tempat istirahat bagi pengemudi mobil di sepanjang jalan bebas hambatan) banyak sekali manfaatnya. Khususnya bagi tubuh yang mengalami keletihan. Dengan istirahat, otot-otot tubuh bisa mengendur kembali. Melemasnya otot, juga berpengaruh besar bagi syaraf yang sebelumnya menegang dan bisa ikut mengendur pula.
Pengenduran ini secara simultan akan mempengaruhi metabolisme dalam tubuh. Sehingga, pengemudi yang terlalu lelah gampang sekali tertidur, bahkan dalam posisi sedang duduk sekalipun. Hal yang sama, jika kondisi fisik yang sudah lelah, namun tetap juga dipaksakan, maka klimaksnya, semua otot-otot dan organ tubuh lainnya secara serempak akan berhenti bekerja atau mengendur secara tiba-tiba. Atau dengan kata lain tertidur.
Merasa mengantuk dan tertidur inilah yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya, karena antara mata, otak, dan anggota tubuh lainnya sudah tidak bisa bekerja sebagaimana adanya di dalam tubuh. Otak sudah tidak bisa lagi mengkomandoi organ-organ tersebut agar tetap bekerja.
Minum kopi atau meminum suplemen penambah energi lainnya yang banyak beredar di pasaran, bukan suatu hal yang bijaksana. Karena kafein yang ada di kopi dapat menyebabkan jantung lebih cepat berdebar, sehingga pembuluh darah menjadi ekstra keras. Sedangkan syaraf dan organ tubuh lainnya yang sudah menegang dipaksa untuk bekerja lembur pula. Pada sebagian orang yang sudah terbiasa meminum kopi, dampak tersebut tidak akan berarti karena sudah resis, tidak mempan lagi.
Begitu juga dengan minuman penambah energi yang banyak dikonsumsi para pengemudi truk trailer memang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tapi, beberapa zat yang terkandung dalam minuman itu, secara tidak sadar telah menjadikan tubuh sebagai rumah yang enak untuk lemak dan bisa memperkecil saluran urine yang berakibat bisa menyebabkan prostat dan batu ginjal.
Jalan terbaik bagi pengemudi yang lelah adalah istirahat. Tapi, jika terpaksa harus melanjutkan perjalanan, saat lelah dan penat menyerang, sebaiknya berhenti dan keluar dari dalam mobil atau turun dari motor.
Kemudian, hirup udara bersih melalui hidung dalam-dalam, lakukanlah sebanyak 10-15 kali. Karena, semakin banyak oksigen ke dalam tubuh semakin bagus untuk membantu meringkan beban otot dan syaraf yang telah tegang.
Bukalah kedua belah tangan lebar-lebar sambil membusungkan dada beberapa kali. Lalu, lakukanlah senam kecil beberapa kali sesuai gerakan yang anda bisa, jumlah hitungan kanan dan kiri harus seimbang. Misalnya ke kanan 5 kali, kekiri 5 kali.
Setelah tubuh mulai terasa agak lemas dan lebih segar, lakukan jogging di tempat. Alas kaki sebaiknya jangan terbuat dari kulit tapi terbuat dari karet. Yang terbaik, saat jogging jangan menggunakan alas kaki sama sekali agar titik-titik syaraf yang menjadi simpul ke berbagai organ tubuh bisa tersentuh lantai, rumput atau aspal secara langsung. Lakukan hal ini selama 5 menit.
Kemudian, lakukan lompatan-lompatan kecil selama 5 menit pula. Ketika tubuh sudah mulai berkeringat, lakukan jogging secara santai dan langkah pendek, memutari mobil atau rest area selama 5 menit.
Jika merasa lapar, makanlah makan-makanan kecil atau buah-buahan dan banyak minum air putih. Hindari minuman ringan dan suplemen. Air putih sangat bermanfaat dalam membantu metabolisme dan kerja syaraf dalam tubuh. Di samping itu, tetesilah kedua belah mata dengan obat tetes mata. Karena, obat tetes mata bermanfaat untuk menyegarkan dan membersihkan mata dari kotoran atau debu yang masuk ke dalam kelopak mata. (to/MH)
Rasa lelah dan penat pasti menghinggapi para pengendara motor dan mobil. Apalagi, bila harus melakukan perjalanan jauh dan tidak mempunyai pengemudi cadangan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan tanpa harus bermalam di jalan.
Seyogyanya, ketika tubuh merasa letih dan penat di perjalanan, sebaiknya berhenti dan melakukan istirahat. itulah nasehat dari pakar kebugaran dr. Fleming Deff, Ohio University, Amerika. Menurut Deff, istirahat di rest area (tempat-tempat istirahat bagi pengemudi mobil di sepanjang jalan bebas hambatan) banyak sekali manfaatnya. Khususnya bagi tubuh yang mengalami keletihan. Dengan istirahat, otot-otot tubuh bisa mengendur kembali. Melemasnya otot, juga berpengaruh besar bagi syaraf yang sebelumnya menegang dan bisa ikut mengendur pula.
Pengenduran ini secara simultan akan mempengaruhi metabolisme dalam tubuh. Sehingga, pengemudi yang terlalu lelah gampang sekali tertidur, bahkan dalam posisi sedang duduk sekalipun. Hal yang sama, jika kondisi fisik yang sudah lelah, namun tetap juga dipaksakan, maka klimaksnya, semua otot-otot dan organ tubuh lainnya secara serempak akan berhenti bekerja atau mengendur secara tiba-tiba. Atau dengan kata lain tertidur.
Merasa mengantuk dan tertidur inilah yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya, karena antara mata, otak, dan anggota tubuh lainnya sudah tidak bisa bekerja sebagaimana adanya di dalam tubuh. Otak sudah tidak bisa lagi mengkomandoi organ-organ tersebut agar tetap bekerja.
Minum kopi atau meminum suplemen penambah energi lainnya yang banyak beredar di pasaran, bukan suatu hal yang bijaksana. Karena kafein yang ada di kopi dapat menyebabkan jantung lebih cepat berdebar, sehingga pembuluh darah menjadi ekstra keras. Sedangkan syaraf dan organ tubuh lainnya yang sudah menegang dipaksa untuk bekerja lembur pula. Pada sebagian orang yang sudah terbiasa meminum kopi, dampak tersebut tidak akan berarti karena sudah resis, tidak mempan lagi.
Begitu juga dengan minuman penambah energi yang banyak dikonsumsi para pengemudi truk trailer memang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tapi, beberapa zat yang terkandung dalam minuman itu, secara tidak sadar telah menjadikan tubuh sebagai rumah yang enak untuk lemak dan bisa memperkecil saluran urine yang berakibat bisa menyebabkan prostat dan batu ginjal.
Jalan terbaik bagi pengemudi yang lelah adalah istirahat. Tapi, jika terpaksa harus melanjutkan perjalanan, saat lelah dan penat menyerang, sebaiknya berhenti dan keluar dari dalam mobil atau turun dari motor.
Kemudian, hirup udara bersih melalui hidung dalam-dalam, lakukanlah sebanyak 10-15 kali. Karena, semakin banyak oksigen ke dalam tubuh semakin bagus untuk membantu meringkan beban otot dan syaraf yang telah tegang.
Bukalah kedua belah tangan lebar-lebar sambil membusungkan dada beberapa kali. Lalu, lakukanlah senam kecil beberapa kali sesuai gerakan yang anda bisa, jumlah hitungan kanan dan kiri harus seimbang. Misalnya ke kanan 5 kali, kekiri 5 kali.
Setelah tubuh mulai terasa agak lemas dan lebih segar, lakukan jogging di tempat. Alas kaki sebaiknya jangan terbuat dari kulit tapi terbuat dari karet. Yang terbaik, saat jogging jangan menggunakan alas kaki sama sekali agar titik-titik syaraf yang menjadi simpul ke berbagai organ tubuh bisa tersentuh lantai, rumput atau aspal secara langsung. Lakukan hal ini selama 5 menit.
Kemudian, lakukan lompatan-lompatan kecil selama 5 menit pula. Ketika tubuh sudah mulai berkeringat, lakukan jogging secara santai dan langkah pendek, memutari mobil atau rest area selama 5 menit.
Jika merasa lapar, makanlah makan-makanan kecil atau buah-buahan dan banyak minum air putih. Hindari minuman ringan dan suplemen. Air putih sangat bermanfaat dalam membantu metabolisme dan kerja syaraf dalam tubuh. Di samping itu, tetesilah kedua belah mata dengan obat tetes mata. Karena, obat tetes mata bermanfaat untuk menyegarkan dan membersihkan mata dari kotoran atau debu yang masuk ke dalam kelopak mata. (to/MH)
Jumat, 08 Januari 2010
Gerakan Disiplin
SMP NU-1 Gresik, 20 Oktober 2009
Menjaring beberapa anak yang dengan sengaja dan berdasarkan pengakuan saksi-saksi anak-anak tersebut terbukti dengan sah memakai ....sabuk-sabuk diluar ketentuan sekolah. Perkara ini langsung ditangani oleh tim disiplin yang langsung
dilakaukan razia. Razia kali tim mendapatkan bantuan dari kepolisian, Polres Gresik.
Tim disiplin melakukan razia mulai kelas VII A sampai IX C.
Kamis, 07 Januari 2010
Gerakan Disiplin
Tegakkakan Disiplin Demi Masa Depan Siswa
Gerakan disiplin siswa yang disampaikan oleh Kepala Sekolah Bapak Nizar Fanani, S.H. disambut beragam oleh guru, siswa dan wali murid. Melalui rapat rutin kepala sekolah dan guru pada awal tahun pelajaran 2009-2010, banyak yang masukan dari dewan guru diantaranya masalah kedisiplinan siswa. Mendengar masukan itu Bapak kepala sekolah menerbitkan Surat Keputusan mengangkat tugas sebagai tim disiplin yang diketuai oleh Bapak Mahmudiono, S.Pd. yang dibantu oleh Bapak Lukis, Bapak Sumarto dan Ibu Nikmatussakdiyah. Tim ini bertugas untuk menertibkan setiap pelanggaran baik kenakalan maupun disiplin pakaian.
Dalam waktu dua bulan sejak ditetapkan tim disiplin ini banyak pelanggaran atau kasus yang berhasil diidentifikasi dan diselesaikan. Kasus tesebut adalah bertengkar antas siswa, terlambat masuk, pulang, sepatu, dasi, ikat pinggang, kaos kaki, topi, baju. Peanganan kasus tersebut adalah melalui kerjasama semua pihak petugas kemanan, BP dan Wali kelas akhirnya sedikit-demi sedikit kasus tersebut dapat diminimalisasi dan membaik.
Oleh: Don72
Gerakan disiplin siswa yang disampaikan oleh Kepala Sekolah Bapak Nizar Fanani, S.H. disambut beragam oleh guru, siswa dan wali murid. Melalui rapat rutin kepala sekolah dan guru pada awal tahun pelajaran 2009-2010, banyak yang masukan dari dewan guru diantaranya masalah kedisiplinan siswa. Mendengar masukan itu Bapak kepala sekolah menerbitkan Surat Keputusan mengangkat tugas sebagai tim disiplin yang diketuai oleh Bapak Mahmudiono, S.Pd. yang dibantu oleh Bapak Lukis, Bapak Sumarto dan Ibu Nikmatussakdiyah. Tim ini bertugas untuk menertibkan setiap pelanggaran baik kenakalan maupun disiplin pakaian.
Dalam waktu dua bulan sejak ditetapkan tim disiplin ini banyak pelanggaran atau kasus yang berhasil diidentifikasi dan diselesaikan. Kasus tesebut adalah bertengkar antas siswa, terlambat masuk, pulang, sepatu, dasi, ikat pinggang, kaos kaki, topi, baju. Peanganan kasus tersebut adalah melalui kerjasama semua pihak petugas kemanan, BP dan Wali kelas akhirnya sedikit-demi sedikit kasus tersebut dapat diminimalisasi dan membaik.
Oleh: Don72
Makna Kehidupan
Tak Akan Tertukar Rezekimu.....
Tulisan 8 Januari 1995 Ry, seperti biasa sore ini aku memandang ke luar
jendela, nunggu someone. Seorang gadis yang tak kuketahui nama dan rumahnya
dimana, tapi selalu kulihat setiap pagi dan sore berjalan di depan rumahku.
Kamu tahu kan Ry, kalau aku suka sama "gadis pujaanku" sejak 2 tahun yang lalu.
Ia membawa pesona yang lain dari yang lain. Wajahnya yang baby-face, hidungnya
yang mancung, matanya yang bulat, bibirnya yang mungil dan rambutnya yang
panjang ditambah kulitnya yang mulus, maka lengkaplah sudah ia menjadi "gadis
pujaanku", Ry!
9 Januari 1995 Hari ini perasaanku kacau ,Ry. Setelah melihat "gadis pujaanku"
bergandengan tangan dengan cowok lain. Kamu bisa membayangkan dong, bagaimana
perasaanku, Ry? Aku tidak rela melihat mereka berdua. "Si gadis pujaanku"
digandengnya dengan mesra. Ingin rasanya memisahkan mereka, tapi apa dayaku?Aku
bukan siapa-siapanya, Ry. Gimana, dong???
10 Januari 1995 Ry, setelah kejadian kemarin aku jadi nggak punya semangat
hidup. Makan nggak enak, tidur tak nyenyak dan belajar pun tak mengerti.
Pokoknya hari ini hari beteeee banget!
19 Februari 1995 Maaf ya Ry, udah sebulan nggak ketemu. Biasa lagi males,
nich! Tapi kamu tetep jadi sohib terbaikku kok! Tau nggak Ry, ternyata "si
gadis pujaanku" udah pegat ama cowoknya. Aku tau tahu itu waktu kemarin di
Mall CINERE, mereka lagi marahan. Wuiih, aku jadi seneng deh, berarti masih
ada kesempatan, dong! Pokoknya selama janur kuning belum terpasang , masih
ada kesempatan lah!
20 Februari 1995 Ry, hari ini ada berita yang menggemparkan seluruh isi
dunia, lho. (nggak juga sich!). Itu tuh, " si gadis pujaanku" potong rambut,
brondol lagi! Tapi nggak apalah dia tetep cuantik kok, nggak kalah dech ama
yang namanya Demi Moore. Dia jadi tambah imut, lho. Wah, coba kalau kamu punya
mata Ry, kamu bakalan jadi sainganku dech! Percaya nggak ??
25 April 1995 Nggak kerasa ya Ry, waktu berlalu dengan cepat. Aku udah mau
ujian semester genap. Mau naik kelas III. Eh, ngomong-ngomong dia juga lagi
pengen EBTANAS, nich! Kira-kira "si gadis pujaanku" masuk SMU mana ya? Masuk
ke SMU-ku, nggak? Udah ah, jangan mikirin dia mulu kapan belajarnya, donk!
N'tar nilainya jelek, dech. Nggak mauuuu...
13 Juli 1995 Eh Ry, sekarang aku udah kelas III SMU, nich! Udah gede yah,
walau kadang-kadang aku masih merasa seperti anak kecil. Tapi hari ini aku
lagi seneng banget soalnya nilai raportku lumayan bagus, rangking 3, boo!!
Siiplah, koleksi Tamiya-ku nambah satu, dech. (hadiah dari bokap). Eh Ry,
"si gadis pujaanku" ternyata masuk SMU favorit lho, SMU 999. Wow, nggak
sembarangan orang tuh yang bisa masuk ke SMU itu. Ternyata "gadis pujaanku"
pinter juga, yah! (Jadi bangga, nich!).
14 Juli 1995 Hari ini ada pemandangan aneh lho, Ry. "si gadis pujaanku" lagi
MOS, deh! Tau kan MOS? Itu lho, Masa Orientasi Siswa. Soalnya rambutnya yang
bagus itu diiket sembilan, terus bawa-bawa kardus Indomie pula dipunggungnya
(kaya pemulung aja, ya!). Tapi "si gadis pujaanku" itu tetep aja cuaantik!
Pokoknya didandanin seperti apapun, si gadis tetep aja cantik bagiku!
(bener, lho!!).
19 Juli 1995 Hari ini aku dibikin malu sekelas, Ry. Dasar si doer Slamet,
dia koar-koar ke seluruh isi kelas kalo aku lagi suka sama seorang gadis.
Aku yang terkenal dingin ama cewek ini, jadi ketauan deh belangnya. Memang
salahku juga sih, curhat di belakang buku matek's (habis lagi bete sih!).
Terus dibaca deh, ama si doer Slamet. Tapi yang membuatku lebih malu lagi,
itu ulahnya si Tejo cs. Mereka berteriak " Woro-woro! Ada kabar gembira lho,
Temen kita yang satu ini udah normal kembali, lho!". Dasar gila!
21 Juli 1995 Surprise!! Hari ini "si gadis pujaanku" berangkat ke sekolah
dengan penutup kepala alias kerudung. Aduh sayang deh, rambutnya yang lebat
dan hitam itu tertutup oleh sehelai kain. Tapi biarlah, dia tetep cantik
bagiku dengan tubuhnya yang langsing dan kulit wajahnya yang putih itu, Ry.
Nggak apa-apa dong, Ry!
22 November 1995 Dari hari ke hari aku nambah bingung lho, Ry! "Si gadis
pujaanku" banyak berubah. What's happened with my girl? Awalnya dia potong
rambut terus pake kerudung dan sekarang dia pakai jubah (gamis), Ry! Coba
bayangkan, tubuhnya yang langsing itu tidak terlihat lagi. Tapi ada yang aneh
deh. Apanya yah? Oh iya, dia nambah anggun lho!
14 Maret 1996 Hari ini aku nekat ngikutin dia,Ry. Kebetulan hari ini kan hari
minggu, lagi libur sekolah. Tapi "si gadis pujaanku " seperti biasa dengan
jubahnya yang dikenakannya itu, dia pergi entah kemana yang nantinya aku juga
akan tau. Selama perjalanan aku berusaha agar nggak diketahui olehnya, hingga
pada suatu tempat ia berhenti dan masuk ke dalam gedung. Ada acara apa, ya?
Ternyata acara seminar. Setelah aku baca spanduk besar yang terpampang dengan
judul "INDAHNYA ISLAM", aku jadi tertarik dengan acara tersebut, Ry. Akhirnya
aku ikuti acara tersebut sampai habis, kemudian pada akhirnya aku merasakan ada
suatu kalimat yang membuat aku terkesima yaitu ketika pembicara mengatakan "...
Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala
sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai
semua aturan itu". Karena kalimat itulah aku merasa terpanggil untuk mengetahui
lebih dalam lagi tentang agamaku sendiri. Tanpa terasa si gadis pun terlupakan
olehku, Ry.
29 Oktober 1996 Ry, sudah tujuh bulan ini aku belajar tentang Islam. Mulai
dengan membaca buku-buku tentang Islam, mendengar ceramah sampai mengikuti
berbagai seminar. Seperti halnya pada hari ini, aku mengikuti sebuah seminar
yang berjudul "Nidzon Istima'i fil Islam" (Sistem Pergaulan dalam Islam).
Dari sini aku mulai mengetahui mengapa si gadis memakai jilbab (pakaian longgar
yang menutupi tubuh tanpa potongan alias jubah), karena itu memang sudah
menjadi kewajibannya, terus larangan berpacaran, kewajiban ghadul bashar
(memelihara pandangan), dan masih banyak lagi. Dari seminar kali ini aku juga
dapat kenalan baru, lho! Namanya Kak Faisal, orangnya baik dan banyak
mengetahui tentang Islam. Kamu pasti akan suka dia deh, Ry!
8 Januari 1997
Ry, aku sudah tau segalanya. Aku harus melupakan "si gadis pujaanku". "Kalau
memang jodoh nggak akan kemana", begitu kata kak Faisal. Dan aku jadi sadar
bahwa hanya Allah dan Rasul-Nyalah cinta sejatiku. Mulai saat ini pun aku
mulai belajar Islam dengan kak Faisal, Ry.
9 Februari 2001, empat tahun kemudian ... Lama aku nggak punya catatan harian,
Ry. Sekarang aku sudah dewasa, sudah kerja. Bukan lagi anak SMU ataupun anak
kuliahan. Ry, kamu masih ingat kan dengan "si gadis pujaanku"? Sekarang aku
sudah tau namanya, bahkan alamatnya. Namanya Safitri Azkiyah tertulis di atas
kartu undangan dengan tinta emas bersama dengan namaku, Adhan Ramadhan, SE.
Ya, kamu benar Ry! Dia akan menjadi istriku besok.
Kalo jodoh memang tak kan kemana!
Tak akan tertukar rezekimu.......
Oleh: Dion72
Tulisan 8 Januari 1995 Ry, seperti biasa sore ini aku memandang ke luar
jendela, nunggu someone. Seorang gadis yang tak kuketahui nama dan rumahnya
dimana, tapi selalu kulihat setiap pagi dan sore berjalan di depan rumahku.
Kamu tahu kan Ry, kalau aku suka sama "gadis pujaanku" sejak 2 tahun yang lalu.
Ia membawa pesona yang lain dari yang lain. Wajahnya yang baby-face, hidungnya
yang mancung, matanya yang bulat, bibirnya yang mungil dan rambutnya yang
panjang ditambah kulitnya yang mulus, maka lengkaplah sudah ia menjadi "gadis
pujaanku", Ry!
9 Januari 1995 Hari ini perasaanku kacau ,Ry. Setelah melihat "gadis pujaanku"
bergandengan tangan dengan cowok lain. Kamu bisa membayangkan dong, bagaimana
perasaanku, Ry? Aku tidak rela melihat mereka berdua. "Si gadis pujaanku"
digandengnya dengan mesra. Ingin rasanya memisahkan mereka, tapi apa dayaku?Aku
bukan siapa-siapanya, Ry. Gimana, dong???
10 Januari 1995 Ry, setelah kejadian kemarin aku jadi nggak punya semangat
hidup. Makan nggak enak, tidur tak nyenyak dan belajar pun tak mengerti.
Pokoknya hari ini hari beteeee banget!
19 Februari 1995 Maaf ya Ry, udah sebulan nggak ketemu. Biasa lagi males,
nich! Tapi kamu tetep jadi sohib terbaikku kok! Tau nggak Ry, ternyata "si
gadis pujaanku" udah pegat ama cowoknya. Aku tau tahu itu waktu kemarin di
Mall CINERE, mereka lagi marahan. Wuiih, aku jadi seneng deh, berarti masih
ada kesempatan, dong! Pokoknya selama janur kuning belum terpasang , masih
ada kesempatan lah!
20 Februari 1995 Ry, hari ini ada berita yang menggemparkan seluruh isi
dunia, lho. (nggak juga sich!). Itu tuh, " si gadis pujaanku" potong rambut,
brondol lagi! Tapi nggak apalah dia tetep cuantik kok, nggak kalah dech ama
yang namanya Demi Moore. Dia jadi tambah imut, lho. Wah, coba kalau kamu punya
mata Ry, kamu bakalan jadi sainganku dech! Percaya nggak ??
25 April 1995 Nggak kerasa ya Ry, waktu berlalu dengan cepat. Aku udah mau
ujian semester genap. Mau naik kelas III. Eh, ngomong-ngomong dia juga lagi
pengen EBTANAS, nich! Kira-kira "si gadis pujaanku" masuk SMU mana ya? Masuk
ke SMU-ku, nggak? Udah ah, jangan mikirin dia mulu kapan belajarnya, donk!
N'tar nilainya jelek, dech. Nggak mauuuu...
13 Juli 1995 Eh Ry, sekarang aku udah kelas III SMU, nich! Udah gede yah,
walau kadang-kadang aku masih merasa seperti anak kecil. Tapi hari ini aku
lagi seneng banget soalnya nilai raportku lumayan bagus, rangking 3, boo!!
Siiplah, koleksi Tamiya-ku nambah satu, dech. (hadiah dari bokap). Eh Ry,
"si gadis pujaanku" ternyata masuk SMU favorit lho, SMU 999. Wow, nggak
sembarangan orang tuh yang bisa masuk ke SMU itu. Ternyata "gadis pujaanku"
pinter juga, yah! (Jadi bangga, nich!).
14 Juli 1995 Hari ini ada pemandangan aneh lho, Ry. "si gadis pujaanku" lagi
MOS, deh! Tau kan MOS? Itu lho, Masa Orientasi Siswa. Soalnya rambutnya yang
bagus itu diiket sembilan, terus bawa-bawa kardus Indomie pula dipunggungnya
(kaya pemulung aja, ya!). Tapi "si gadis pujaanku" itu tetep aja cuaantik!
Pokoknya didandanin seperti apapun, si gadis tetep aja cantik bagiku!
(bener, lho!!).
19 Juli 1995 Hari ini aku dibikin malu sekelas, Ry. Dasar si doer Slamet,
dia koar-koar ke seluruh isi kelas kalo aku lagi suka sama seorang gadis.
Aku yang terkenal dingin ama cewek ini, jadi ketauan deh belangnya. Memang
salahku juga sih, curhat di belakang buku matek's (habis lagi bete sih!).
Terus dibaca deh, ama si doer Slamet. Tapi yang membuatku lebih malu lagi,
itu ulahnya si Tejo cs. Mereka berteriak " Woro-woro! Ada kabar gembira lho,
Temen kita yang satu ini udah normal kembali, lho!". Dasar gila!
21 Juli 1995 Surprise!! Hari ini "si gadis pujaanku" berangkat ke sekolah
dengan penutup kepala alias kerudung. Aduh sayang deh, rambutnya yang lebat
dan hitam itu tertutup oleh sehelai kain. Tapi biarlah, dia tetep cantik
bagiku dengan tubuhnya yang langsing dan kulit wajahnya yang putih itu, Ry.
Nggak apa-apa dong, Ry!
22 November 1995 Dari hari ke hari aku nambah bingung lho, Ry! "Si gadis
pujaanku" banyak berubah. What's happened with my girl? Awalnya dia potong
rambut terus pake kerudung dan sekarang dia pakai jubah (gamis), Ry! Coba
bayangkan, tubuhnya yang langsing itu tidak terlihat lagi. Tapi ada yang aneh
deh. Apanya yah? Oh iya, dia nambah anggun lho!
14 Maret 1996 Hari ini aku nekat ngikutin dia,Ry. Kebetulan hari ini kan hari
minggu, lagi libur sekolah. Tapi "si gadis pujaanku " seperti biasa dengan
jubahnya yang dikenakannya itu, dia pergi entah kemana yang nantinya aku juga
akan tau. Selama perjalanan aku berusaha agar nggak diketahui olehnya, hingga
pada suatu tempat ia berhenti dan masuk ke dalam gedung. Ada acara apa, ya?
Ternyata acara seminar. Setelah aku baca spanduk besar yang terpampang dengan
judul "INDAHNYA ISLAM", aku jadi tertarik dengan acara tersebut, Ry. Akhirnya
aku ikuti acara tersebut sampai habis, kemudian pada akhirnya aku merasakan ada
suatu kalimat yang membuat aku terkesima yaitu ketika pembicara mengatakan "...
Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala
sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai
semua aturan itu". Karena kalimat itulah aku merasa terpanggil untuk mengetahui
lebih dalam lagi tentang agamaku sendiri. Tanpa terasa si gadis pun terlupakan
olehku, Ry.
29 Oktober 1996 Ry, sudah tujuh bulan ini aku belajar tentang Islam. Mulai
dengan membaca buku-buku tentang Islam, mendengar ceramah sampai mengikuti
berbagai seminar. Seperti halnya pada hari ini, aku mengikuti sebuah seminar
yang berjudul "Nidzon Istima'i fil Islam" (Sistem Pergaulan dalam Islam).
Dari sini aku mulai mengetahui mengapa si gadis memakai jilbab (pakaian longgar
yang menutupi tubuh tanpa potongan alias jubah), karena itu memang sudah
menjadi kewajibannya, terus larangan berpacaran, kewajiban ghadul bashar
(memelihara pandangan), dan masih banyak lagi. Dari seminar kali ini aku juga
dapat kenalan baru, lho! Namanya Kak Faisal, orangnya baik dan banyak
mengetahui tentang Islam. Kamu pasti akan suka dia deh, Ry!
8 Januari 1997
Ry, aku sudah tau segalanya. Aku harus melupakan "si gadis pujaanku". "Kalau
memang jodoh nggak akan kemana", begitu kata kak Faisal. Dan aku jadi sadar
bahwa hanya Allah dan Rasul-Nyalah cinta sejatiku. Mulai saat ini pun aku
mulai belajar Islam dengan kak Faisal, Ry.
9 Februari 2001, empat tahun kemudian ... Lama aku nggak punya catatan harian,
Ry. Sekarang aku sudah dewasa, sudah kerja. Bukan lagi anak SMU ataupun anak
kuliahan. Ry, kamu masih ingat kan dengan "si gadis pujaanku"? Sekarang aku
sudah tau namanya, bahkan alamatnya. Namanya Safitri Azkiyah tertulis di atas
kartu undangan dengan tinta emas bersama dengan namaku, Adhan Ramadhan, SE.
Ya, kamu benar Ry! Dia akan menjadi istriku besok.
Kalo jodoh memang tak kan kemana!
Tak akan tertukar rezekimu.......
Oleh: Dion72
Foto Bersama Guru 09

Memorial Wisudawan '09
Gresik, 07 Juli 2009
Momentum indah ini digunakan Dewan guru untuk foto bersama.
Setelah tiga tahun mengantarkan para siswa kelas IX SMP NU-1 Gresik sampailah pada masanya. Kebersamaan yang dibina, interaksi dan komunikasi bersama antar guru dan siswa terjalin. Segala masalah senantiasa muncul dan terlelesaikan. Kenanagan pahit dan manis bak riak gelombang. Titipan pesan dan ilmu senantiasa jadi kompas penunjuk jalan. Secuil harapan dan segenggam impian untuk mewujudkan cita-cita. Doa dan Pujian mengantarkan perpisahan. Linangan air mata berlinang, isakan dan pandangan kasih sayang memberikan ukiran kata selamat jalan anak-anakku. Lanjutkan dan tetap semangat. Jadikan dirimu berguna untuk keluarga dan masyarakat.
Oleh: Dion72
Rabu, 06 Januari 2010
Puisi Karyaku
“Gus Dur” Bapak Pluralisme
Oleh: Dion72
Rabu, 18.45 berkabung
Bapak Bangsa telah tiada
Bapak kaum marginal pulang ke haribaan
Bapak NU dijemput malaikat
Bapak Seluruh umat tersenyum menghadap
Bapak demokrasi menutup mata
Bapak pluralisme wafat
Bapak dari bapak meninggalkan pesan terakhir
Teruskan perjuangan
Teruskan membela yang lemah
Teruskan memberantas ketidakadilan
Tersukan memperjuangan hah asasi manusia
Teruskan memelihara perbedaan
Buang sekat-sekat yang memisahkan dan membedahkan
Wujudkan cita-caita, membangun negeri ini bersama-sama
Hilangkan perbedaan ras, suku, agama dan budaya
Karena kita menghargai BINEKA TUNGGAL EKA
“ GUS DUR” TELADAN UMAT
Oleh: Dion72
Kesederhanaan Kau tujukkan dalam setiap gaya hidup
Ketegaran kau panjarkan setiap kemelut
Kerasnya prinsip, lembutnya bicara Kau tampakkan
Kau lindungi kaum lemah, Kau besarkan yang kecil
Kebebasan terbuka, nafas mengalir lega
Mendung kelam, ubah terang benderang
Kerdilnya wawasan membuat picik diri
Kerasnya ujian, begitu mudah Kau rasakan
Satunya hati umat mengenang kepergianMu.
Selamat Jalan Gus Dur...
Nama Besar Gus Dur
Oleh: Don72
Siapa yang tidak tahu...
Siapa yang tidak kenal...
Siapa yang tidak mendengar...
Siapa yang tidak melihat....
Nama besarMu
K.H. Abdurrahman Wahid
Kalaupun ada yang tidak tahu
Atau pura-pura tidak tahu
Orang itu mungkin tuli, masi belum ada, buta, atau mati rasa atau hatinya sakit
Namun tidak salah, itu urusan mereka
Tapi jangan tutup mata
Gus Dur Luar Biasa... biasa diluar
Urusi umat
Mendung Kelam Negeri
Oleh: Dion72
Matahari tak lelah sinari negeri ini
bersinar terang, terangi hati
Udara sejuk menyapa kulit ari
Kaki lima bergegas pergi
Pemulung bangga dengan supit dan ranjang di tangan
Tukang bakso bersihkan grobak
Para pegawai dengan baju kebesarannya beranjak ke kantor
Tukang ojeg menyandarkan sepeda sambil minum kopi
Petani menyebarkan ZA dan UREA
menyapa alam dengan sabit dan cangkul
sementara
Warung-warung kopi berasap rokok
Tiba-tiba...
Awan kelam menutupi negeri
Gelap, kelam, sunyi, sepi dan tak berarti
Petir menyambar setiap jiwa, hati berduka, telinga tergetar,
Air mata tak mau sembunyi
Pelita negeri ini memadamkan diri
Tuk kembali menghadap Sang Khaliq
Selamat Jalan Kiai....
Sang Jenius Telah Pergi
Oleh: Dion72
Sejuta mungkin sepuluh
Seratus mungkin satu
Atau mungkin tidak ada...
Ya,.. mungkin tidak ada lagi
Kalaupun ada mungkin tidak sama
Atau ratusan tahun lagi
Sosok suami dari istri yang setia hati
bapak dari anak-anak yang menjadi pelindung
dan oase menyejukkan hati
Para biksu, pendeta, kiai khos,politikus dalam dan luar negeri
Terlindungi karena kasih sayangnya.
Luasnya dunia tak jadi dekat ditanganMu
Perbedaan bahasa Kau kuasai
Tuk satukan negeri ini.
” Gur Dur ” Memang Pahlawan
Oleh: Dion72
Pahlawan bukan sekedar kata
Pahlawan bukan orang biasa
Pahlawan bukan basa-basi
Pahlawan adalah gelar jasa
Bukan diminta atau dibeli
Tapi
Pahlawan itu hasil pengorbanan
Pahlawan itu hasil ketulusan
Pahlawan adalah hasil perjuangan lama
Pahlawan tidak perlu ditetapkan
Tapi pahlawan hádala pengakuan yang tulus
Dari orang-orang yang tahu menghargai pahlawan.
Gus Dur memang pahlawan.
Tahlil Duka
Oleh: Dion72
Kamis duka,
Rabu malam itu benar-benar membuat rakyat negeri ini menangis
Jutaan jiwa terpana, terpukul dan terkejut dengan wafatnya
Kiai kharismatik
Tuntunan umat sedunia dari berbagai suku dan agama
Indonesia berkabung
Berdera setenga tiang dikibarkan di kota sampai pelosok negeri
Gemuru tahlil dan ayat-ayat suci bergema
Ribuan pelayat saksikan tubuh lemah tak berdaya
Jutaan mata menatap TV dengarkan berita
Ciganjur dukamu adalah duka kami
Tebu ireng tangismu adalah tangisan kami
Kami saudaraMu
Umat islam, kristen, hindu, budha dan Konghucu
Yang merasa damai di sisiMu
Berdoa atas nama Tuhan untukMu
Selamat Jalan Gus Dur...
Do’a dan Tahlil mengirinMu
Oleh: Dion72
Rabu, 18.45 berkabung
Bapak Bangsa telah tiada
Bapak kaum marginal pulang ke haribaan
Bapak NU dijemput malaikat
Bapak Seluruh umat tersenyum menghadap
Bapak demokrasi menutup mata
Bapak pluralisme wafat
Bapak dari bapak meninggalkan pesan terakhir
Teruskan perjuangan
Teruskan membela yang lemah
Teruskan memberantas ketidakadilan
Tersukan memperjuangan hah asasi manusia
Teruskan memelihara perbedaan
Buang sekat-sekat yang memisahkan dan membedahkan
Wujudkan cita-caita, membangun negeri ini bersama-sama
Hilangkan perbedaan ras, suku, agama dan budaya
Karena kita menghargai BINEKA TUNGGAL EKA
“ GUS DUR” TELADAN UMAT
Oleh: Dion72
Kesederhanaan Kau tujukkan dalam setiap gaya hidup
Ketegaran kau panjarkan setiap kemelut
Kerasnya prinsip, lembutnya bicara Kau tampakkan
Kau lindungi kaum lemah, Kau besarkan yang kecil
Kebebasan terbuka, nafas mengalir lega
Mendung kelam, ubah terang benderang
Kerdilnya wawasan membuat picik diri
Kerasnya ujian, begitu mudah Kau rasakan
Satunya hati umat mengenang kepergianMu.
Selamat Jalan Gus Dur...
Nama Besar Gus Dur
Oleh: Don72
Siapa yang tidak tahu...
Siapa yang tidak kenal...
Siapa yang tidak mendengar...
Siapa yang tidak melihat....
Nama besarMu
K.H. Abdurrahman Wahid
Kalaupun ada yang tidak tahu
Atau pura-pura tidak tahu
Orang itu mungkin tuli, masi belum ada, buta, atau mati rasa atau hatinya sakit
Namun tidak salah, itu urusan mereka
Tapi jangan tutup mata
Gus Dur Luar Biasa... biasa diluar
Urusi umat
Mendung Kelam Negeri
Oleh: Dion72
Matahari tak lelah sinari negeri ini
bersinar terang, terangi hati
Udara sejuk menyapa kulit ari
Kaki lima bergegas pergi
Pemulung bangga dengan supit dan ranjang di tangan
Tukang bakso bersihkan grobak
Para pegawai dengan baju kebesarannya beranjak ke kantor
Tukang ojeg menyandarkan sepeda sambil minum kopi
Petani menyebarkan ZA dan UREA
menyapa alam dengan sabit dan cangkul
sementara
Warung-warung kopi berasap rokok
Tiba-tiba...
Awan kelam menutupi negeri
Gelap, kelam, sunyi, sepi dan tak berarti
Petir menyambar setiap jiwa, hati berduka, telinga tergetar,
Air mata tak mau sembunyi
Pelita negeri ini memadamkan diri
Tuk kembali menghadap Sang Khaliq
Selamat Jalan Kiai....
Sang Jenius Telah Pergi
Oleh: Dion72
Sejuta mungkin sepuluh
Seratus mungkin satu
Atau mungkin tidak ada...
Ya,.. mungkin tidak ada lagi
Kalaupun ada mungkin tidak sama
Atau ratusan tahun lagi
Sosok suami dari istri yang setia hati
bapak dari anak-anak yang menjadi pelindung
dan oase menyejukkan hati
Para biksu, pendeta, kiai khos,politikus dalam dan luar negeri
Terlindungi karena kasih sayangnya.
Luasnya dunia tak jadi dekat ditanganMu
Perbedaan bahasa Kau kuasai
Tuk satukan negeri ini.
” Gur Dur ” Memang Pahlawan
Oleh: Dion72
Pahlawan bukan sekedar kata
Pahlawan bukan orang biasa
Pahlawan bukan basa-basi
Pahlawan adalah gelar jasa
Bukan diminta atau dibeli
Tapi
Pahlawan itu hasil pengorbanan
Pahlawan itu hasil ketulusan
Pahlawan adalah hasil perjuangan lama
Pahlawan tidak perlu ditetapkan
Tapi pahlawan hádala pengakuan yang tulus
Dari orang-orang yang tahu menghargai pahlawan.
Gus Dur memang pahlawan.
Tahlil Duka
Oleh: Dion72
Kamis duka,
Rabu malam itu benar-benar membuat rakyat negeri ini menangis
Jutaan jiwa terpana, terpukul dan terkejut dengan wafatnya
Kiai kharismatik
Tuntunan umat sedunia dari berbagai suku dan agama
Indonesia berkabung
Berdera setenga tiang dikibarkan di kota sampai pelosok negeri
Gemuru tahlil dan ayat-ayat suci bergema
Ribuan pelayat saksikan tubuh lemah tak berdaya
Jutaan mata menatap TV dengarkan berita
Ciganjur dukamu adalah duka kami
Tebu ireng tangismu adalah tangisan kami
Kami saudaraMu
Umat islam, kristen, hindu, budha dan Konghucu
Yang merasa damai di sisiMu
Berdoa atas nama Tuhan untukMu
Selamat Jalan Gus Dur...
Do’a dan Tahlil mengirinMu
Selasa, 05 Januari 2010
Puisi Karyaku
” Gus Dur ” Memang Pahlawan
Oleh: Dion72
Pahlawan bukan sekedar kata
Pahlawan bukan orang biasa
Pahlawan bukan basa-basi
Pahlawan adalah gelar jasa
Bukan diminta atau dibeli
Tapi
Pahlawan itu hasil pengorbanan
Pahlawan itu hasil ketulusan
Pahlawan adalah hasil perjuangan lama
Pahlawan tidak perlu ditetapkan
Tapi pahlawan ádalah pengakuan yang tulus
Dari orang-orang yang tahu menghargai pahlawan.
Gus Dur memang pahlawan.
Tahlil Duka
Oleh: Dion72
Kamis duka,
Rabu malam itu benar-benar membuat rakyat negeri ini menangis
Jutaan jiwa terpana, terpukul dan terkejut dengan wafatnya
Kiai kharismatik
Tuntunan umat sedunia dari berbagai suku dan agama
Indonesia berkabung
Berdera setenga tiang dikibarkan di kota sampai pelosok negeri
Gemuru tahlil dan ayat-ayat suci bergema
Ribuan pelayat saksikan tubuh lemah tak berdaya
Jutaan mata menatap TV dengarkan berita
Ciganjur dukamu adalah duka kami
Tebu ireng tangismu adalah tangisan kami
Kami saudaraMu
Umat islam, kristen, hindu, budha dan Konghucu
Yang merasa damai di sisiMu
Berdoa atas nama Tuhan untukMu
Selamat Jalan Gus Dur...
Do’a dan Tahlil mengirinMu
Oleh: Dion72
Pahlawan bukan sekedar kata
Pahlawan bukan orang biasa
Pahlawan bukan basa-basi
Pahlawan adalah gelar jasa
Bukan diminta atau dibeli
Tapi
Pahlawan itu hasil pengorbanan
Pahlawan itu hasil ketulusan
Pahlawan adalah hasil perjuangan lama
Pahlawan tidak perlu ditetapkan
Tapi pahlawan ádalah pengakuan yang tulus
Dari orang-orang yang tahu menghargai pahlawan.
Gus Dur memang pahlawan.
Tahlil Duka
Oleh: Dion72
Kamis duka,
Rabu malam itu benar-benar membuat rakyat negeri ini menangis
Jutaan jiwa terpana, terpukul dan terkejut dengan wafatnya
Kiai kharismatik
Tuntunan umat sedunia dari berbagai suku dan agama
Indonesia berkabung
Berdera setenga tiang dikibarkan di kota sampai pelosok negeri
Gemuru tahlil dan ayat-ayat suci bergema
Ribuan pelayat saksikan tubuh lemah tak berdaya
Jutaan mata menatap TV dengarkan berita
Ciganjur dukamu adalah duka kami
Tebu ireng tangismu adalah tangisan kami
Kami saudaraMu
Umat islam, kristen, hindu, budha dan Konghucu
Yang merasa damai di sisiMu
Berdoa atas nama Tuhan untukMu
Selamat Jalan Gus Dur...
Do’a dan Tahlil mengirinMu
Puisi Karyaku
Sang Jenius
Oleh: Dion72
Sejuta mungkin sepuluh
Seratus mungkin satu
Atau mungkin tidak ada...
Ya,.. mungkin tidak ada lagi
Kalaupun ada mungkin tidak sama
Atau ratusan tahun lagi
Sosok suami dari istri yang setia hati
bapak dari anak-anak yang menjadi pelindung
dan oase menyejukkan hati
Para biksu, pendeta, kiai khos,politikus dalam dan luar negeri
Terlindungi karena kasih sayangnya.
Luasnya dunia tak jadi dekat ditanganMu
Perbedaan bahasa Kau kuasai
Tuk satukan negeri ini.
Oleh: Dion72
Sejuta mungkin sepuluh
Seratus mungkin satu
Atau mungkin tidak ada...
Ya,.. mungkin tidak ada lagi
Kalaupun ada mungkin tidak sama
Atau ratusan tahun lagi
Sosok suami dari istri yang setia hati
bapak dari anak-anak yang menjadi pelindung
dan oase menyejukkan hati
Para biksu, pendeta, kiai khos,politikus dalam dan luar negeri
Terlindungi karena kasih sayangnya.
Luasnya dunia tak jadi dekat ditanganMu
Perbedaan bahasa Kau kuasai
Tuk satukan negeri ini.
PRESTASI KIR TPI Efan Islami

Moh. Irfan Islami, ya... ya .. itulah siswa SMP NU-1 Gresik yang mendapat juara 2 pada lomba pelajar teladan sekabupaten Gresik dalam naungan Lembaga Ma'arif Nu, 21 Juni 2009. Lomba ini sarat gengsi. puluhan peserta dari sekolah tingkat SMP/MTS berlomba untuk tempat terbaik. Sebenarnya SMP NU-1 sudah mewakilkan dua siswa yang masuk dalam finalis, satunya adalah Moh. Fuad, tapi sayang ia tidak dapat nomor. Apapun hasilnya meraka diakui jempol. Meraka adalah hebat. Is The Best SMP NU -1 Gresik.
Senin, 04 Januari 2010
KIR Sekam

Wajah-wajah tersebut adalah pelaku KIR yang berjudul: Sekam Padi sebagai alternatif penganti BBM
1. Rizki 2. 3. Fadhol
Latar foto ini di suatu desa yang jauh dari kota Gresik. Letaknya di selatan kota kira-kira 20 Km. Sekam diambil dari penggilingan padi di desa ini. Apakah nama desa tersebut ....? yaitu Dusun Njono Desa Pandu Kec. Cerme.
Bagaimana cerita KIR Sekam, baca pada artikel KIR Sekam!`
Kegiatan LDKS SMP NU - 1 Gresik
KIR Panggilan Nama
PENGARUH NAMA PANGGILAN LAIN YANG LEBIH JELEK KEPADA SEORANG ANAK TERHADAP PERANGAI DAN TINGKAH LAKUNYA
( Dalam rangka Lomba Pelajar Teladan Se-Kabupaten Gresik )
Oleh :
TIM KIR SMP NU-1 GRESIK
SMP NU -1 GRESIK
2008
HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL : UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BAHASA INDONESIA MELALUI KOLABURASI MODEL PEMBELAJARAN PAKEM DAN SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS V SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2008-2009 DI MI. KHOIRUL ANAM GANTANG-BOBOH KEC. MENGANTI KAB. GRESIK
( Karya Tulis Ilmiah diajukan untuk Lomba Guru Teladan yang diselenggarakan oleh MWC LP Ma'arif Nu Kec. Menganti Kab. Gresik)
Nama Peneliti: MAHMUDIONO, S.Pd.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Unit Kerja : SMP NU_1 Gresik Telepon : (031) 3972703
Lama Penelitian : 1( satu ) bulan.
Bulan : Oktober 2008
Telah disahkan dan disetujui oleh :
Gresik, 30 Maret 2008
Kepala SMP NU-1 Gresik Penulis
Drs. H. Shohibul Umam MAHMUDIONO, S.Pd.
HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL :PENGARUH PEMANGGILAN NAMA LAIN YANG LEBIH JELEK KEPADA SEORANG ANAK TERHADAP PERANGAI DAN TINGKAH LAKUNYA
( Makalah dibuat dalam rangkah Pelajar Teladan Se-Kabupaten Gresik )
Nama Peneliti : Mahmudiono,S.Pd.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kelas : IX ( sembilan )
NISN/Induk :
Unit Pendidikan : SMP NU -1 Gresik
Lama Pengamatan : 2 ( dua ) bulan.
Bulan : Februai sampai dengan Maret 2008
Telah disahkan dan disetujui oleh :
Gresik, 30 Maret 2008
Kepala SMP NU1 Penulis
M. NIZ AR FANANI, S.H. Mahmudiono
Diterima oleh :
Ketua LP Ma'arif NU Cabang Kab. Gresik
ISMAIL SYARIF, S.Pd., MM
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirobbilalamin, segalah puja dan puji hanya milik Allah . Rahmat dan taufignya hanya dari Allah SWT, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini berisi kajian tentang arti sebuah nama bagi seseorang dan orang tua.,terhadap sikap dan tingkah laku anak dalam kehidupannya. Harapan orang tua nama yang dipilih itu akan sangat bermakna dan mempengaruhu kepribadiannya kelak. Begitulah diantaranya isi dari makalah yang saya tulis.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya malakalah ini tidak lepas dari bantuan pemikiran dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada :
1. Kepala SMP NU-1 Gresik, Bapak Drs. H. Shohibul Umam
2. Rekan-rekan Guru yang membantu dalam penutusan karya tulis ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Lengkong, 18 Juni 2008
Penulis
Mahmudiono, S.Pd.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirobbilalamin, segalah puja dan puji hanya milik Allah . Rahmat dan taufignya hanya dari Allah SWT, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini berisi kajian tentang arti sebuah nama bagi seseorang dan orang tua.,terhadap sikap dan tingkah laku anak dalam kehidupannya. Harapan orang tua nama yang dipilih itu akan sangat bermakna dan mempengaruhu kepribadiannya kelak. Begitulah diantaranya isi dari makalah yang saya tulis.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya malakalah ini tidak lepas dari bantuan pemikiran dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada :
1. Ketua Yayasan Ponpes Bani Hasyim Lengkong – Cerme – Gresik, Bapak Yth. Ibu Nyai Hj. Zunaijah Faizah dan Bapak KH. Saiful Rizal, SH.
2. Rekan-rekan GURU MTs. Bani Hasyim Lengkong – Cerme – Gresik.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan .
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Lengkong, 25Agustus 2008
Penulis
MAHMUDIONO,S.Pd.
iii
ABSTRAK
PENGARUH PEMANGGILAN NAMA LAIN YANG LEBIH JELEK KEPADA ANAK TERHADAP PERANGAI
DAN TINGKAH LAKUNYA
( Studi Observasi kebiasaan anak dalam berinteraksi di lingkungan sekolah)
Oleh : Mahmudiono, S.Pd.
Setiap orang tua pasti memilihkan nama yang terbaikkepada nanaknya. Pemilihan nama itu suda ada sejak anak masih dalam kandungan ibu. Bagi seorang muslim nama-nama yang berikan ke anak akan lebih bermakna apabila dicarikan dalam Al-Qur'an atau dalam Asmaul Khusnah.
Nama-nama yang indah dan bermakna mulia itu diharapkan akan dapat mempengaruhi perilaku, perangai dan tingkah lakunya dalam bergaul dalam masyarakat kelak.Tapi apa yang terjadi, fenomena adanya ketidakbanggaan terhadap nama yang diberikan orang tua mulai terlihat. Seorang anak bernama Ahmad Zamroni dipanggil gepeng, Ismail dipanggil belek, Moh. Yahya dipanggil Embek dan banyak nama-nama lain yang dirasa lebih jelek dan tidak bermartabat.
Alangkah kecewa dan sedihnya orang tua, mendengar anaknya yang dipanggil dengan panggilan yang lebih jelek.Padahal darinama itu digantungkan harapan tentang anaknya kelak. Mengapa ini terjadi dan apa yang mempengaruhi ?
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan cepat. Tranformasi komunikasi mengena dan menyentuh semua kalangan. Arus informasi ini membawa dampak positif dan negatif. Damak negatifnya adalah adanya pergeseran nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat. Hal yang paling kecil adalah seperti yang sudah penulis sebutkan di atas, yaitu adanya rasa ketidakbanggaan anak terhadap nama yang diberikan orang tua.
Kata kunci : arti sebuah nama, muslim, dakwa. Citra islam,fenomena.
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................................ii
KATA PENGANTAR ................................................................................................iii
ABSTRAK ...................................................................................................................iv
DAFTAR ISI .................................................................................................................v
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................2
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................2
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pentingnya Pemilihan nama bagi anak /Arti sebuah nama....................3-5
B. Awal mula dan reaksi pemanggilan nama lain pada anak .......................5
C. Anjuran agama dalam memberi nama anak .............................................6
BAB III. PENUTUP
A. Simpulan .................................................................................................8
B. Saran .......................................................................................................8
Daftar Pustaka ...............................................................................................9
------000 -----
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan cepat. Tranformasi komunikasi mengena dan menyentuh semua kalangan. Arus informasi ini membawa dampak positif dan negatif. Damak negatifnya adalah adanya pergeseran nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat. Hal yang paling kecil adalah adanya rasa ketidakbanggaan anak terhadap nama yang diberikan orang tua.
Nama yang diberikan orang tua kepada anaknya sudah melalui berbagai pertimbangan dan mungkin mengalami beberapa perubahan. Apalagi ada yang melalui upacara adat dan mengikuti ajaran agama yang dianutnya. Begitu sakral dan berartinya sebua nama bagi anak.
Setiap orang tua pasti berharap dengan nama yang dipilihkan itu akan menjadikan anak berperangai, bertingkah laku dan berkepribadian sesuai arti yang ada pada nama itu. Seperti contoh Mohammad Soleh, orang tua mengharapkan agar anak itu menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua, Moh. Sidiq yang berarti orang yang berjalan di jalan kebenaran dan banyak nama lain. Tetapi apakah semua itu sesuai harapan, ternyata tidak. Karena anak sekarang sudah tidak tau makna sebuah nama yang dipilihkan kedua orang tuanya dan mulai tidak bangga dengan namanya.
Kenyataan di masyarakat banyak anak yang dipanggil tidak sesuai namanya bahkan dengan panggilan yang sangat jelak, anak tersebut menoleh dan sudah dianggap biasa.Misalnya Yahya dipanggil Embek. Agus dipanggil Curut dan yang lainnya.
Alangkah sakit dan malunya orng tua mendengar anaknya dipanggil demikian. Berangkat dari uraian di atas, penulis mengangkat makalah berjudul : Pengaruh Pemanggilan nama lain yang lebih jelak kepada anak terhadap perangai dan Tingkah lakunya.
1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan pokok-pokok permaslahan sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh nana seseorang terhadap perilaku anak ?
2. Adakah pengaruh pemanggilan yang menggunakan nama lain yang lebih jelek terhadap perangai dan tingkah laku anak ?
C. Tujuan Penulisan :
1. Mengetahui sebab dan akibat penyebutan nama lain kepada seseorang dengan sebutan yang lebih jelak.
2. Menjelaskan pentingnya memberikan nama yang baik dan bermakna kepada anak agar berperilaku yang baik.
3. Ingin mengetahui apakah ada pengaruh pemanggilan nama lain yang jelek terhadap perilaku anak.
2
BAB III
PEMBAHAAN
A. Arti Sebuah Nama
Kita sering mendengar pernyataan " What is a name, apala arti sebuah nama ". Maksudnya nama itu tidak penting, sebab yang penting adalah isi dari apa dan siapa yang punya nama tersebut. Nama seseorang itu tidak penting, sebab yang paling penting adalah akhlak dan perbuatannya. Apa artinya Saleh kalau perbuatanya tidak saleh. Pernyataan-pernyataan itu tidak salah tapi juga tidak selalu benar, sebab nama pun sering menggambarkan identitas terstentu.
Sebagai contoh, sebuah gedung yang diberi nama Ar-Rahman, Baitussalam dan lainya, sekurang-kurangnya dapat memberikan gambaran bahwa gedung itu ada kaitanya dengan Islam dean berbagai aktifitas kegiatanya.
Apalagi menyangkut nama seseorang yang senantiasa menempel, melekat, menyatu dengan diri anak itu, yang tidak hanya menggambarkan identitas diri tetapi juga menyangkut harga diri dan kebanggaan diri.
Seorang Muslim yang patuh tidak mungkin sampai hati memberi nama anaknya dengan nama Fir'aun, Abu Lahab, Karun Jahanam yang ada dalam A-Quran disebutkan sebagai manusia-manusia yang sangat jahat. Apalagi dipanggil dengan nama yang sangat tidak martabat seperti ; Embek (Kambing), Curut, Bedes dan banyak sebutan lain. Bahkan bagi seorang Muslim yang patuh kepala agamanya tidak akan sampai hati memberi nama anaknya dengan nama yang melambangkan dan menggambarkan tokoh agama lain. Sebab bagaimanapu seorang Muslim tidak ridha kalau dirinya ikut mempopulerkan identitas atau tokoh-tokoh agama lain. Bahkan akan merasa tersinggung kalau gedung tempat ma'siyat diberi nama gedung Taqwa, al-Islam dan lai-laian.
Adakalanya orang tua yang memberi nama kepada anaknya dipengaruhi oleh suasana batin ayah berupa kekangungan kepada seseorang atau kepada sesuatu atau kesan yang mendalam tentang sesuatu keadaan, atau peristiwa yang dirasakan perlu diabadikan.
3
Nama yang dipakai orang tua itu bersumber dari :
1. Al-Qur'an dan ajaran Agama Islam , seperti :
Abidin berarti : Penyembah
Adlan berarti : Adil
Abshar berarti : mata hati
Ahmad berarti : terpuji
Athhar berarti : Lebih suci
Fu'at berarti : Hati
Ghufran berarti : Ampunan
2. Asma'ul Husna, seperti :
1. Rahman berarti : Maha Penhasih
2. Rahim berarti : Maha Penyayang
3. Salam berarti : Yang Selamat
4. Mu'min berarti : Maha Menjaga
5. Aziz berarti : Maha Gagah ( banyak yang lain 99 nama )
3. Kekagungan terhadap sesuatu, seperti :
1. Mawar berarti : Cinta suci
2. Melati berarti : Putih suci
3. Mega berarti : Kekuasaan/Kebesaran
4. Guntur berarti : Kedahsyatan
5. Zidan berarti : Pemain sepak bola asal Prancis
Dan banyak yang lain.
4. Momentum/bertepatan dengan waktu tertentu :
1. Mei Ardiansyah : lahir bulan Mei
2. Apriliyani : lahir bulan April
3. Febriani : lahir bulan Februari
4. Maulidiyah : lahir bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
5. Ramadhani : lahir bulan Ramadhan
Dan lain sebagainya.
5. Menurut marga atau turunan
Nama seseorang dapat membedakan d dari mana asal daerah orang tersebut. Karena masing-masing daerak mempunyai ciri-ciri secara umum. Seperti ; Guntur Tarigan, Diast Tarigan berasal dari : Daerah Sumatra. Andi Malarangeng, Andi Tazudin berasal dari : daerah Sulawesi. Begitu juga dari Daerah Jawa Timur dan Tengah biasanya diberi akhiran/bunyi O seperti ; Siyono, Mahmudiono, Suparno, Sutrisno Susilo dan lainnya. Jadi setiap daerah mempunyai ciri-ciri khusus.
6.Faktor keadaan Fisik anak :
Tompel : karena di bagian tubuhnya terdapat tompel
Pesek : karena hidungnya benar-benar pesek
Boneng : Mengikuti nama bintang / artis yang giginya mancung
Juling : karena matanya memang juling
Bolot : karena telinganya tidak dapat mendengar.
B. Awal mula dan reaksi pemanggilan nama lain pada anak.
Seperti yang kami sampaikan pada bab latar belakang, bahwa pada dasarnya orang tuan memilihkan nama kepada anak sudah melalui proses panjang bahkan melalui berbagai macam upacara adat istiadat daerah dan agama. Nama-nama Indah yang dipilihkan itu akan menjadikan anak berperangai, bertingkah laku dan berkepribadian sesuai arti yang ada pada nama itu. Seperti contoh Mohammad Soleh, orang tua mengharapkan agar anak itu menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua, Moh. Sidiq yang berarti orang yang berjalan di jalan kebenaran dan banyak nama lain. Tetapi apakah semua itu sesuai harapan, ternyata tidak. Karena anak sekarang sudah tidak tau makna sebuah nama yang dipilihkan kedua orang tuanya dan mulai tidak bangga dengan namanya.
Kenyataan di masyarakat banyak anak yang dipanggil tidak sesuai namanya bahkan dengan panggilan yang sangat jelak, anak tersebut menoleh dan sudah dianggap biasa.Misalnya Yahya dipanggil Embek. Agus dipanggil Curut dan yang lainnya.
1. Mengapa anak mau dipanggil dengan nama yang jelak ?
Didasari oleh pengamatan dan pengalaman yang terjadi di masyarakat saorang anak atau seseorang dipanggil dengan nama lain yang lebih jelak bahkan boleh dikatakan tidak bermartabat adalah beberapa, sebab diantaranya ;
5
1.1. nama panggilan itu dianggap pas pada dirinya
seperti : Tompel karena di tubuhnya memang ada tompelnya. Boneng karena ada giginya yang mancung ke luar bibir. Unyil karena tubunya kecil seperti lakon Si unyil. Dan banyak lainya.
1.2. Ketidakpahaman terhadap nama panggilan yang diberikan
Dalam hal ini kebanyaka anak yang tingkat kecerdasan atau intelgensinnya rendah. Boleh disebut kuper, dan dipanggil terus menerus sehingga menjadi kebiasaan.
1.3. Paksaan dan ketakutan
Walau ada anak yang hanya menerima saja panggilan lain bukan nama aslinya tetapi ada juga yang mencoba menolak dan tidak menyahut apabila dipanggil bukan nama aslinya.Tetapi karena ketidakberdayaan dan terus memerus dipanggil dengan nama lain akhirnya sebutan nama itu menjadi umum dan melekat pada diri seseorang yang awalnya menolak.
Alangkah sakit dan malunya orang tua mendengar anaknya dipanggil demikian. Banyak orang tua yang terang-terangan menolak dengan cara memarahi bahkan ada yang agak kasar memperingatkan kepada anak atau seseorang yang memanggil anaknya dengan nama yang jelek. Ketidaksetujuan orang tua itu juga disampaikan langsung kesekolah, kepada teman-temannya, guru-gurunya dan setiap orang.
Penulis kira itu sudah hal yang wajar bahkan kewajiban meluruskan. Karena nama adalah sangat berarti.dan berharap membawa perilaku yang baik pada anak.
2. Pengaruh pemanggilan nama yang jelek pada anak
Dari hasil pemantauan penulis bahwa anak yang dipanggil dengan nama yang lebih jelek berpengaru pada perangai dan perilaku anak.
Misalnya :
a. Yahya dipanggil Embek perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , bengal dan selalu membuat masalah.
b. Ahwan dipanggil Kecik perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , bengal dan selalu membuat masalah dan berebut warisan.
6
c. Ahmad Zaini dipanggil Jombrang perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , suka menjual barang milik orang tuanya
d. Usman dipanggil Kucang perilakunya : malas bekerja, pengangguran, tidak perna sholat
e. Dan banyak contoh lainnya.
C. Anjuran Agama tentang pemberian nama bagi anak
Agama merupakan pegangan hidup setiap manusia. Kita sebagai Muslim berpegangan pada ajaran agama melalui Al-Qur'an dan Hadistnya.Isi ajaran yang termuat dalam Al-Qur'an sangat universal mencangkup semua yang ada di bumi ini, tidak sekedar kepentingan manusia saja. Seperti halnya dalam hal pemerian nama kepada anak Agama Islam mengaturnya.Seperti yang dijelaskan dalam Hadist Rosulullah sebagai berikut ;
Dari Abi Darda ra berkata : Rasulullah saw bersabda : ' sesungguhnya kalian akan diseru pada hari kiyamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perbaguslah namakalian". ( HR. Ibnu Wawud dan Ibnu Hibban)
Juga dipertegas olleh Ibnu Majah sebagai berikut :
" Muliakanlah olehmu anak-anakmu dan perbaguslah nama-namanya". ( HR. Ibnu Majah ).
7
Begitulah kiata diajarkan memberikan nama yang terbaik untuk anak-anak kita. Jagan sampai nama anak tidak bermakna bahkan dari nama agama lain. Jangan sampai terjadi.
Seorang Muslim dengan mengambil dari nama dalam al-Qur'an secara tidak langsung telah turut serta mensiarkan agama Islam, begitu sebaliknya.
Memang tidak semua kata yang ada dalam al-Qur'an dapat dijadikan nama seseorang, baik karena artinya yang tidak baik atau karena kedengarannya tidak enak sehingga tidak terasa menyiarkan al-Qu'an. Demikian juga sebaliknya, tidak semua kata dan kalimat yang biasa digunakan dalam agama lain kemudian menjadi tidak baik digunakan oleh seorang Muslim, karena tidak setiap kata dan istilah yang ada pada agama lain itu merupakan identitas khusus agama tersebut, sehingga tidak selalu bermakna mensyiarkan agama lain itu.
Ada satu konsekuensi, apabila seseorang menggunakan nama dengan nama yang dikenal umum sebagai identitas Islam, tetapi kemudian ia melakukan perbuatan yang sangat merugikan dan mencemarkan Islam. Misalkan nama orang itu Abdurrahman pekerjaanya hanya mabuk, berjudi dan main perempuan, maka orang ini secara langsung mencoreng nama Islam.
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian dan permasalahan di atas penulis dapat menyimpulkan :
1. Nama pada anak yang sudah dipilih oleh orang tua harus dijaga dan dipelihara dengan baik.
2. Memberikan nama anak sebaiknya diambilkan dari al-Quran dan Asmaulkhusna yang bermakna baik dan mulia.
3. Nama anak yang ada dimasyarakat berssal dari berbagai sumber.
4. Nama yang diambil dalam al-Quran akan dapat membuat seseorang berperilaku baik.
5. Tugas semua pihak baik, teman, orang tua dan masyarakat untuk memanggil nama anak dengan nama aslinya.
B. Saran
Saran-saran yang dapat penulis sampaikan adalah :
1. Seseorang harsu menolak dan tidak menyahut apabila dipanggil tidak nama aslinya.
2. Seorang anak harus bangga terhadap nama yang diberikan orng tua.
3. Tugas semua pihak baik, teman, orang tua, guru dan masyarakat untuk memanggil nama anak dengan nama aslinya.
4. Panggilah anak dengan sebutan yang baik.
9
DAFTAR PUSTAKA
Faridl Miftah,Drs.1988. Nama-nama Muslim.Bandung : Pustaka
Daradjat Zakiah,Prof.Dr.1993. Remaja Harapan dan Tantangan.Bandung : CV Ruhama.
( Dalam rangka Lomba Pelajar Teladan Se-Kabupaten Gresik )
Oleh :
TIM KIR SMP NU-1 GRESIK
SMP NU -1 GRESIK
2008
HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL : UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BAHASA INDONESIA MELALUI KOLABURASI MODEL PEMBELAJARAN PAKEM DAN SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS V SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2008-2009 DI MI. KHOIRUL ANAM GANTANG-BOBOH KEC. MENGANTI KAB. GRESIK
( Karya Tulis Ilmiah diajukan untuk Lomba Guru Teladan yang diselenggarakan oleh MWC LP Ma'arif Nu Kec. Menganti Kab. Gresik)
Nama Peneliti: MAHMUDIONO, S.Pd.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Unit Kerja : SMP NU_1 Gresik Telepon : (031) 3972703
Lama Penelitian : 1( satu ) bulan.
Bulan : Oktober 2008
Telah disahkan dan disetujui oleh :
Gresik, 30 Maret 2008
Kepala SMP NU-1 Gresik Penulis
Drs. H. Shohibul Umam MAHMUDIONO, S.Pd.
HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL :PENGARUH PEMANGGILAN NAMA LAIN YANG LEBIH JELEK KEPADA SEORANG ANAK TERHADAP PERANGAI DAN TINGKAH LAKUNYA
( Makalah dibuat dalam rangkah Pelajar Teladan Se-Kabupaten Gresik )
Nama Peneliti : Mahmudiono,S.Pd.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kelas : IX ( sembilan )
NISN/Induk :
Unit Pendidikan : SMP NU -1 Gresik
Lama Pengamatan : 2 ( dua ) bulan.
Bulan : Februai sampai dengan Maret 2008
Telah disahkan dan disetujui oleh :
Gresik, 30 Maret 2008
Kepala SMP NU1 Penulis
M. NIZ AR FANANI, S.H. Mahmudiono
Diterima oleh :
Ketua LP Ma'arif NU Cabang Kab. Gresik
ISMAIL SYARIF, S.Pd., MM
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirobbilalamin, segalah puja dan puji hanya milik Allah . Rahmat dan taufignya hanya dari Allah SWT, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini berisi kajian tentang arti sebuah nama bagi seseorang dan orang tua.,terhadap sikap dan tingkah laku anak dalam kehidupannya. Harapan orang tua nama yang dipilih itu akan sangat bermakna dan mempengaruhu kepribadiannya kelak. Begitulah diantaranya isi dari makalah yang saya tulis.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya malakalah ini tidak lepas dari bantuan pemikiran dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada :
1. Kepala SMP NU-1 Gresik, Bapak Drs. H. Shohibul Umam
2. Rekan-rekan Guru yang membantu dalam penutusan karya tulis ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Lengkong, 18 Juni 2008
Penulis
Mahmudiono, S.Pd.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirobbilalamin, segalah puja dan puji hanya milik Allah . Rahmat dan taufignya hanya dari Allah SWT, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini berisi kajian tentang arti sebuah nama bagi seseorang dan orang tua.,terhadap sikap dan tingkah laku anak dalam kehidupannya. Harapan orang tua nama yang dipilih itu akan sangat bermakna dan mempengaruhu kepribadiannya kelak. Begitulah diantaranya isi dari makalah yang saya tulis.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya malakalah ini tidak lepas dari bantuan pemikiran dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada :
1. Ketua Yayasan Ponpes Bani Hasyim Lengkong – Cerme – Gresik, Bapak Yth. Ibu Nyai Hj. Zunaijah Faizah dan Bapak KH. Saiful Rizal, SH.
2. Rekan-rekan GURU MTs. Bani Hasyim Lengkong – Cerme – Gresik.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan .
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Lengkong, 25Agustus 2008
Penulis
MAHMUDIONO,S.Pd.
iii
ABSTRAK
PENGARUH PEMANGGILAN NAMA LAIN YANG LEBIH JELEK KEPADA ANAK TERHADAP PERANGAI
DAN TINGKAH LAKUNYA
( Studi Observasi kebiasaan anak dalam berinteraksi di lingkungan sekolah)
Oleh : Mahmudiono, S.Pd.
Setiap orang tua pasti memilihkan nama yang terbaikkepada nanaknya. Pemilihan nama itu suda ada sejak anak masih dalam kandungan ibu. Bagi seorang muslim nama-nama yang berikan ke anak akan lebih bermakna apabila dicarikan dalam Al-Qur'an atau dalam Asmaul Khusnah.
Nama-nama yang indah dan bermakna mulia itu diharapkan akan dapat mempengaruhi perilaku, perangai dan tingkah lakunya dalam bergaul dalam masyarakat kelak.Tapi apa yang terjadi, fenomena adanya ketidakbanggaan terhadap nama yang diberikan orang tua mulai terlihat. Seorang anak bernama Ahmad Zamroni dipanggil gepeng, Ismail dipanggil belek, Moh. Yahya dipanggil Embek dan banyak nama-nama lain yang dirasa lebih jelek dan tidak bermartabat.
Alangkah kecewa dan sedihnya orang tua, mendengar anaknya yang dipanggil dengan panggilan yang lebih jelek.Padahal darinama itu digantungkan harapan tentang anaknya kelak. Mengapa ini terjadi dan apa yang mempengaruhi ?
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan cepat. Tranformasi komunikasi mengena dan menyentuh semua kalangan. Arus informasi ini membawa dampak positif dan negatif. Damak negatifnya adalah adanya pergeseran nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat. Hal yang paling kecil adalah seperti yang sudah penulis sebutkan di atas, yaitu adanya rasa ketidakbanggaan anak terhadap nama yang diberikan orang tua.
Kata kunci : arti sebuah nama, muslim, dakwa. Citra islam,fenomena.
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................................ii
KATA PENGANTAR ................................................................................................iii
ABSTRAK ...................................................................................................................iv
DAFTAR ISI .................................................................................................................v
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................2
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................2
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pentingnya Pemilihan nama bagi anak /Arti sebuah nama....................3-5
B. Awal mula dan reaksi pemanggilan nama lain pada anak .......................5
C. Anjuran agama dalam memberi nama anak .............................................6
BAB III. PENUTUP
A. Simpulan .................................................................................................8
B. Saran .......................................................................................................8
Daftar Pustaka ...............................................................................................9
------000 -----
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan cepat. Tranformasi komunikasi mengena dan menyentuh semua kalangan. Arus informasi ini membawa dampak positif dan negatif. Damak negatifnya adalah adanya pergeseran nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat. Hal yang paling kecil adalah adanya rasa ketidakbanggaan anak terhadap nama yang diberikan orang tua.
Nama yang diberikan orang tua kepada anaknya sudah melalui berbagai pertimbangan dan mungkin mengalami beberapa perubahan. Apalagi ada yang melalui upacara adat dan mengikuti ajaran agama yang dianutnya. Begitu sakral dan berartinya sebua nama bagi anak.
Setiap orang tua pasti berharap dengan nama yang dipilihkan itu akan menjadikan anak berperangai, bertingkah laku dan berkepribadian sesuai arti yang ada pada nama itu. Seperti contoh Mohammad Soleh, orang tua mengharapkan agar anak itu menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua, Moh. Sidiq yang berarti orang yang berjalan di jalan kebenaran dan banyak nama lain. Tetapi apakah semua itu sesuai harapan, ternyata tidak. Karena anak sekarang sudah tidak tau makna sebuah nama yang dipilihkan kedua orang tuanya dan mulai tidak bangga dengan namanya.
Kenyataan di masyarakat banyak anak yang dipanggil tidak sesuai namanya bahkan dengan panggilan yang sangat jelak, anak tersebut menoleh dan sudah dianggap biasa.Misalnya Yahya dipanggil Embek. Agus dipanggil Curut dan yang lainnya.
Alangkah sakit dan malunya orng tua mendengar anaknya dipanggil demikian. Berangkat dari uraian di atas, penulis mengangkat makalah berjudul : Pengaruh Pemanggilan nama lain yang lebih jelak kepada anak terhadap perangai dan Tingkah lakunya.
1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan pokok-pokok permaslahan sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh nana seseorang terhadap perilaku anak ?
2. Adakah pengaruh pemanggilan yang menggunakan nama lain yang lebih jelek terhadap perangai dan tingkah laku anak ?
C. Tujuan Penulisan :
1. Mengetahui sebab dan akibat penyebutan nama lain kepada seseorang dengan sebutan yang lebih jelak.
2. Menjelaskan pentingnya memberikan nama yang baik dan bermakna kepada anak agar berperilaku yang baik.
3. Ingin mengetahui apakah ada pengaruh pemanggilan nama lain yang jelek terhadap perilaku anak.
2
BAB III
PEMBAHAAN
A. Arti Sebuah Nama
Kita sering mendengar pernyataan " What is a name, apala arti sebuah nama ". Maksudnya nama itu tidak penting, sebab yang penting adalah isi dari apa dan siapa yang punya nama tersebut. Nama seseorang itu tidak penting, sebab yang paling penting adalah akhlak dan perbuatannya. Apa artinya Saleh kalau perbuatanya tidak saleh. Pernyataan-pernyataan itu tidak salah tapi juga tidak selalu benar, sebab nama pun sering menggambarkan identitas terstentu.
Sebagai contoh, sebuah gedung yang diberi nama Ar-Rahman, Baitussalam dan lainya, sekurang-kurangnya dapat memberikan gambaran bahwa gedung itu ada kaitanya dengan Islam dean berbagai aktifitas kegiatanya.
Apalagi menyangkut nama seseorang yang senantiasa menempel, melekat, menyatu dengan diri anak itu, yang tidak hanya menggambarkan identitas diri tetapi juga menyangkut harga diri dan kebanggaan diri.
Seorang Muslim yang patuh tidak mungkin sampai hati memberi nama anaknya dengan nama Fir'aun, Abu Lahab, Karun Jahanam yang ada dalam A-Quran disebutkan sebagai manusia-manusia yang sangat jahat. Apalagi dipanggil dengan nama yang sangat tidak martabat seperti ; Embek (Kambing), Curut, Bedes dan banyak sebutan lain. Bahkan bagi seorang Muslim yang patuh kepala agamanya tidak akan sampai hati memberi nama anaknya dengan nama yang melambangkan dan menggambarkan tokoh agama lain. Sebab bagaimanapu seorang Muslim tidak ridha kalau dirinya ikut mempopulerkan identitas atau tokoh-tokoh agama lain. Bahkan akan merasa tersinggung kalau gedung tempat ma'siyat diberi nama gedung Taqwa, al-Islam dan lai-laian.
Adakalanya orang tua yang memberi nama kepada anaknya dipengaruhi oleh suasana batin ayah berupa kekangungan kepada seseorang atau kepada sesuatu atau kesan yang mendalam tentang sesuatu keadaan, atau peristiwa yang dirasakan perlu diabadikan.
3
Nama yang dipakai orang tua itu bersumber dari :
1. Al-Qur'an dan ajaran Agama Islam , seperti :
Abidin berarti : Penyembah
Adlan berarti : Adil
Abshar berarti : mata hati
Ahmad berarti : terpuji
Athhar berarti : Lebih suci
Fu'at berarti : Hati
Ghufran berarti : Ampunan
2. Asma'ul Husna, seperti :
1. Rahman berarti : Maha Penhasih
2. Rahim berarti : Maha Penyayang
3. Salam berarti : Yang Selamat
4. Mu'min berarti : Maha Menjaga
5. Aziz berarti : Maha Gagah ( banyak yang lain 99 nama )
3. Kekagungan terhadap sesuatu, seperti :
1. Mawar berarti : Cinta suci
2. Melati berarti : Putih suci
3. Mega berarti : Kekuasaan/Kebesaran
4. Guntur berarti : Kedahsyatan
5. Zidan berarti : Pemain sepak bola asal Prancis
Dan banyak yang lain.
4. Momentum/bertepatan dengan waktu tertentu :
1. Mei Ardiansyah : lahir bulan Mei
2. Apriliyani : lahir bulan April
3. Febriani : lahir bulan Februari
4. Maulidiyah : lahir bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
5. Ramadhani : lahir bulan Ramadhan
Dan lain sebagainya.
5. Menurut marga atau turunan
Nama seseorang dapat membedakan d dari mana asal daerah orang tersebut. Karena masing-masing daerak mempunyai ciri-ciri secara umum. Seperti ; Guntur Tarigan, Diast Tarigan berasal dari : Daerah Sumatra. Andi Malarangeng, Andi Tazudin berasal dari : daerah Sulawesi. Begitu juga dari Daerah Jawa Timur dan Tengah biasanya diberi akhiran/bunyi O seperti ; Siyono, Mahmudiono, Suparno, Sutrisno Susilo dan lainnya. Jadi setiap daerah mempunyai ciri-ciri khusus.
6.Faktor keadaan Fisik anak :
Tompel : karena di bagian tubuhnya terdapat tompel
Pesek : karena hidungnya benar-benar pesek
Boneng : Mengikuti nama bintang / artis yang giginya mancung
Juling : karena matanya memang juling
Bolot : karena telinganya tidak dapat mendengar.
B. Awal mula dan reaksi pemanggilan nama lain pada anak.
Seperti yang kami sampaikan pada bab latar belakang, bahwa pada dasarnya orang tuan memilihkan nama kepada anak sudah melalui proses panjang bahkan melalui berbagai macam upacara adat istiadat daerah dan agama. Nama-nama Indah yang dipilihkan itu akan menjadikan anak berperangai, bertingkah laku dan berkepribadian sesuai arti yang ada pada nama itu. Seperti contoh Mohammad Soleh, orang tua mengharapkan agar anak itu menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua, Moh. Sidiq yang berarti orang yang berjalan di jalan kebenaran dan banyak nama lain. Tetapi apakah semua itu sesuai harapan, ternyata tidak. Karena anak sekarang sudah tidak tau makna sebuah nama yang dipilihkan kedua orang tuanya dan mulai tidak bangga dengan namanya.
Kenyataan di masyarakat banyak anak yang dipanggil tidak sesuai namanya bahkan dengan panggilan yang sangat jelak, anak tersebut menoleh dan sudah dianggap biasa.Misalnya Yahya dipanggil Embek. Agus dipanggil Curut dan yang lainnya.
1. Mengapa anak mau dipanggil dengan nama yang jelak ?
Didasari oleh pengamatan dan pengalaman yang terjadi di masyarakat saorang anak atau seseorang dipanggil dengan nama lain yang lebih jelak bahkan boleh dikatakan tidak bermartabat adalah beberapa, sebab diantaranya ;
5
1.1. nama panggilan itu dianggap pas pada dirinya
seperti : Tompel karena di tubuhnya memang ada tompelnya. Boneng karena ada giginya yang mancung ke luar bibir. Unyil karena tubunya kecil seperti lakon Si unyil. Dan banyak lainya.
1.2. Ketidakpahaman terhadap nama panggilan yang diberikan
Dalam hal ini kebanyaka anak yang tingkat kecerdasan atau intelgensinnya rendah. Boleh disebut kuper, dan dipanggil terus menerus sehingga menjadi kebiasaan.
1.3. Paksaan dan ketakutan
Walau ada anak yang hanya menerima saja panggilan lain bukan nama aslinya tetapi ada juga yang mencoba menolak dan tidak menyahut apabila dipanggil bukan nama aslinya.Tetapi karena ketidakberdayaan dan terus memerus dipanggil dengan nama lain akhirnya sebutan nama itu menjadi umum dan melekat pada diri seseorang yang awalnya menolak.
Alangkah sakit dan malunya orang tua mendengar anaknya dipanggil demikian. Banyak orang tua yang terang-terangan menolak dengan cara memarahi bahkan ada yang agak kasar memperingatkan kepada anak atau seseorang yang memanggil anaknya dengan nama yang jelek. Ketidaksetujuan orang tua itu juga disampaikan langsung kesekolah, kepada teman-temannya, guru-gurunya dan setiap orang.
Penulis kira itu sudah hal yang wajar bahkan kewajiban meluruskan. Karena nama adalah sangat berarti.dan berharap membawa perilaku yang baik pada anak.
2. Pengaruh pemanggilan nama yang jelek pada anak
Dari hasil pemantauan penulis bahwa anak yang dipanggil dengan nama yang lebih jelek berpengaru pada perangai dan perilaku anak.
Misalnya :
a. Yahya dipanggil Embek perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , bengal dan selalu membuat masalah.
b. Ahwan dipanggil Kecik perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , bengal dan selalu membuat masalah dan berebut warisan.
6
c. Ahmad Zaini dipanggil Jombrang perilakunya : mursal, tidak nurut, tidak perna sholat , suka menjual barang milik orang tuanya
d. Usman dipanggil Kucang perilakunya : malas bekerja, pengangguran, tidak perna sholat
e. Dan banyak contoh lainnya.
C. Anjuran Agama tentang pemberian nama bagi anak
Agama merupakan pegangan hidup setiap manusia. Kita sebagai Muslim berpegangan pada ajaran agama melalui Al-Qur'an dan Hadistnya.Isi ajaran yang termuat dalam Al-Qur'an sangat universal mencangkup semua yang ada di bumi ini, tidak sekedar kepentingan manusia saja. Seperti halnya dalam hal pemerian nama kepada anak Agama Islam mengaturnya.Seperti yang dijelaskan dalam Hadist Rosulullah sebagai berikut ;
Dari Abi Darda ra berkata : Rasulullah saw bersabda : ' sesungguhnya kalian akan diseru pada hari kiyamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perbaguslah namakalian". ( HR. Ibnu Wawud dan Ibnu Hibban)
Juga dipertegas olleh Ibnu Majah sebagai berikut :
" Muliakanlah olehmu anak-anakmu dan perbaguslah nama-namanya". ( HR. Ibnu Majah ).
7
Begitulah kiata diajarkan memberikan nama yang terbaik untuk anak-anak kita. Jagan sampai nama anak tidak bermakna bahkan dari nama agama lain. Jangan sampai terjadi.
Seorang Muslim dengan mengambil dari nama dalam al-Qur'an secara tidak langsung telah turut serta mensiarkan agama Islam, begitu sebaliknya.
Memang tidak semua kata yang ada dalam al-Qur'an dapat dijadikan nama seseorang, baik karena artinya yang tidak baik atau karena kedengarannya tidak enak sehingga tidak terasa menyiarkan al-Qu'an. Demikian juga sebaliknya, tidak semua kata dan kalimat yang biasa digunakan dalam agama lain kemudian menjadi tidak baik digunakan oleh seorang Muslim, karena tidak setiap kata dan istilah yang ada pada agama lain itu merupakan identitas khusus agama tersebut, sehingga tidak selalu bermakna mensyiarkan agama lain itu.
Ada satu konsekuensi, apabila seseorang menggunakan nama dengan nama yang dikenal umum sebagai identitas Islam, tetapi kemudian ia melakukan perbuatan yang sangat merugikan dan mencemarkan Islam. Misalkan nama orang itu Abdurrahman pekerjaanya hanya mabuk, berjudi dan main perempuan, maka orang ini secara langsung mencoreng nama Islam.
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian dan permasalahan di atas penulis dapat menyimpulkan :
1. Nama pada anak yang sudah dipilih oleh orang tua harus dijaga dan dipelihara dengan baik.
2. Memberikan nama anak sebaiknya diambilkan dari al-Quran dan Asmaulkhusna yang bermakna baik dan mulia.
3. Nama anak yang ada dimasyarakat berssal dari berbagai sumber.
4. Nama yang diambil dalam al-Quran akan dapat membuat seseorang berperilaku baik.
5. Tugas semua pihak baik, teman, orang tua dan masyarakat untuk memanggil nama anak dengan nama aslinya.
B. Saran
Saran-saran yang dapat penulis sampaikan adalah :
1. Seseorang harsu menolak dan tidak menyahut apabila dipanggil tidak nama aslinya.
2. Seorang anak harus bangga terhadap nama yang diberikan orng tua.
3. Tugas semua pihak baik, teman, orang tua, guru dan masyarakat untuk memanggil nama anak dengan nama aslinya.
4. Panggilah anak dengan sebutan yang baik.
9
DAFTAR PUSTAKA
Faridl Miftah,Drs.1988. Nama-nama Muslim.Bandung : Pustaka
Daradjat Zakiah,Prof.Dr.1993. Remaja Harapan dan Tantangan.Bandung : CV Ruhama.
KIR Penggunaan Bahasa Indonesia di SMP NU-1
RENDAHNYA PEGGUNAAN BAHASA INDONESIA
DALAM BERKOMUNIKASI DAN BERINTERAKSI SISWA
DI SMP NU – 1 GRESIK
Karta Tulis
Oleh:
MAHMUDIONO, S.Pd.
NPM: 2081030012
SMP NU - 1 GRESIK
2008
Rendahnya Penggunaan Bahasa Indonesia Siswa
Dalam Berkomunikasi dan Berinteraksi
di SMP NU-1 Gresik
Mahmudiono, S.Pd.
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Malang
ABSTRAK
Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam komunikasi antar manusia. Bahasa digunakan untuk berbagai tujuan diantaranya untuk mengekspresikan ide-ide, perasaan, dan pemikiran. Namun kenyataan di lapangan banyak ditemukan penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945 dan kaidah bahasa yang telah disepakati menjadi bahasa pengantar pendidikan di Indonesia. Banyak siswa yang masih kesulitan dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam berkomunikasi saja banyak siswa yang tidak teratur dan terasa kaku menggunakan bahasa Indonesia. Begitu pulah dalam proses pembelajaran di sekolah maupun di kelas baik siswa maupun guru kadang lupa kalau berada di kelas atau lingkungan sekolah, yang seharusnya menggunakan pengantar Bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan siswa.
Kata kunci: Bahasa, Komunikasi, Kaidah Bahasa, Proses Pembelajaran, Berinteraksi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam komunikasi antar manusia. Bahasa digunakan untuk berbagai tujuan diantaranya untuk mengekspresikan ide-ide, perasaan, dan pemikiran.
Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi Republik Indonesia pada tahun 1945. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 36. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa persatuan Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Pemberian nama ‘Bahasa Indonesia’ juga memberikan nilai tertentu yang mempertautkan bahasa dengan nama negara sehingga penduduk Indonesia akan menganggap bahasa Indonesia sebagai simbol nasionalisme Indonesia. Bahasa Indonesia juga telah digunakan sebagai alat komunikasi di segala aspek kehidupan. Kegiatan formal, pengantar pendidikan maupun media merupakan beberapa contoh wilayah penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga diharapkan sebagai bahasa yang memiliki nilai prestisius yang paling tinggi yaitu dengan membakukan ejaannya, penyedian kamus baku bahasa Indonesia, membakuan tata bahasanya, serta penambahan kosakata dengan menyerap dari bahasa lain baik itu bahasa daerah maupun bahasa asing untuk tujuan keilmiahan secara luas.
Namun kenyataan di lapangan banyak ditemukan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945 dan kaidah bahasa yang telah disepakati menjadi bahasa pengantar pendidikan di Indonesia. Banyak siswa yang masih kesulitan dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam berkomunikasi saja banyak siswa yang tidak teratur dan terasa kaku menggunakan bahasa Indonesia. Begitu pulah dalam proses pembelajaran di sekolah maupun di kelas baik siswa maupun guru kadang lupa kalau berada di kelas atau lingkungan sekolah yang seharusnya menggunakan pengantar bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan siswa.
Lalu apakah tidak mungkin kalau kondisi ini dibiarkan dan tidak ada langkah-langkah atau upacaya terbaik, bahasa Indonesia akan jadi simbol saja. Dari latar belakang inilah penulis mencobah mengangkat masalah dan mencari solusi terbaik.
1.1 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimanakah keberadaan Bahasa Indonesia di kalangan siswa SMP NU-1 Gresik?
2. Sejau mana Bahasa Indonesia digunakan siswa SMP NU-1 dalam berinteraksi dengan teman-teman dan para guru ?
3. Mengapa siswa sulit menggunakan Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengara di kelas ?
4. Apa saja faktor yang menyebabkan rendahnya penggunaan bahasa Indonesia di SMP NU-1 Gresik?
1.2 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian diatas, maka peneliti mengadakan penelitian ilmiah dengan tujuan:
1. Mengetahui bagaimana keberadaan Bahasa Indonesia di kalangan siswa SMP NU-1 Gresik.
2. Mengetahui apakah para siswa SMP NU-1 menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan teman-teman dan para guru ?
3. Mengetahui mengapa siswa sulit menggunakan Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar di kelas .
4. Mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan bahasa Indonesia terasa kaku digunakan dalam berkomunikasi.
1.3 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Untuk membuat penelitian ini terstruktur dengan baik serta fokus pada masalah penelitian, maka peneliti membuat ruang lingkup penelitian dan pembatasan masalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya untuk Mengetahui bagaimana keberadaan Bahasa Indonesia di kalangan siswa SMP NU-1 Gresik.
2. Penelitian ini hanya pada subjek penelitian para siswa SMP NU-1 menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan teman-teman dan para guru .
3. Sebab-sebab siswa sulit menggunakan Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar di kelas.
1.4 Anggapan Dasar dan Hipotesis Awal Penelitian
1.4.1 Anggapan Dasar
Sebelum mengadakan penelitian ini, peneliti telah memiliki anggapan dasar penelitian sebagai pijakan peneliti untuk mengadakan penelitian secara benar dan terarah. Anggapan dasar penelitian itu adalah:
1. Bahasa Indonesis adalah bahasa pengantar dalam kegiatan pendidikan di sekolah.
2. Bahasa Indonesia digunakan dalam berkomunikasi oleh siswa dan guru dalam berinteraksi dan komunikasi di sekolah dan di kelas.
3. Siswa sudah biasa menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi dan komunikasi di sekolah dan di kelas.
1.4.2 Hipotesis Awal Penelitian
Karena dalam masyarakat yang memiliki kedwibahasaan, penutur bisa memilih bahasa apa yang dipakai dengan mempertimbangkan (1) tempat, (2) tujuan, (3) lawan bicara (interlocutor), dan tingkat kesulitan bahasa. Maka peneliti dapat merumuskan hipotesis awal penelitian sebagai berikut:
1. Terjadi ke kesulitan dalam penggunaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi interaksi dalam proses pembelajaran di sekolah karena terbiasa menggunakan bahasa kedua.
2. Ada kecenderungan guru mengalah menggunakan bahasa daerah atau bahasa kedua demi berhasilnya proses pembelajaran.
3. Faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia adalah: (1) siswa terbiasa menggunakan bahasa ibu (B1), (2) lingkungan yang sama-sama menggunakan bahasa ibu (B1), (3) lingkungan sekolah yang tidak menerapkan bahasa Indonesia dalam berinterkasi maupun berkomunikasi pada waktu pembelajaran.
4. Dalam jangka panjang di daerah tertentu Bahasa Indonesia dianggap asing dan ada perasaan kaku dan malu menggunakannya
1.5 Populasi dan Sampel penelitian
1.5.1 Populasi Penelitian
SMP NU-1 Gresik yang berdiri tahun 1965 merupakan sekolah yang boleh dikatakan sudah berumur dan berpengalaman. Sekolah ini selalu menjadi bagian dari perkembangan pendidikan di Kabupaten Gresik di lingkungan Depatemen Pendidikan. Apalagi sekolah ini berbasis Nahdlatul Ulama (NU) yang dianut mayortas masyarakat Gresik. Jumlah siswanya sebenarnya terus bertambah dari tahun ke tahun, karena lokal dan lingkungan pengembangan yang tidak mungkin dilakukan maka siswanya pun dibatasi. Pada tahun pelajaran 2008-2009 jumlahnya 258 siswa.
Adapun populasi penelitian ini adalah kelas VIII A, VIII B dan VIII C dengan jumlah siswa masing-masing 38, 42 dan 40 jumlah semua 120 siswa.
1.5.2 Sampel Penelitian
Dari populasi penelitian yang sudah ditentukan , peneliti mengambil sampel penelitian kelas VIII B berjumlah 42 siswa. Jadi peneliti yakin sampel penelitian dapat mewakili kesuluruhan populasi penelitian karena latar belakang ekonomi, sosial, dan budaya yang hampir sama dengan siswa dari kela lain.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Bahasa
2.1.1 Pengertian Bahasa
Dalam kehidupan bermasyarakat seseorang tidak bisa hidup menyendiri tanpa kehadiran orang lain atau tanpa bergaul dengan orang lain. Pernyataan ini membuktikan bahwa pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia terdorong untuk berkomunikasi dengan orang lain, baik untuk menyatakan keberadaanya sendiri, mengekspresikan kepentingannya, menyatakan pendapatnya, maupun untuk mempengaruhi orang lain, demi kepentingannya sendiri, kepentingan kelompoknya maupun kepentingan bersama. Berkaitan dengan hal itu maka bahasa adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia (Mustakim, 1994: 1).
Bahasa memiliki banyak sekali definisi. Untuk mengetahui definisi bahasa kita dapat mengetahui dari dua segi yaitu segi teknis dan segi praktis. Secara teknis bahasa adalah seperangkat ujaran yang bermakna, yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Sehubungan dengan pengertian itu maka ada dua catatan yang harus diperhatikan.
Pertama, bahasa dikatakan sebagai seperangkat ujaran yang bermakna karena ada ujaran-ujaran yang lain yang tidak bermakna meskipun juga dihasilkan oleh alat ucap manusia, misalnya ujaran-ujaran yang tidak didasarkan pada sistem yang berlaku dalam bahasa tersebut. Dalam hal ini, ujaran-ujaran tersebut tidak bisa disebut sebagai bahasa.
Kedua, bahasa disebut sebagai seperangkat ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia karena ada ujaran-ujaran lain yang tidak dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dalam hal ini, ujaran yang tidak dihasikan oleh alat manusia tentu tidak bisa disebut bahasa.
Secara praktis bahasa merupakan alat komunikasi antar anggota masyarakat yang berupa sistem lambang bunyi yang bermakna, yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Pengertian ini menunjukkan bahwa ada alat komunikasi lain yang tidak disebut bahasa karena tidak berupa sistem lambang bunyi. Anggukan kepala, gelengan kepala, dan lambaian tangan, misalnya juga merupakan alat komunikasi, tetapi tidak disebut bahasa karena tidak menggunakan sistem lambang bunyi sebagaimana dimaksud diatas.
Dari pengertian secara praktis tersebut kita dapat mengetahui bahwa bahasa harus memiliki dua aspek kebahasaan yaitu aspek sistem (lambang) dan aspek makna. Bahasa disebut sebagai sistem bunyi atau sistem lambang bunyi karena bunyi-bunyi bahasa yang kita dengar atau kita ucapkan itu sebenarnya bersistem atau memiliki keteraturan. Jadi, agar sistem bunyi itu memiliki makna, kita harus melihat pedoman bahasa yang telah disepakati.
Sedangkan dari aspek makna, hal itu berarti bahwa arti atau pengertian yang ditimbulkan oleh suatu bentuk bahasa. Dalam kaitan ini, hubungan antara aspek sistem (lambang) bunyi dan aspek makna di dalam suatu bahasa sebenarnya bersifat arbitrer atau manasuka. Artinya antara bahasa sebagai sistem bunyi (lambang) dan wujud benda atau konsep yang dilambangkan dengan bahasa itu sebenarnya tidak ada kaitan langsung. Dengan kata lain, hubungan antara bahasa dan wujud benda yang diwakilinya hanya didasarkan pada kesepakan antar penuutur bahasa di dalam masyarakat bahasa yang bersangkutan.
2.1.2 Fungsi dan Peranan Bahasa
Didalam mendefinisikan bahasa, beberapa ahli bahasa menggunakan fungsi bahasa sebagai fitur pembeda. Di dalam definisi itu disebutkan bahwa bahasa adalah sistem simbol lisan yang arbitraris, dengan mana anggota masyarakat saling berkomunikasi. Tugas bahasa memang untuk alat komunikasi. Jadi fungsi bahasa adalah untuk saling berinteraksi, untuk saling bertanya-jawab, untuk saling berpadah (memberi tahu), menyahut, untuk menyuruh, melarang, menolak, meminta dan berseru (Poejosoedarmo, 2003: 169-170).
Selain sebagai alat berkomunikasi, pada hakikanya bahasa juga merupakan alat ekspresi diri, alat integrasi dan adaptasi sosial, serta alat kontrol sosial (Mustakim, 1994: 4). Sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dalam bermasyarakat sebagai bentuk perwujudan manusia yang merupakan mahluk sosial.
2.3 Bahasa Indonesia
2.3.1 Sejarah Bahasa Indonesia
Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang beruntung karena memiliki bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang memiliki peranan sangat besar bagi bangsa Indonesia, baik pada masa sebelum kemerdekaan maupun pada masa kini (Yonohudiono dan Suyono, 1994: 1).
Bahasa Indonesia yang sekarang ini menjadi bahasa nasional berasal dari dialek Riau. Bahasa Melayu dialek Riau mempunyai beberapa dialek. Salah satunya adalah bahasa Melayu pasar. Bahasa Melayu pasar itulah yang kemudian menjadi lingua franca di seluruh nusantara. Karena faktor bahasa Melayu pasar yang sudah terkenal sebagai bahasa perhubungan itulah, maka bahasa Melayu dialek Riau itu diterima sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah (Keraf, 1984: 21). Proses diterimanya bahasa melayu Riau menjadi bahasa nasional juga tidak bisa terlepas dari jasa beberapa surat kabar waktu itu diantaranya, Bianglala, Bintang Timur, Kaum Muda, Neratja dan lain sebagainya sehingga bahasa Melayu dialek Riau dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Meskipun proses penentuan bahasa daerah sebagai bahasa nasional sangat sulit, akhirnya pada kongres pemuda di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928, berhasil diikrarkan sumpah yang kemudian kita kenal dengan Sumpah Pemuda yaitu:
1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Sejak tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi bangsa Indonesia telah memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia yang sebenarnya merupakan bahasa Melayu. Peristiwa diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa nasional merupakan peristiwa politik, jadi tidak hanya sekedar peristiwa kebahasaan saja (Yonohudiono dan Suyono, 1994: 2).
Ada lima faktor yang menyebabkan bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa nasional yaitu:
1. Sejarah telah membantu penyebaran bahasa Melayu sehingga bahasa Melayu menjadi lingua franca di seluruh nusantara dan menjadi alat komunikasi perdagangan. Bahasa melayu juga telah digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah untuk mendidik calon pegawai negeri bangsa bumi putra.
2. Jika bahasa Jawa yang digunakan, suku-suku bangsa atau golongan lain di negara Indonesia akan merasa terjajah oleh suku Jawa yang merupakan suku terbesar di Indonesia.
3. Bahasa Melayu memiliki sistem yang sederhana dan tidak memiliki tingkatan bahasa (unda-usuk) sehingga mudah dipelajari; tidak seperti halnya bahasa Jawa.
4. Faktor psikologis yaitu suku Jawa dan suku Sunda yang sebenarnya merupakan dus suku terbesar telah menerima bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu bangsa secara nasional.
5. Kesanggupan bahasa Melayu sendiri untuk diangkat sebagai bahasa Nasional yang juga sebagai alat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam arti luas.
2.1.3 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki peranan yang sangat besar terhadap bangsa Indonesia baik sebelum kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan. Hal itu dapat dilihat dari ikrar sumpah pemuda butir yang ketiga yang berbunyi: “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia” dan Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36, yang berbunyi: “Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia.”
Penting tidaknya suatu bahasa dapat dilihat dari beberapa patokan bahasa yaitu: (1) jumlah penuturnya, (2) luas penyebarannya, dan (3) peranannya sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya (Moeliono, 1988: 1)
Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sudah dibakukan sejak seminar bahasa dan sastra Indonesia dan daerah di Jakarta tahun 1975. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional secara resmi dimulai tahun 1928, yaitu sejak Sumpah Pemuda. Sejak itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa oleh seluruh bangsa Indonesia.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi di antarangnya:
1. Sebagai lambang kebulatan semangat kebangsaan Indonesia
2. Sebagai lambang jadi diri atau identitas bangsa Indonesia
3. Sebagai alat pemersatu dari masyarakat dengan perbedaan bangsa yang memiliki berbagai perbedaan, baik dari latar belakang sosial, budaya maupun bahasanya
4. Sebagai alat penghubung antardaerah dan antar budaya. (Ardiana,1996:ii)
Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1. Sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan formal
2. Sebagai bahasa resmi negara yang digunakan dalam perhubungan pada tingkat nasional, baik dalam kepentingan dan pembangunan maupun kepentingan pemerintahan
3. Sebagai bahasa resmi, baik dalam bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan maupun dalam bidang teknologi. (Mustakim, 1994:14-15)
2.1.4 Perkembangan Bahasa Indonesia
Perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia telah mengalami proses pengembangan yang memerlukan waktu berabad-abad lamanya. Namun persepsi orang-orang selama ini, bahwa bahasa Indonesia berasal dari melayu Riau. Namun, pada dasarnya bahasa Melayu Riau hanyalah salah satu dari sekian banyak dialek-dialek Melayu. Di Nusantara yang dikenal sebagai bahasa perhubungan (Lingua franca) yaitu Melayu Pasar yang merupakan faktor diterima sebagai bahasa pengantar (Keraf, 1948:21)
Sebelum masa kolonial, bahasa Melayu telah digunakan oleh kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7. Bukti-bukti yang mendukung pernyataan tersebut yaitu ditemukannya prasasti-prasasti di daerah Sumatra, seperti: prasasti Kedukan Bukit (Palembang: 683), Talang Tuo (Palembang: 684), Kota Kapur (Bangka Barat: 686), Karang Berahi (Jambi dan Sungai Musi: 688) yang semuanya bertuliskan dengan bahasa Melayu Kuno. Prasasti lain juga ditemukan di Jawa Tengah, prasasti Gandasuli (832) dan di Bogor, prasasti Bogor (942). Prasasti-prasasti yang ditemukan di Jawa dan di Sumatra menunjukkan pada masa kerajaan Sriwijaya telah menggunakan bahasa Melayu Kuno. Berikut bunyi yang diambil dari batu bertulis Kedukan Bukit :
“Swastie syrie sysaka warsaatreta 605 ekadasyn syuklapaksa wulan waisyaakha dapunta hyang naayik di saamwan mangalap siddhayaatra di saptamie syukalapaksa wulan jyestha dapunta hyang marlapas dari minanga laamwan...(Selamat! Pada tahun saka 605 hari kesebelas pada masa terang bulan waisyaakha, tuan kita yang mulia naik di perahu menjemput siddhayaatra. Pada hari ketujuh, pada masa terang bulan Jayestha, tuan kita yang mulia berlepas dari minanga laamwan).
Kedudukan bahasa Melayu dalam masyarakat berlanjut hingga masa kolonial, bahasa Melayu merupakan bahasa resmi dalam pergaulan, dan bahasa perantara dalam perdagangan. Hal itu berarti bahasa Malayu telah dikenal luas dalam masyarakat Indonesia.
Di Maluku, baik bangsa Portugis maupun bangsa Belanda mencoba memposisikan bahasa mereka sebagai bahasa perantara, namun sebagian besar sekolah-sekolah di Maluku memakai bahasa Melayu sebagai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Hingga keluarlah keputusan dari pemerintah kolonial, K.B. 1871 No. 104, yang mengatakan bahwa pengajaran di sekolah-sekolah Bumi Putra diberi dalam bahasa daerah, kalau tidak dipakai bahasa Melayu (Keraf, 1948:23).
Namun, karena timbulnya pergerakan kebangsaan, menimbulkan suatu pemikiran untuk mengikat dari sekian macam suku bangsa dengan suatu bahasa nasional yaitu bahasa Melayu yang telah menjadi Lingua franca yang kemudian dijadikan sebgai bahasa nasional. Walaupun usaha tersebut tidaklah mudah, karena tiap daerah lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing dalam berkomunikasi. Maka pemerintah kolonial mendirikan suatu komisi “Comissie voor de Volkslecture” yang kemudian pada tahun 1917 diganti menjadi “Balai Pustaka” yang diketahui oleh Dr. G.A.J. Hazeu. Komisi ini membantu menyebarkan buku bahasa dengan topik bahasa Melayu. Sehingga penyebaran bahasa Melayu pun semakin meluas di wilayah Indonesia.
Pada tahun 1926, Jong Java merasa perlu mengakui suatu bahasa daerah yang dapat menghubung kan para pemuda-pemuda di Indonesia. Dan bahasa Melayu-lah yang dipilih sebagai bahasa perantara. Namun, para pemuda di Sumatra telah lebih dahulu mengakui bahasa Melayu Riau sebagai bahasa perantara pada kongres ke-II Jong Sumatra. Hingga akhirnya pada 28 Oktober 1928 dicetuskannya ikrar Sumpah Pemuda yang merupakan pedoman diresmikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa perantara bangsa Indonesia.
Pada zaman sekarang ini, secara nasional perkembangan bahasa memang telah pada taraf yang mengembirakan. Sikap masyarakat telah demikian baik terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa negara juga bahasa persatuan Indonesia. Politik bahasa nasional juga telah mengamanahkan kepada bangsa Indonesia untuk mendudukkan bahasa sebagai bahasa negara dan bahasa nasional. Maka sudah selayaknya bangsa Indonesia bangga berbahasa Indonesia, mencintai bahasa Indonesia, dan setia terhadap bahasa Indonesia (Ardiana, 1995: 10)
Namun, yang terjadi di sekolah SMP NU-1 Gresik berbeda. Siswa enggan bahkan ada rasa kaku dan malu dalam mengucapkan kata-kata menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan teman bahkan dengan guru di kelas. Mengapa demikian?
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Kemampuan Berbahasa Siswa
3.1.1 Faktor dominan bahasa kedua
Kemapuan anak manusia untuk dapat menguasai bahasa pertamanya dalam waktu yang relatif singkat, hanya beberapa tahun pertama. Sungguh merupakan keajaiban dan menjadi perhatian utama para ahli pembelajaran bahasa maupun ahli psikolinguistik. Ketika bayi lahir dengan menangis, kemudian ia mulai mendekut (Cooing), kemudian mengoceh (babbling). Pada saat itu ia menghasilkan bunyi-bunyi yang tidak jelas maknanya yang terdiri atas gabungan bunyi-bunyi vokal dan konsonan.
Perkembangan bahasa anak pun berlanjut ketika usia satu tahunan anak sudah dapat menirukan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua dan keluarganya, walau kata-kata yang muncul tidak jelas dan aterus berkembang sampai anak menjadi anak remaja dan dewasa. Kalau orang tua dan keluarga membiasakan menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan keseharian di rumah maka anak akan meniru dan akhirnya anak menjadi penutur bahasa Indonesia. Akan tetapi kalau anak secak kecil diajak berkomunikasi dalam setiap kegiatanya dengan menggunakan bahasa ibu (B1) yang berbahasa daerah bahasa Jawa yang tingkat rendah (ngoko) maka anak akan terbiasa menggunakan bahasa Jawa "ngoko" dalam setiap situasai dan tempat anak berada dan mungkin siswa-siswa SMP NU-1 Gresik mereka diajarkan oleh orang tua menggunakan bahasa kedua (jawa) dalam setiap kegiatan.
Prof. DR. Henry Guntur Tarigan (1993:1) mengatakan: bahwa keterampilan berbahasa itu ada empat komponen yang saling berkaitan, yaitu:(1) ketrampilan menyimak (listening skills), (2) keterampilan berbicara (spesking skill), (3) keterampilan membaca (reading skills), (4) keterampilan menulis (writing skills). Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainya dengan cara meraneka ragam. Dalam hubungan urutan yang teratur, mula-mula pada masa kecil kita menyimak, kemudian berbicara, seudah itu belajar membaca dan menulis.
Uraaian tersebut, secara rasional dan proporsional anak jelas menggunakan bahasa kedua dalam setiap interaksi dan komunikasi baik di rumah maupun di sekolah. Faktor kebiasaan anak inilah akhirnya siswa-siswa enggan dan terdengar kaku dalam menggunakannya.
3.2 Tingkatan berbahasa anak dalam penerapan
Dari hasil pengamatan pada sampel atau objek penelitian siswa kelas VIII B secara khusus dan semua siswa secara umum tentang rendahnya pengunaan bahasa Indonesia siswa , penulis dapat mengelompokkan sebagai berikut:
3.2.1 Menurut tujuan atau lawan bicara
3.2.1.1 Sesama teman
Bahas yang dipakai siswa sudah pasti menggunakan bahasa ibu atau bahasa kedua yang berupa bahasa jawa kasar (ngoko) logat Gresik-an. Seperti dalam percakapan yang penulis dengar ketika mereka duduk-duduk di kantin sambil makan jajan dan sebungkus plastic es. Abdul Mujib mengatakan kepada Moh. Taufik, "Fik koen wis ngerjakno PR- re Pak. Mahmud?" lalu Taufik menjawab, "PR opo? Eson gak ero kok." Ada lagi percakapan mereka seperti, " Bud njalok sambele titik." ( Budi minta sambal kepada salah satu temannya bernama Budi), "He, Pak Mahmud wes teko,he patenono tipine."(Suasana di kelas guru akan masuk kelas) dan banyak lainnya. Jadi anak-anak tidak menggunakan bahasa Indonesia sama sekali dalam berkomunikasi dengan temannya.
3.2.1.2 Petugas SPP dan Perpustakaan
Begitu juga dengan petugas SPP dan Perpustakaan terjadi penggunaan bahasa Indonesia yang rendah karena pengaruh bahasa kedua, seperti berikut: " Bu kurang piro?" (seorang siswa menanyakan kekurangan SPP kepada petugas), " Bu Ina terkhir kapan? Gak duwe duwek Buk." (seorang siswa kelas IX menanyakan kapan terakhirnya pembayaran Ziarah Wali 8 kepada bu Ina petugas SPP) Begitu juga sama pada petugas perpustakaan. " Mas nyele kamus Bahasa Indonesia, dikongkon Pak. Mahmud."(seorang siswa pinjam kamus Bahasa Indonesia kepada petugas perpustakaan).
3.2.1.3 Kepada guru di kelas
Penggunaan bahas Indonesia oleh siswa kepada guru pada saat pembelajaran dapat dikelompokkan sebagai berikut: Pertama, siswa menggunakan bahasa kedua, seperti: "Pak wes mari, dibiji Pak!" (seorang anak yang mengatakan kepada seorang guru tentang hasil pekerjaanya yang sudah selesai dan minta dinilai), "Pak makna konotasi iku opo Pak!" (seorang anak menanyakan tentang pengertian makna konotasi), “ Pak, oleh ndelok buku?” ( seorang anak menanyakan kepada guru pada waktu ulangan apakah boleh melihat buku) dan banyak lainnya. Kedua, siswa menggunakan bahasa campuran yaitu bahasa Indonesia dan bahasa kedua (jawa ngoko) seperti: "Mari ngerjakan pulang, Pak?" (seorang anak meminta pulang kepada guru di kelas setelah mengerjakan tugas) , "Pak Izin nang belakang!.", (seorang anak minta izin ke belakang dengan tujuan buang air kecil dll) "Pak nomer telu apa?" (seorang anak menanyakan kepada guru nomor tiga yang belum mengerti), “ Pak , Taufik gak masuk.” (seorang anak mengatakan kepada gurunya memberitahukan bahwa temanya yang bernama Taufik tidak masuk) dan banyak lainnya.
3.2.2 Kelancaran ujaran
Keterampilan berbicara khususnya menggunakan bahasa Indonesis yang dialami siswa dalam kegiatan pembelajaran terlihat kaku. Kekakuan ini disebabkab siswa masi terpengaruh oleh kosa kata bahasa kedua dan masih lambat dalam mencari kosa kata apa untuk mengatakan sesuatu dengan maksud tertentu dalam bahasa Indonesia. Banyak siswa yang sebenarnya ingin berbicara untuk menyampaikan gagasannya tetapi ada perasaan takut salah dan ditertawakan teman-temannya.
Kelancaran dalam menyampaikan gagasan ini tentu dipengaruhi oleh intelgensi atau tingkat kecerdasan anak yang berbeda-beda dan karakter anak. Ada anak yang genius tetapi dalam berkata-kata tidak lancer (gagap), ada yang intelgensinya renda juga berbicaranya terpata-pata. Sepertinya mendekati kebenaran bahwa kepandaian seseorang dalam berbahasa menunjukkan kematangan pola pikirnya.
3.3 Faktor penyebab
Rendahnya penggunan bahasa Indonesia oleh kebanyakan siswa SMP NU-1 karena beberapa sebab, yaitu:
3.3.1 Penggunaan bahasa Ibu sebagai bahasa pertama(B1) lebih kuat, sehingga penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa terasa kaku dan asing.
3.3.2 Lingkungan sekolah yang tidak menerapkan bahasa Indonesia dalam berinterkasi maupun berkomunikasi pada waktu pembelajaran.guru masih terlihat menggunakan bahasa campuran demi lancaranya proses pembelajaran.
3.3.3 Lingkungan yang sama-sama menggunakan bahasa ibu (B1). Lingkungan keluarga dan lingkungan teman sebaya di sekolah menggunakan bahasa ibu dalam setiap interaksi dan komunikasi sehingga bahasa Indonesia terasa asing apabila ada salah satu anak yang menggunakan.
3.3.4 Adanya degradasi dalam tata krama antara siswa dan guru. Diakui atau tidak di sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta di lingkungan Departemen Pendidikan maupun Depatemen Agama, siswa-siswanya dalam berinteraksi dengan guru layaknya teman, sehingga bahasa yang digunakan pun bahasa kedua (jawa ngoko).
3.4 Upaya Pemecahan
Melihat kenyataan di lapangan, yaitu siswa-siswa SMP NU-1 Gresik sebagai populasi secara umum dan khususnya siswa kelas VIII B sebagai sampel yang terlihat enggan bahkan ada kesan malu dalam berkomunikasi baik dengan teman maupun saat pembelajaran, maka harus ada usaha mengatasinya. Adapun upaya mengatasi masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sekolah dan semua warga sekolah harus bersama-sama membuat program adanya penggunaan bahasa pengantar dalam komunikasi antar guru dan siswa.
2. Dalam proses pembelajaran di kelas seharusnya guru menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan, sehingga bahasa Indonesia tidak asing di terlinga para siswa.
3. Sekolah harus mewajibkan siswa menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dan menegur bahkan memberi sanksi mendidik bagi yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.
4. Petugas sekolah baik TU, Pustakawan maupun tenaga lain harus berikap pasif atau pura-pura tidak mendengar apabila ada siswa yang berbicara atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ngoko, sehingga siswa lama-lama akhirnya mengerti dan menggunakan bahasa Indonesia agar dilayani kepentinganya di sekolah.
5. Untuk mencegah terjadinya pergeseran bahasa Indonesia jangan sampai terlihat asing yang akhirnya tidak mau mengunakan dalam berkomunikasi perlu ada gerakan bersama-sama antar war ga sekolah dan semua warga bangsa Indoenesia secara nasional.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1 Simpulan
Berdasarkan Pembahasan di atas, maka penulis menyimpulkan hasil penelitian ini sebagai berikut:
1. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi, diantaranya sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan formal, swasta maupun negeri.
2. Bahasa Indonesia menjadi bahasa asing bagi sebagian siswa yang interaksi sosial dan komunikasi sehari-hari lebih kuat menggunakan bahasa kedua atau bahasa ibu.
3. Guru selaku unjung tombak dalam mengantarkan pembelajaran, masih terlihat tidak konsisten dan lebih mengutamakan proses pembelajaran yang cepat di pahami oleh siswa.
4.2 Saran
Setelah melakukan penelitian, pengamatan dan evaluasi, penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Sekolah dan semua warga harus bersama-sama membuat program adanya penggunaan bahasa pengantar dalam komunikasi antar guru dan siswa.
2. Dalam proses pembelajaran di kelas seharusnya guru menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan, sehingga bahasa Indonesia tidak asing di terlinga para siswa.
3. Sekolah harus mewajibkan siswa menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dan menegur bahkan memberi sanksi mendidik bagi yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.
4. Petugas sekolah baik TU, Pustakawan maupun tenaga lain harus berikap pasif atau pura-pura tidak mendengar apabila ada siswa yang berbicara atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ngoko, sehingga siswa lama-lama akhirnya mengerti dan menggunakan bahasa Indonesia agar dilayani kepentinganya di sekolah.
5. Untuk mencegah terjadinya pergeseran bahasa Indonesia jangan sampai terlihat asing yang akhirnya tidak mau mengunakan dalam berkomunikasi perlu ada gerakan bersama-sama antar war ga sekolah dan semua warga bangsa Indoenesia secara nasional.
DAFTAR PUSTAKA
Keraf Gorys. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Ende-Flores: Nusa Idah.
Badudu, J.S. 1983. Membina Bahasa Indonesia Baku. Bandung: Pustaka Prima.
Tarigan, Henry Guntur. 1993. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkas.
Ardiana, Leo Indra. 1995. Bahasa yang baik dan benar, polusi bahasa, dan sikap tunaharga diri. Dalam Dimensi, Jurnal Pendidikan dan Sastra IKIP NEGERI SURABAYA pada Agustus 1995 No. 20/Th. V/ 1995 Hal.
Keraf Gorys. 1984. Komposisi. Ende-Flores: Nusa Indah.
HM, Afif dkk. 2004. Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jakrta: Depag.
Depatemen Pendidikan Nasional. 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi.Jakarta:Depdiknas.
K. Mahmud, Kusman. 1987. Mari Memperhatikan dan Memggunakan Bahasa Indonesia. Bandung: CV.Yrama.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirobbilalamin, segalah puja dan puji hanya milik Allah . Rahmat dan taufignya hanya dari Allah SWT, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis ini.
Kaarya tulis ini berisi analisis tentang mengapa siswa SMP NU-1 Gresik enggan dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dan berinteraksi sehari-hari di lingkungan sekolah.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya karya tulis ini tidak lepas dari bantuan pemikiran dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada :
1. Yth Bapak Drs. Hasan Busri, M.Pd. selaku dosen pembimbing mata kulia Penulisan Ilmiah
2. Rekan-rekan yang telah membatu terselesaikannya karya tulis ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan .
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Gresik, 02 Januari 2009
Penulis
Mahmudiono, S.Pd.
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL ................................................................................ i
ABSTRAK .................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ............................................................................... iii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
1.1 Rumusan Masalah ................................................................................. 2
1.2 Tujuan Penelitihan ................................................................................ 2
1.3 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian ................................................. 3
1.4 Anggapan Dasar dan Hipotesis Awal Penelitian ................................... 3
1.4.1 Anggaran Dasar ............................................................................ 3
1.4.2 Hipotesis Awal Penelitian ............................................................ 4
1.5 Populasi dan Sampel penelitian ............................................................ 4
1.5.1 PopulasiPenelitian......................................................................... 4
1.5.2 Sampel Penelitian .......................................................................... 5
BAB II LANDASAN TEORI .................................................................... 6
2.1 Bahasa .................................................................................................... 6
2.1.1 Pengertian Bahasa ......................................................................... .6
2.1.2 Fungsi dan Peranan Bahasa .......................................................... 8
2.3 Bahasa Indonesia .................................................................................... 8
2.3.1 Sejarah Bahasa Indonesia .......................................................... 8
2.2.3 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia ................................ 10
2.4 Perkembangan Bahasa Indonesia ....................................................... . 11
BAB III PEMBAHASAN ........................................................................ 14
3.1 Kemampuan Berbahasa Siswa ............................................................. 14
3.1.1 Faktor dominan bahasa kedua ..................................................... 14
3.2 Tingkat berbahasa anak dalam penerapan ........................................... 15
3.2.1 Menurut tujuan atau lawan bicara ............................................ .15
3.2.1.2 Petugas SPP dan Perpustakaan ................................................. 16
3.2.1.3 Kepada guru di kelas .................................................................. 16
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN ..................................................... .20
4.1 Simpulan ........................................................................................... 20
4.2 Saran .................................................................................................. 20
Daftar Pustaka .......................................................................................... 21
DALAM BERKOMUNIKASI DAN BERINTERAKSI SISWA
DI SMP NU – 1 GRESIK
Karta Tulis
Oleh:
MAHMUDIONO, S.Pd.
NPM: 2081030012
SMP NU - 1 GRESIK
2008
Rendahnya Penggunaan Bahasa Indonesia Siswa
Dalam Berkomunikasi dan Berinteraksi
di SMP NU-1 Gresik
Mahmudiono, S.Pd.
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Malang
ABSTRAK
Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam komunikasi antar manusia. Bahasa digunakan untuk berbagai tujuan diantaranya untuk mengekspresikan ide-ide, perasaan, dan pemikiran. Namun kenyataan di lapangan banyak ditemukan penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945 dan kaidah bahasa yang telah disepakati menjadi bahasa pengantar pendidikan di Indonesia. Banyak siswa yang masih kesulitan dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam berkomunikasi saja banyak siswa yang tidak teratur dan terasa kaku menggunakan bahasa Indonesia. Begitu pulah dalam proses pembelajaran di sekolah maupun di kelas baik siswa maupun guru kadang lupa kalau berada di kelas atau lingkungan sekolah, yang seharusnya menggunakan pengantar Bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan siswa.
Kata kunci: Bahasa, Komunikasi, Kaidah Bahasa, Proses Pembelajaran, Berinteraksi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam komunikasi antar manusia. Bahasa digunakan untuk berbagai tujuan diantaranya untuk mengekspresikan ide-ide, perasaan, dan pemikiran.
Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi Republik Indonesia pada tahun 1945. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 36. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa persatuan Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Pemberian nama ‘Bahasa Indonesia’ juga memberikan nilai tertentu yang mempertautkan bahasa dengan nama negara sehingga penduduk Indonesia akan menganggap bahasa Indonesia sebagai simbol nasionalisme Indonesia. Bahasa Indonesia juga telah digunakan sebagai alat komunikasi di segala aspek kehidupan. Kegiatan formal, pengantar pendidikan maupun media merupakan beberapa contoh wilayah penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga diharapkan sebagai bahasa yang memiliki nilai prestisius yang paling tinggi yaitu dengan membakukan ejaannya, penyedian kamus baku bahasa Indonesia, membakuan tata bahasanya, serta penambahan kosakata dengan menyerap dari bahasa lain baik itu bahasa daerah maupun bahasa asing untuk tujuan keilmiahan secara luas.
Namun kenyataan di lapangan banyak ditemukan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945 dan kaidah bahasa yang telah disepakati menjadi bahasa pengantar pendidikan di Indonesia. Banyak siswa yang masih kesulitan dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam berkomunikasi saja banyak siswa yang tidak teratur dan terasa kaku menggunakan bahasa Indonesia. Begitu pulah dalam proses pembelajaran di sekolah maupun di kelas baik siswa maupun guru kadang lupa kalau berada di kelas atau lingkungan sekolah yang seharusnya menggunakan pengantar bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan siswa.
Lalu apakah tidak mungkin kalau kondisi ini dibiarkan dan tidak ada langkah-langkah atau upacaya terbaik, bahasa Indonesia akan jadi simbol saja. Dari latar belakang inilah penulis mencobah mengangkat masalah dan mencari solusi terbaik.
1.1 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimanakah keberadaan Bahasa Indonesia di kalangan siswa SMP NU-1 Gresik?
2. Sejau mana Bahasa Indonesia digunakan siswa SMP NU-1 dalam berinteraksi dengan teman-teman dan para guru ?
3. Mengapa siswa sulit menggunakan Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengara di kelas ?
4. Apa saja faktor yang menyebabkan rendahnya penggunaan bahasa Indonesia di SMP NU-1 Gresik?
1.2 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian diatas, maka peneliti mengadakan penelitian ilmiah dengan tujuan:
1. Mengetahui bagaimana keberadaan Bahasa Indonesia di kalangan siswa SMP NU-1 Gresik.
2. Mengetahui apakah para siswa SMP NU-1 menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan teman-teman dan para guru ?
3. Mengetahui mengapa siswa sulit menggunakan Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar di kelas .
4. Mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan bahasa Indonesia terasa kaku digunakan dalam berkomunikasi.
1.3 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Untuk membuat penelitian ini terstruktur dengan baik serta fokus pada masalah penelitian, maka peneliti membuat ruang lingkup penelitian dan pembatasan masalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya untuk Mengetahui bagaimana keberadaan Bahasa Indonesia di kalangan siswa SMP NU-1 Gresik.
2. Penelitian ini hanya pada subjek penelitian para siswa SMP NU-1 menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan teman-teman dan para guru .
3. Sebab-sebab siswa sulit menggunakan Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar di kelas.
1.4 Anggapan Dasar dan Hipotesis Awal Penelitian
1.4.1 Anggapan Dasar
Sebelum mengadakan penelitian ini, peneliti telah memiliki anggapan dasar penelitian sebagai pijakan peneliti untuk mengadakan penelitian secara benar dan terarah. Anggapan dasar penelitian itu adalah:
1. Bahasa Indonesis adalah bahasa pengantar dalam kegiatan pendidikan di sekolah.
2. Bahasa Indonesia digunakan dalam berkomunikasi oleh siswa dan guru dalam berinteraksi dan komunikasi di sekolah dan di kelas.
3. Siswa sudah biasa menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi dan komunikasi di sekolah dan di kelas.
1.4.2 Hipotesis Awal Penelitian
Karena dalam masyarakat yang memiliki kedwibahasaan, penutur bisa memilih bahasa apa yang dipakai dengan mempertimbangkan (1) tempat, (2) tujuan, (3) lawan bicara (interlocutor), dan tingkat kesulitan bahasa. Maka peneliti dapat merumuskan hipotesis awal penelitian sebagai berikut:
1. Terjadi ke kesulitan dalam penggunaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi interaksi dalam proses pembelajaran di sekolah karena terbiasa menggunakan bahasa kedua.
2. Ada kecenderungan guru mengalah menggunakan bahasa daerah atau bahasa kedua demi berhasilnya proses pembelajaran.
3. Faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia adalah: (1) siswa terbiasa menggunakan bahasa ibu (B1), (2) lingkungan yang sama-sama menggunakan bahasa ibu (B1), (3) lingkungan sekolah yang tidak menerapkan bahasa Indonesia dalam berinterkasi maupun berkomunikasi pada waktu pembelajaran.
4. Dalam jangka panjang di daerah tertentu Bahasa Indonesia dianggap asing dan ada perasaan kaku dan malu menggunakannya
1.5 Populasi dan Sampel penelitian
1.5.1 Populasi Penelitian
SMP NU-1 Gresik yang berdiri tahun 1965 merupakan sekolah yang boleh dikatakan sudah berumur dan berpengalaman. Sekolah ini selalu menjadi bagian dari perkembangan pendidikan di Kabupaten Gresik di lingkungan Depatemen Pendidikan. Apalagi sekolah ini berbasis Nahdlatul Ulama (NU) yang dianut mayortas masyarakat Gresik. Jumlah siswanya sebenarnya terus bertambah dari tahun ke tahun, karena lokal dan lingkungan pengembangan yang tidak mungkin dilakukan maka siswanya pun dibatasi. Pada tahun pelajaran 2008-2009 jumlahnya 258 siswa.
Adapun populasi penelitian ini adalah kelas VIII A, VIII B dan VIII C dengan jumlah siswa masing-masing 38, 42 dan 40 jumlah semua 120 siswa.
1.5.2 Sampel Penelitian
Dari populasi penelitian yang sudah ditentukan , peneliti mengambil sampel penelitian kelas VIII B berjumlah 42 siswa. Jadi peneliti yakin sampel penelitian dapat mewakili kesuluruhan populasi penelitian karena latar belakang ekonomi, sosial, dan budaya yang hampir sama dengan siswa dari kela lain.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Bahasa
2.1.1 Pengertian Bahasa
Dalam kehidupan bermasyarakat seseorang tidak bisa hidup menyendiri tanpa kehadiran orang lain atau tanpa bergaul dengan orang lain. Pernyataan ini membuktikan bahwa pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia terdorong untuk berkomunikasi dengan orang lain, baik untuk menyatakan keberadaanya sendiri, mengekspresikan kepentingannya, menyatakan pendapatnya, maupun untuk mempengaruhi orang lain, demi kepentingannya sendiri, kepentingan kelompoknya maupun kepentingan bersama. Berkaitan dengan hal itu maka bahasa adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia (Mustakim, 1994: 1).
Bahasa memiliki banyak sekali definisi. Untuk mengetahui definisi bahasa kita dapat mengetahui dari dua segi yaitu segi teknis dan segi praktis. Secara teknis bahasa adalah seperangkat ujaran yang bermakna, yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Sehubungan dengan pengertian itu maka ada dua catatan yang harus diperhatikan.
Pertama, bahasa dikatakan sebagai seperangkat ujaran yang bermakna karena ada ujaran-ujaran yang lain yang tidak bermakna meskipun juga dihasilkan oleh alat ucap manusia, misalnya ujaran-ujaran yang tidak didasarkan pada sistem yang berlaku dalam bahasa tersebut. Dalam hal ini, ujaran-ujaran tersebut tidak bisa disebut sebagai bahasa.
Kedua, bahasa disebut sebagai seperangkat ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia karena ada ujaran-ujaran lain yang tidak dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dalam hal ini, ujaran yang tidak dihasikan oleh alat manusia tentu tidak bisa disebut bahasa.
Secara praktis bahasa merupakan alat komunikasi antar anggota masyarakat yang berupa sistem lambang bunyi yang bermakna, yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Pengertian ini menunjukkan bahwa ada alat komunikasi lain yang tidak disebut bahasa karena tidak berupa sistem lambang bunyi. Anggukan kepala, gelengan kepala, dan lambaian tangan, misalnya juga merupakan alat komunikasi, tetapi tidak disebut bahasa karena tidak menggunakan sistem lambang bunyi sebagaimana dimaksud diatas.
Dari pengertian secara praktis tersebut kita dapat mengetahui bahwa bahasa harus memiliki dua aspek kebahasaan yaitu aspek sistem (lambang) dan aspek makna. Bahasa disebut sebagai sistem bunyi atau sistem lambang bunyi karena bunyi-bunyi bahasa yang kita dengar atau kita ucapkan itu sebenarnya bersistem atau memiliki keteraturan. Jadi, agar sistem bunyi itu memiliki makna, kita harus melihat pedoman bahasa yang telah disepakati.
Sedangkan dari aspek makna, hal itu berarti bahwa arti atau pengertian yang ditimbulkan oleh suatu bentuk bahasa. Dalam kaitan ini, hubungan antara aspek sistem (lambang) bunyi dan aspek makna di dalam suatu bahasa sebenarnya bersifat arbitrer atau manasuka. Artinya antara bahasa sebagai sistem bunyi (lambang) dan wujud benda atau konsep yang dilambangkan dengan bahasa itu sebenarnya tidak ada kaitan langsung. Dengan kata lain, hubungan antara bahasa dan wujud benda yang diwakilinya hanya didasarkan pada kesepakan antar penuutur bahasa di dalam masyarakat bahasa yang bersangkutan.
2.1.2 Fungsi dan Peranan Bahasa
Didalam mendefinisikan bahasa, beberapa ahli bahasa menggunakan fungsi bahasa sebagai fitur pembeda. Di dalam definisi itu disebutkan bahwa bahasa adalah sistem simbol lisan yang arbitraris, dengan mana anggota masyarakat saling berkomunikasi. Tugas bahasa memang untuk alat komunikasi. Jadi fungsi bahasa adalah untuk saling berinteraksi, untuk saling bertanya-jawab, untuk saling berpadah (memberi tahu), menyahut, untuk menyuruh, melarang, menolak, meminta dan berseru (Poejosoedarmo, 2003: 169-170).
Selain sebagai alat berkomunikasi, pada hakikanya bahasa juga merupakan alat ekspresi diri, alat integrasi dan adaptasi sosial, serta alat kontrol sosial (Mustakim, 1994: 4). Sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dalam bermasyarakat sebagai bentuk perwujudan manusia yang merupakan mahluk sosial.
2.3 Bahasa Indonesia
2.3.1 Sejarah Bahasa Indonesia
Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang beruntung karena memiliki bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang memiliki peranan sangat besar bagi bangsa Indonesia, baik pada masa sebelum kemerdekaan maupun pada masa kini (Yonohudiono dan Suyono, 1994: 1).
Bahasa Indonesia yang sekarang ini menjadi bahasa nasional berasal dari dialek Riau. Bahasa Melayu dialek Riau mempunyai beberapa dialek. Salah satunya adalah bahasa Melayu pasar. Bahasa Melayu pasar itulah yang kemudian menjadi lingua franca di seluruh nusantara. Karena faktor bahasa Melayu pasar yang sudah terkenal sebagai bahasa perhubungan itulah, maka bahasa Melayu dialek Riau itu diterima sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah (Keraf, 1984: 21). Proses diterimanya bahasa melayu Riau menjadi bahasa nasional juga tidak bisa terlepas dari jasa beberapa surat kabar waktu itu diantaranya, Bianglala, Bintang Timur, Kaum Muda, Neratja dan lain sebagainya sehingga bahasa Melayu dialek Riau dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Meskipun proses penentuan bahasa daerah sebagai bahasa nasional sangat sulit, akhirnya pada kongres pemuda di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928, berhasil diikrarkan sumpah yang kemudian kita kenal dengan Sumpah Pemuda yaitu:
1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Sejak tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi bangsa Indonesia telah memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia yang sebenarnya merupakan bahasa Melayu. Peristiwa diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa nasional merupakan peristiwa politik, jadi tidak hanya sekedar peristiwa kebahasaan saja (Yonohudiono dan Suyono, 1994: 2).
Ada lima faktor yang menyebabkan bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa nasional yaitu:
1. Sejarah telah membantu penyebaran bahasa Melayu sehingga bahasa Melayu menjadi lingua franca di seluruh nusantara dan menjadi alat komunikasi perdagangan. Bahasa melayu juga telah digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah untuk mendidik calon pegawai negeri bangsa bumi putra.
2. Jika bahasa Jawa yang digunakan, suku-suku bangsa atau golongan lain di negara Indonesia akan merasa terjajah oleh suku Jawa yang merupakan suku terbesar di Indonesia.
3. Bahasa Melayu memiliki sistem yang sederhana dan tidak memiliki tingkatan bahasa (unda-usuk) sehingga mudah dipelajari; tidak seperti halnya bahasa Jawa.
4. Faktor psikologis yaitu suku Jawa dan suku Sunda yang sebenarnya merupakan dus suku terbesar telah menerima bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu bangsa secara nasional.
5. Kesanggupan bahasa Melayu sendiri untuk diangkat sebagai bahasa Nasional yang juga sebagai alat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam arti luas.
2.1.3 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki peranan yang sangat besar terhadap bangsa Indonesia baik sebelum kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan. Hal itu dapat dilihat dari ikrar sumpah pemuda butir yang ketiga yang berbunyi: “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia” dan Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36, yang berbunyi: “Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia.”
Penting tidaknya suatu bahasa dapat dilihat dari beberapa patokan bahasa yaitu: (1) jumlah penuturnya, (2) luas penyebarannya, dan (3) peranannya sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya (Moeliono, 1988: 1)
Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sudah dibakukan sejak seminar bahasa dan sastra Indonesia dan daerah di Jakarta tahun 1975. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional secara resmi dimulai tahun 1928, yaitu sejak Sumpah Pemuda. Sejak itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa oleh seluruh bangsa Indonesia.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi di antarangnya:
1. Sebagai lambang kebulatan semangat kebangsaan Indonesia
2. Sebagai lambang jadi diri atau identitas bangsa Indonesia
3. Sebagai alat pemersatu dari masyarakat dengan perbedaan bangsa yang memiliki berbagai perbedaan, baik dari latar belakang sosial, budaya maupun bahasanya
4. Sebagai alat penghubung antardaerah dan antar budaya. (Ardiana,1996:ii)
Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1. Sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan formal
2. Sebagai bahasa resmi negara yang digunakan dalam perhubungan pada tingkat nasional, baik dalam kepentingan dan pembangunan maupun kepentingan pemerintahan
3. Sebagai bahasa resmi, baik dalam bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan maupun dalam bidang teknologi. (Mustakim, 1994:14-15)
2.1.4 Perkembangan Bahasa Indonesia
Perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia telah mengalami proses pengembangan yang memerlukan waktu berabad-abad lamanya. Namun persepsi orang-orang selama ini, bahwa bahasa Indonesia berasal dari melayu Riau. Namun, pada dasarnya bahasa Melayu Riau hanyalah salah satu dari sekian banyak dialek-dialek Melayu. Di Nusantara yang dikenal sebagai bahasa perhubungan (Lingua franca) yaitu Melayu Pasar yang merupakan faktor diterima sebagai bahasa pengantar (Keraf, 1948:21)
Sebelum masa kolonial, bahasa Melayu telah digunakan oleh kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7. Bukti-bukti yang mendukung pernyataan tersebut yaitu ditemukannya prasasti-prasasti di daerah Sumatra, seperti: prasasti Kedukan Bukit (Palembang: 683), Talang Tuo (Palembang: 684), Kota Kapur (Bangka Barat: 686), Karang Berahi (Jambi dan Sungai Musi: 688) yang semuanya bertuliskan dengan bahasa Melayu Kuno. Prasasti lain juga ditemukan di Jawa Tengah, prasasti Gandasuli (832) dan di Bogor, prasasti Bogor (942). Prasasti-prasasti yang ditemukan di Jawa dan di Sumatra menunjukkan pada masa kerajaan Sriwijaya telah menggunakan bahasa Melayu Kuno. Berikut bunyi yang diambil dari batu bertulis Kedukan Bukit :
“Swastie syrie sysaka warsaatreta 605 ekadasyn syuklapaksa wulan waisyaakha dapunta hyang naayik di saamwan mangalap siddhayaatra di saptamie syukalapaksa wulan jyestha dapunta hyang marlapas dari minanga laamwan...(Selamat! Pada tahun saka 605 hari kesebelas pada masa terang bulan waisyaakha, tuan kita yang mulia naik di perahu menjemput siddhayaatra. Pada hari ketujuh, pada masa terang bulan Jayestha, tuan kita yang mulia berlepas dari minanga laamwan).
Kedudukan bahasa Melayu dalam masyarakat berlanjut hingga masa kolonial, bahasa Melayu merupakan bahasa resmi dalam pergaulan, dan bahasa perantara dalam perdagangan. Hal itu berarti bahasa Malayu telah dikenal luas dalam masyarakat Indonesia.
Di Maluku, baik bangsa Portugis maupun bangsa Belanda mencoba memposisikan bahasa mereka sebagai bahasa perantara, namun sebagian besar sekolah-sekolah di Maluku memakai bahasa Melayu sebagai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Hingga keluarlah keputusan dari pemerintah kolonial, K.B. 1871 No. 104, yang mengatakan bahwa pengajaran di sekolah-sekolah Bumi Putra diberi dalam bahasa daerah, kalau tidak dipakai bahasa Melayu (Keraf, 1948:23).
Namun, karena timbulnya pergerakan kebangsaan, menimbulkan suatu pemikiran untuk mengikat dari sekian macam suku bangsa dengan suatu bahasa nasional yaitu bahasa Melayu yang telah menjadi Lingua franca yang kemudian dijadikan sebgai bahasa nasional. Walaupun usaha tersebut tidaklah mudah, karena tiap daerah lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing dalam berkomunikasi. Maka pemerintah kolonial mendirikan suatu komisi “Comissie voor de Volkslecture” yang kemudian pada tahun 1917 diganti menjadi “Balai Pustaka” yang diketahui oleh Dr. G.A.J. Hazeu. Komisi ini membantu menyebarkan buku bahasa dengan topik bahasa Melayu. Sehingga penyebaran bahasa Melayu pun semakin meluas di wilayah Indonesia.
Pada tahun 1926, Jong Java merasa perlu mengakui suatu bahasa daerah yang dapat menghubung kan para pemuda-pemuda di Indonesia. Dan bahasa Melayu-lah yang dipilih sebagai bahasa perantara. Namun, para pemuda di Sumatra telah lebih dahulu mengakui bahasa Melayu Riau sebagai bahasa perantara pada kongres ke-II Jong Sumatra. Hingga akhirnya pada 28 Oktober 1928 dicetuskannya ikrar Sumpah Pemuda yang merupakan pedoman diresmikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa perantara bangsa Indonesia.
Pada zaman sekarang ini, secara nasional perkembangan bahasa memang telah pada taraf yang mengembirakan. Sikap masyarakat telah demikian baik terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa negara juga bahasa persatuan Indonesia. Politik bahasa nasional juga telah mengamanahkan kepada bangsa Indonesia untuk mendudukkan bahasa sebagai bahasa negara dan bahasa nasional. Maka sudah selayaknya bangsa Indonesia bangga berbahasa Indonesia, mencintai bahasa Indonesia, dan setia terhadap bahasa Indonesia (Ardiana, 1995: 10)
Namun, yang terjadi di sekolah SMP NU-1 Gresik berbeda. Siswa enggan bahkan ada rasa kaku dan malu dalam mengucapkan kata-kata menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan teman bahkan dengan guru di kelas. Mengapa demikian?
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Kemampuan Berbahasa Siswa
3.1.1 Faktor dominan bahasa kedua
Kemapuan anak manusia untuk dapat menguasai bahasa pertamanya dalam waktu yang relatif singkat, hanya beberapa tahun pertama. Sungguh merupakan keajaiban dan menjadi perhatian utama para ahli pembelajaran bahasa maupun ahli psikolinguistik. Ketika bayi lahir dengan menangis, kemudian ia mulai mendekut (Cooing), kemudian mengoceh (babbling). Pada saat itu ia menghasilkan bunyi-bunyi yang tidak jelas maknanya yang terdiri atas gabungan bunyi-bunyi vokal dan konsonan.
Perkembangan bahasa anak pun berlanjut ketika usia satu tahunan anak sudah dapat menirukan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua dan keluarganya, walau kata-kata yang muncul tidak jelas dan aterus berkembang sampai anak menjadi anak remaja dan dewasa. Kalau orang tua dan keluarga membiasakan menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan keseharian di rumah maka anak akan meniru dan akhirnya anak menjadi penutur bahasa Indonesia. Akan tetapi kalau anak secak kecil diajak berkomunikasi dalam setiap kegiatanya dengan menggunakan bahasa ibu (B1) yang berbahasa daerah bahasa Jawa yang tingkat rendah (ngoko) maka anak akan terbiasa menggunakan bahasa Jawa "ngoko" dalam setiap situasai dan tempat anak berada dan mungkin siswa-siswa SMP NU-1 Gresik mereka diajarkan oleh orang tua menggunakan bahasa kedua (jawa) dalam setiap kegiatan.
Prof. DR. Henry Guntur Tarigan (1993:1) mengatakan: bahwa keterampilan berbahasa itu ada empat komponen yang saling berkaitan, yaitu:(1) ketrampilan menyimak (listening skills), (2) keterampilan berbicara (spesking skill), (3) keterampilan membaca (reading skills), (4) keterampilan menulis (writing skills). Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainya dengan cara meraneka ragam. Dalam hubungan urutan yang teratur, mula-mula pada masa kecil kita menyimak, kemudian berbicara, seudah itu belajar membaca dan menulis.
Uraaian tersebut, secara rasional dan proporsional anak jelas menggunakan bahasa kedua dalam setiap interaksi dan komunikasi baik di rumah maupun di sekolah. Faktor kebiasaan anak inilah akhirnya siswa-siswa enggan dan terdengar kaku dalam menggunakannya.
3.2 Tingkatan berbahasa anak dalam penerapan
Dari hasil pengamatan pada sampel atau objek penelitian siswa kelas VIII B secara khusus dan semua siswa secara umum tentang rendahnya pengunaan bahasa Indonesia siswa , penulis dapat mengelompokkan sebagai berikut:
3.2.1 Menurut tujuan atau lawan bicara
3.2.1.1 Sesama teman
Bahas yang dipakai siswa sudah pasti menggunakan bahasa ibu atau bahasa kedua yang berupa bahasa jawa kasar (ngoko) logat Gresik-an. Seperti dalam percakapan yang penulis dengar ketika mereka duduk-duduk di kantin sambil makan jajan dan sebungkus plastic es. Abdul Mujib mengatakan kepada Moh. Taufik, "Fik koen wis ngerjakno PR- re Pak. Mahmud?" lalu Taufik menjawab, "PR opo? Eson gak ero kok." Ada lagi percakapan mereka seperti, " Bud njalok sambele titik." ( Budi minta sambal kepada salah satu temannya bernama Budi), "He, Pak Mahmud wes teko,he patenono tipine."(Suasana di kelas guru akan masuk kelas) dan banyak lainnya. Jadi anak-anak tidak menggunakan bahasa Indonesia sama sekali dalam berkomunikasi dengan temannya.
3.2.1.2 Petugas SPP dan Perpustakaan
Begitu juga dengan petugas SPP dan Perpustakaan terjadi penggunaan bahasa Indonesia yang rendah karena pengaruh bahasa kedua, seperti berikut: " Bu kurang piro?" (seorang siswa menanyakan kekurangan SPP kepada petugas), " Bu Ina terkhir kapan? Gak duwe duwek Buk." (seorang siswa kelas IX menanyakan kapan terakhirnya pembayaran Ziarah Wali 8 kepada bu Ina petugas SPP) Begitu juga sama pada petugas perpustakaan. " Mas nyele kamus Bahasa Indonesia, dikongkon Pak. Mahmud."(seorang siswa pinjam kamus Bahasa Indonesia kepada petugas perpustakaan).
3.2.1.3 Kepada guru di kelas
Penggunaan bahas Indonesia oleh siswa kepada guru pada saat pembelajaran dapat dikelompokkan sebagai berikut: Pertama, siswa menggunakan bahasa kedua, seperti: "Pak wes mari, dibiji Pak!" (seorang anak yang mengatakan kepada seorang guru tentang hasil pekerjaanya yang sudah selesai dan minta dinilai), "Pak makna konotasi iku opo Pak!" (seorang anak menanyakan tentang pengertian makna konotasi), “ Pak, oleh ndelok buku?” ( seorang anak menanyakan kepada guru pada waktu ulangan apakah boleh melihat buku) dan banyak lainnya. Kedua, siswa menggunakan bahasa campuran yaitu bahasa Indonesia dan bahasa kedua (jawa ngoko) seperti: "Mari ngerjakan pulang, Pak?" (seorang anak meminta pulang kepada guru di kelas setelah mengerjakan tugas) , "Pak Izin nang belakang!.", (seorang anak minta izin ke belakang dengan tujuan buang air kecil dll) "Pak nomer telu apa?" (seorang anak menanyakan kepada guru nomor tiga yang belum mengerti), “ Pak , Taufik gak masuk.” (seorang anak mengatakan kepada gurunya memberitahukan bahwa temanya yang bernama Taufik tidak masuk) dan banyak lainnya.
3.2.2 Kelancaran ujaran
Keterampilan berbicara khususnya menggunakan bahasa Indonesis yang dialami siswa dalam kegiatan pembelajaran terlihat kaku. Kekakuan ini disebabkab siswa masi terpengaruh oleh kosa kata bahasa kedua dan masih lambat dalam mencari kosa kata apa untuk mengatakan sesuatu dengan maksud tertentu dalam bahasa Indonesia. Banyak siswa yang sebenarnya ingin berbicara untuk menyampaikan gagasannya tetapi ada perasaan takut salah dan ditertawakan teman-temannya.
Kelancaran dalam menyampaikan gagasan ini tentu dipengaruhi oleh intelgensi atau tingkat kecerdasan anak yang berbeda-beda dan karakter anak. Ada anak yang genius tetapi dalam berkata-kata tidak lancer (gagap), ada yang intelgensinya renda juga berbicaranya terpata-pata. Sepertinya mendekati kebenaran bahwa kepandaian seseorang dalam berbahasa menunjukkan kematangan pola pikirnya.
3.3 Faktor penyebab
Rendahnya penggunan bahasa Indonesia oleh kebanyakan siswa SMP NU-1 karena beberapa sebab, yaitu:
3.3.1 Penggunaan bahasa Ibu sebagai bahasa pertama(B1) lebih kuat, sehingga penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa terasa kaku dan asing.
3.3.2 Lingkungan sekolah yang tidak menerapkan bahasa Indonesia dalam berinterkasi maupun berkomunikasi pada waktu pembelajaran.guru masih terlihat menggunakan bahasa campuran demi lancaranya proses pembelajaran.
3.3.3 Lingkungan yang sama-sama menggunakan bahasa ibu (B1). Lingkungan keluarga dan lingkungan teman sebaya di sekolah menggunakan bahasa ibu dalam setiap interaksi dan komunikasi sehingga bahasa Indonesia terasa asing apabila ada salah satu anak yang menggunakan.
3.3.4 Adanya degradasi dalam tata krama antara siswa dan guru. Diakui atau tidak di sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta di lingkungan Departemen Pendidikan maupun Depatemen Agama, siswa-siswanya dalam berinteraksi dengan guru layaknya teman, sehingga bahasa yang digunakan pun bahasa kedua (jawa ngoko).
3.4 Upaya Pemecahan
Melihat kenyataan di lapangan, yaitu siswa-siswa SMP NU-1 Gresik sebagai populasi secara umum dan khususnya siswa kelas VIII B sebagai sampel yang terlihat enggan bahkan ada kesan malu dalam berkomunikasi baik dengan teman maupun saat pembelajaran, maka harus ada usaha mengatasinya. Adapun upaya mengatasi masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sekolah dan semua warga sekolah harus bersama-sama membuat program adanya penggunaan bahasa pengantar dalam komunikasi antar guru dan siswa.
2. Dalam proses pembelajaran di kelas seharusnya guru menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan, sehingga bahasa Indonesia tidak asing di terlinga para siswa.
3. Sekolah harus mewajibkan siswa menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dan menegur bahkan memberi sanksi mendidik bagi yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.
4. Petugas sekolah baik TU, Pustakawan maupun tenaga lain harus berikap pasif atau pura-pura tidak mendengar apabila ada siswa yang berbicara atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ngoko, sehingga siswa lama-lama akhirnya mengerti dan menggunakan bahasa Indonesia agar dilayani kepentinganya di sekolah.
5. Untuk mencegah terjadinya pergeseran bahasa Indonesia jangan sampai terlihat asing yang akhirnya tidak mau mengunakan dalam berkomunikasi perlu ada gerakan bersama-sama antar war ga sekolah dan semua warga bangsa Indoenesia secara nasional.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1 Simpulan
Berdasarkan Pembahasan di atas, maka penulis menyimpulkan hasil penelitian ini sebagai berikut:
1. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi, diantaranya sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan formal, swasta maupun negeri.
2. Bahasa Indonesia menjadi bahasa asing bagi sebagian siswa yang interaksi sosial dan komunikasi sehari-hari lebih kuat menggunakan bahasa kedua atau bahasa ibu.
3. Guru selaku unjung tombak dalam mengantarkan pembelajaran, masih terlihat tidak konsisten dan lebih mengutamakan proses pembelajaran yang cepat di pahami oleh siswa.
4.2 Saran
Setelah melakukan penelitian, pengamatan dan evaluasi, penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Sekolah dan semua warga harus bersama-sama membuat program adanya penggunaan bahasa pengantar dalam komunikasi antar guru dan siswa.
2. Dalam proses pembelajaran di kelas seharusnya guru menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan, sehingga bahasa Indonesia tidak asing di terlinga para siswa.
3. Sekolah harus mewajibkan siswa menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dan menegur bahkan memberi sanksi mendidik bagi yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.
4. Petugas sekolah baik TU, Pustakawan maupun tenaga lain harus berikap pasif atau pura-pura tidak mendengar apabila ada siswa yang berbicara atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ngoko, sehingga siswa lama-lama akhirnya mengerti dan menggunakan bahasa Indonesia agar dilayani kepentinganya di sekolah.
5. Untuk mencegah terjadinya pergeseran bahasa Indonesia jangan sampai terlihat asing yang akhirnya tidak mau mengunakan dalam berkomunikasi perlu ada gerakan bersama-sama antar war ga sekolah dan semua warga bangsa Indoenesia secara nasional.
DAFTAR PUSTAKA
Keraf Gorys. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Ende-Flores: Nusa Idah.
Badudu, J.S. 1983. Membina Bahasa Indonesia Baku. Bandung: Pustaka Prima.
Tarigan, Henry Guntur. 1993. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkas.
Ardiana, Leo Indra. 1995. Bahasa yang baik dan benar, polusi bahasa, dan sikap tunaharga diri. Dalam Dimensi, Jurnal Pendidikan dan Sastra IKIP NEGERI SURABAYA pada Agustus 1995 No. 20/Th. V/ 1995 Hal.
Keraf Gorys. 1984. Komposisi. Ende-Flores: Nusa Indah.
HM, Afif dkk. 2004. Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jakrta: Depag.
Depatemen Pendidikan Nasional. 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi.Jakarta:Depdiknas.
K. Mahmud, Kusman. 1987. Mari Memperhatikan dan Memggunakan Bahasa Indonesia. Bandung: CV.Yrama.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirobbilalamin, segalah puja dan puji hanya milik Allah . Rahmat dan taufignya hanya dari Allah SWT, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis ini.
Kaarya tulis ini berisi analisis tentang mengapa siswa SMP NU-1 Gresik enggan dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dan berinteraksi sehari-hari di lingkungan sekolah.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya karya tulis ini tidak lepas dari bantuan pemikiran dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada :
1. Yth Bapak Drs. Hasan Busri, M.Pd. selaku dosen pembimbing mata kulia Penulisan Ilmiah
2. Rekan-rekan yang telah membatu terselesaikannya karya tulis ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan .
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Gresik, 02 Januari 2009
Penulis
Mahmudiono, S.Pd.
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL ................................................................................ i
ABSTRAK .................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ............................................................................... iii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
1.1 Rumusan Masalah ................................................................................. 2
1.2 Tujuan Penelitihan ................................................................................ 2
1.3 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian ................................................. 3
1.4 Anggapan Dasar dan Hipotesis Awal Penelitian ................................... 3
1.4.1 Anggaran Dasar ............................................................................ 3
1.4.2 Hipotesis Awal Penelitian ............................................................ 4
1.5 Populasi dan Sampel penelitian ............................................................ 4
1.5.1 PopulasiPenelitian......................................................................... 4
1.5.2 Sampel Penelitian .......................................................................... 5
BAB II LANDASAN TEORI .................................................................... 6
2.1 Bahasa .................................................................................................... 6
2.1.1 Pengertian Bahasa ......................................................................... .6
2.1.2 Fungsi dan Peranan Bahasa .......................................................... 8
2.3 Bahasa Indonesia .................................................................................... 8
2.3.1 Sejarah Bahasa Indonesia .......................................................... 8
2.2.3 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia ................................ 10
2.4 Perkembangan Bahasa Indonesia ....................................................... . 11
BAB III PEMBAHASAN ........................................................................ 14
3.1 Kemampuan Berbahasa Siswa ............................................................. 14
3.1.1 Faktor dominan bahasa kedua ..................................................... 14
3.2 Tingkat berbahasa anak dalam penerapan ........................................... 15
3.2.1 Menurut tujuan atau lawan bicara ............................................ .15
3.2.1.2 Petugas SPP dan Perpustakaan ................................................. 16
3.2.1.3 Kepada guru di kelas .................................................................. 16
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN ..................................................... .20
4.1 Simpulan ........................................................................................... 20
4.2 Saran .................................................................................................. 20
Daftar Pustaka .......................................................................................... 21
KIR Asam Jawa untuk Jerawat
PENGARUH RAMUAN BUAH ASAM MUDA JAWA UNTUK MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA
KARYA TULIS ILMIAH
Untuk
LOMBA KREASI DAN KARYA TULIS ILMIAH DI KALANGAN
PEMUDA DAN REMAJA (LKKTIPR) 2009
Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik
Oleh:
Tim Peneliti
1. M. FATKHUL ARIFIAN (kelas VIII A)
2. REZARIFANDA DWI CANDRA (kelas VIII A)
3. MUHAMMAD HARISULHAQ (kelas VIII A)
SEKOLAH MENEGAH PERTAMA NU – 1 GRESIK
Jalan KH. Hasyim Asy'ari 13-15 Gresik
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN GRESIK
2009
HALAMAN PENGESAHAN
Penelitian Karya Ilmiah Remaja (KIR)
Judul : PENGARUH RAMUAN BUAH ASAM MUDA JAWA UNTUK
MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA
Nama Peneliti :
1.M. FATKHUL ARIFIAN (kelas VIII A)
2.REZARIFANDA DWI CANDRA (kelas VIII A)
3.MUHAMMAD HARISULHAQ (kelas VIII A)
Bidang Penelitian: ILMU PENGETAHUAN ALAM
Asal Sekolah : SMP NU – 1 Gresik
Alamat Sekolah : Jl. KH. Hasyim Asy’ari 13 – 15 Gresik
Telepon Sekolah : (031) 3972703
Lama Penelitian : 1 bulan ( 23 Februari s.d. 08 April 2009)
Gresik, 20 Februari 2009
Telah disetujui dan disahkan oleh:
Kepala SMP NU – 1 Gresik Guru Pembimbing
Drs. H. Shohibul Umam Nikmatun Sya’diyah, S.Pd.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidaya-Nya, sehingga kami Tim Peneliti SMP NU – 1 Gresik dapat menyelesaikan penelitian ini.
Kami menyadari bahwa penelitian berjudul ” Pengaruh Ramuan Buah Asam Muda Jawa Untuk Membersihkan Jerawat Pada Masa Remaja “ tidak mungkin dapat kami selesaikan tanpa bantuan dari Bapak dan Ibu guru dan pembimbing . Oleh karena itu, kami Tim Peneliti menyampaikan terima kasih kepada:
1.Bapak Drs.H. Shohibul Umam, Kepala SMP NU – 1 Gresik yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti lomba Karya Ilmiah ini.
2.Bapak M. Nizar Fanani, SH yang telah memberikan kesempatan dan motivasi yang besar sehingga kami mempunyai semangat untuk melalukan penelitian.
3.Bapak Mahmudiono, S.Pd. yang dengan sabar mengarahkan, membimbing pada kegiatan ekstra KIR dan pada saat eksperimen.
4.Juga kepada Bapak Sumarto, S.Pd., Bapak Muhammad Mahrus, S.Pd. dan Bapa/ Ibu guru SMP NU – 1 Gresik yang lain ikut memberikan motivasi.
5.Ibu Nikmatun Sya’diyah, S.Pd. dan Ibu Andarwati Subiyantari, S.Pd. yang juga membimbing dalam penyusunan ini.
6.Kepada semua pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian Karya Ilmiah ini.
Kami menyadari bahwa Hasil Karya Ilmiah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mohon masukan dan kritikan serta dari semua pihak demi perbaikan dalam penulisan Karya Ilmiah yang akan datang.
Peneliti
PENGARUH BUAH RAMUAN ASAM MUDA JAWA UNTUK
MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA
M. FATKHUL ARIFIAN
REZARIFANDA DWI CANDRA
MUHAMMAD HARISULHAQ
Tim Peneliti SMP NU -1 Gresik
ABSTRAK
Kebesaran Allah SWT ditampakkan dalam keanekaragaman ciptaanya. Semua yang diciptakan Allah hampir tidak ada yang sia-sia. Seperti halnya pada pohon dan tumbuhan Asam Jawa. Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Sebelumnya tumbuhan ini hanya sebagai penghijauan, bahan bakar dan buahnya sebagai campuran dalam bumbuh masak. Sepertinya anggapan itu harus dujauhkan.Tumbuhan ini memberikan manfaat yang luar biasa ketika kita atau bagian dari keluarga mengalami bercak-bercak pada wajah yang disebut jarawat. Pada masa anak yang mulai tumbuh remaja atau masa puberitas gejala tumbuhnya jerawat mulai tampak. Jerawat bagi sebagian remaja ada rasa kebanggaan tetapi bagi sebagian yang lain penyakit ini dianggap memalukan. Penelitian ini dibatasi pada ramuan dari asam yang diuji coba ke wajah remaja yang sedang tumbuh jerwat. Hipotesis awal mengatakan bahwa asam muda jawa dapat membersihkan jerawat melalui proses atau langkah-langkah yang harus dilakukan.
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai mencari solusi ramuan obat yang sederhana dan ekonomis untuk membersihkan jerawat. Sebagai variabel khusus adalah asam muda jawa dan variabel pangaruhnya adalah dapat membersihkan jerawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dari hasil analisis data-data eksperimen bahwa asam muda jawa dapat digunakan sebagai ramuan membersihkan jerawat pada remaja yang sedang pubertas.
Kata kunci: Asam, polong, ramuan, pubertas, tropis, bercak-bercak.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa remaja pasti dialami semua orang, salah satunya yaitu perubahan fisik dimana sebagian remaja mau menerimanya atau sebaliknya yaitu tumbuhnya jerawat diwajah sekitar pipi dan kening. Banyak usaha yang dilakukan untuk bisa menyembuhkan dan membersihkannya dengan cara membeli produk obat jerawat yang pasti mengandung bahan kimia dengan harga mahal, banyak sekali yang sudah mencoba untuk membersihkannya diantaranya dengan mencoba buah asam muda jawa (tamarindus indica).
Tumbuhan Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 - 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.
Sebelumnya tumbuhan ini hanya sebagai penghijauan, bahan bakar dan buahnya sebagai campuran dalam bumbuh masak. Sepertinya anggapan itu harus dujauhkan.Tumbuhan ini memberikan manfaat yang luar biasa ketika kita atau bagian dari keluarga mengalami bercak-bercak pada wajah yang disebut jarawat. Pada masa anak yang mulai tumbuh remaja atau masa puberitas gejala tumbuhnya jerawat mulai tampak. Jerawat bagi sebagian remaja ada rasa kebanggaan tetapi bagi sebagian yang lain penyakit ini dianggap memalukan. Apapaun alasanya jerawat tadalah penyakit dan harus segera dibasmi. Banyak penyebabnya dan banyak pula obat yang yang dipergunakan untuk mengatasi masalah seperti ini. Perawatan tubuh sangatlah penting. Biaya mahal tidak menjadi masalah asal kulit bersih, mulus dan tampil dengan percaya diri. Tetapi akan menjadi beban dan masalah bagi yang tidak mempunyai modal untuk merawatnya.
Oleh karena itu Tim Karya Iilmiah Remaja (KIR) SMP NU – 1 Gresik mencoba untuk mencarikan solusi yang sangat murah dan dan efektif untuk mengatasi jerawat.
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Adakah pengaruh ramuan buah asam muda jawa terhadap jerawat pada anak masa pubertas?
2. Kandungan apakah yang terdapat pada buah asam muda jawa sehingga dapat digunakan sebagai pembersih jerawat pada anak masa pubertas?
3. Bagaimanakah manfaat yang terdapat pada buah asam muda jawa sehingga dapat digunakan sebagai pembersih jerawat pada anak masa pubertas?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian di atas, maka peneliti mengadakan penelitian ilmiah dengan tujuan:
1. Mengetahui apakah buah asam muda dapat digunakan sebagai ramuan obat pembersih pada jerawat.
2. Mengetahui kandungan yang terdapat pada buah asam muda jawa.
3. Mengetahui apa kandungan yang terdapat pada buah asam muda jawa.
1.4 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Untuk membuat penelitian ini dengan baik serta fokus pada masalah penelitian, maka peneliti membuat ruang lingkup penelitian dan pembatasan masalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya ingin mengetahui dan membuktikan bahwa buah asam muda jawa benar dapat membersihkan jerawat pada masa puberitas anak.
2. Peneliti ingin mengetahui zat apa yang terdapat pada buah asam muda jawa pada masa puberitas anak.
3. Buah asam muda jawa sangat bermanfaat untuk membersihkan jerawat pada masa pubertas anak.
1.5 Anggapan Dasar dan Hopotesis Awal Penelitian
1.5.1 Anggapan Dasar
Sebelum mengadakan penelitian ini, peneliti telah memiliki anggapan dasar penelitian sebagai pijakan peneliti untuk mengadakan penelitian secara benar dan terarah. Anggapan dasar penelitian itu adalah:
1. Buah asam muda jawa dapat memberisihkan jerawat.
2. Buah asam muda jawa dapat sebagai ramuan pembersih jerawat
3. Buah asam muda jawa banyak tumbuh di sekitar kita dan mudah cara menanam dan merawatnya, dan bisa beli dipasar-pasar tradisional.
4. Buah asam muda jawa akan dapat menjadi alternatif menyembuhkan jerawat secara ekonomis.
1.5.2 Hopotesis Awal Penelitian
Dari anggapan dasar yang peneliti kemukakan di atas, peneliti merumuskan hipotesis awal penelitian sebagai berikut:
1. Buah asam muda dapat sebagai ramuan pembersih jerawat alternatif untuk kulit wajah.
2. Buah asam muda akan dapat menjadi alternatif ramuan pembersih jerawat dengan nilai ekonomis.
3. Buah asam muda lebih efektif dan tidak mengandung bahan kimia (asli).
1.6 Tempat dan Waktu Penelitian
1.6.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Ruang KIR SMP NU – 1 Gresik Lantai II, dan dilanjutkan dengan praktek dirumah salah satu peserta KIR yaitu Muhammad Fatkhul Arifian kelas 8A, dengan alamat Jl.Sindujoyo XI no 30 Gresik.
1.6.2 Waktu Penelitian
Adapun waktu pelaksanaan penelitian adalah 1 bulan dengan perincian sebagai berikut:
NO KEGIATAN MULAI AKHIR KET
1 Penelitian Awal/Persiapan Senin,
23 Februari 2009
Rabu,
25 Februari 2009 3 Hari
2 Pelaksanaan/ Eksperimen Senin,
02 Maret 2009 Rabu,
25 Maret 2009 24
Hari
3 Pengumpulan Data awal Sabtu,
07 Maret 2009 Sabtu,
26 Maret 2009 21
Hari
4 Penyusunan Data Akhir Rabu,
01 April 2009 Rabu,
8 April 2009 8
Hari
1.7 Metode Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini kami menggunakan beberapa metode pengumpulan data, yaitu :
1. Metode observasi, yaitu dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap perubahan dan menipisnya jerawat Muhammah Fathul Ariffian kelas 8A yang telah diolesi ramuan buah asam muda selama satu bulan.
2. Metode studi pustaka (library research), yaitu berupa kajian literatur yang sesuai dengan penelitian ini yang kami dapatkan baik berupa buku-buku maupun dari sumber internet.
3. Metode dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan data yang telah kami dapatkan baik secara langsung maupun tidak langsung.
4. Metode eksperimen, yaitu dengan cara melakukan eksperimen terhadap wajah yang digunakan sebagai medium eksperimen.
1.8 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah proses pengumpulan data secara terstruktur mengenai masalah penelitian. Penelitian ini menggunakan data-data dari hasil observasi perkembangan eksperimen yang dicatat secara rutin dan terprogram.
1.8.1 Instrumen Penelitian
Instrumrn yang peneliti perispakan dan gunakan adalah dalam bentuk format atau tabel yang diisi sesuai perkembangan dan hasil observasi.
1.8.2 Analisis Data Penelitian
Analisi data penelitian adalah proses dan langkah pengolahan data berdasarkan hasil penelitian . Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti menetapkan langkah-langkah pengolahan data penelitian sebagai berikut:
1. Data dari hasil penelitian yang diobservasi setiap hari selama satu bulan dengan setelah diberi ramuan dari buah asam jawa muda.
2. Setiap hari selama satu bulan terus dipantau dan didata perkembangannya.
3. Dari data yang diperoleh selama masa eksperimen dan observasi dimasukkan dalam tabel data sebagai bukti observasi eksperimen.
4. Kesimpulan dari analisis data penelitian adalah bahwa ramuan atau serbuk dari Asam muda jawa dapat membersihkan jerawat pada anak remaja.
BAB II
PEMBAHASAN DAN TEMUAN PENELITIAN
2.1 Tumbuhan Asam Jawa (Leguminosae)
Gambar: 1
Uraian :
Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 - 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.
Nama Lokal :
Tamarind (Inggris), Tamarinier (Perancis),; Asam Jawa (Indonesia), Celangi, Tangkal asem (Sunda); Asem (Jawa);
Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati. dapat disemaikan.
2.2 Jerawat
Gambar: 2
Jerawat merupakan penyakit yang tumbuh dan muncul pada anak remaja diiringi dengan pertumbuhan usia, faktor makanan, jenis kulit yang digolongkan berminyak serta kurangnya menjaga kebersihan kulit dan faktor hormon juga berpengaruh. Jerawat bagi banyak remaja sangat mengganggu penampilan dan mengurangi kepercayaan diri dalam berinterkasi dengan teman dan lingkungannnya. Banyak produk-produk yang ditawarkan oleh pabrik dengan bahan yang bermacam-macam dari alami sampai kimiah. Tidak sedikit yang sembuh dan tidak sedikit pulah yang semakin parah.
Cara kerja dan alur kerja
Cara kerja atau prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian untuk membuktikan Asam Jawa Muda dapat membersihkan jerawat pada kulit muka adalah:
2.3.1 Ekperimen dengan medium wajah Tim KIR
1. Tim peneliti mempersiapkan alat-alat, seperti:
a. Alat-alat:
1. Pisau : mengupas kulit asam jawa muda sampai kecil-kecil
2. Tempat sabun : tempat sabun bayi
3. Dandang: untuk mengukus asam yang sudah diiris kecil-kecil
4. Kompor LPG : untuk mengukus asam
5. Batok Kelapa : tempat mengukus asam
Gambar: 1
b.. Bahan-bahan:
2.3 Cara Kerja
Cara kerja dalam eksperimen untuk membuktikan apakah asam jawa muda dapat membersihkan jerawat adalah:
1. Mengupas asam jawa muda sampai bersih kulitnya, diiris kecil-kecil lalu dicuci dengan air.
2. Mengukus asam sampai lumat dengan memakai tempat batok kelapa.
3. Didinginkan kurang lebi lima (5-10) menit
4. Sebelum diolesi ramuan asam yang telah dikukus, wajah dibersihkan dengan sabun bayi dahulu.
5. Sebelum mandi wajah diolesi dan didiamkan kurang lebih 15 menit, dua kali sehari.
6. Setelah kering, wajah digosok dengan tangan berlahan-lahan lalu wajah dibersihkan lagi dengan sabun bayi.
2.4 Hasil Observasi
1. Keadaan sebelum eksperimen
a. Wajah apabila dirabah terasa kasar dan berminyak serta tampak kusut.
b. Sampel eksperimen merasa kurang percaya diri.
2. Keadaan setelah eksperimen
Minggu ke- Kegiatan Hasil Observasi Waktu
1
( 2-7 Maret 2009 )
Memberi masker pada wajah dengan ramuan asam. Sebelum mandi pagi dan sore serta memakai sabun mandi bayi. Hari ke-1:Wajah terasa gatal sedikit, pedih dan perih (jawa: trecep-trecep)
Hari ke-2: Wajah terasa pedih dan perih (jawa: trecep-trecep)
Hari ke-3 sampai akhir minggu pertama wajah terasa dingin.
Sebelum mandi pagi dan sore
2
( 8 - 13 Maret 2009 ) Memberi masker pada wajah dengan ramuan asam Hari ke-1 ampai ke-6 wajah terlihat agak bersih dan masih tampak bekas jerawat terlihat ada bercek hitam bekas jerawt. Sebelum mandi pagi dan sore
( 14 – 19 Maret 2009 ) Memberi masker pada wajah dengan ramuan asam Hari ke-1 ampai ke-6 wajah terlihat lebih bersih bercak hitam tidak tampak tetapi masih tampak bekas jerawat terlihat merah menipis dan halus. Sebelum mandi pagi dan sore
4
( 20 - 25 Maret 2009 ) Memberi masker pada wajah dengan ramuan asam Hari ke-1 ampai ke-6 wajah terlihat lebih bersih dari jerawat dan lebih halus. Sebelum mandi pagi dan sore
Dari hasil eksperimen tersebut dapat dianalisis bahwa asam muda jawa dapat memberisihkan jerawat pada anak remaja..Hal ini terlihat pada minggu ke-3 yaitu wajah hari ke-1 sampai ke-6 wajah terlihat lebih bersih, bercak hitam tidak tampak tetapi jerawat masih terlihat merah menipis dan halus, sedangkan pada minggu ke-4, hari ke-1 ampai ke-6 wajah terlihat lebih bersih dari jerawat dan lebih halus ( Gambar berikut)
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1 Simpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang didasarkan pada hasil eksperimen, maka penulis menyimpulkan hasil penelitian ini sebagai berikut:
1 Ramuan asam muda jawa berpengaruh dalam memberisihkan jerawat pada wajah remaja puberitas.
2. Kandungan apakah yang terdapat pada buah asam muda jawa adalah mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram
3. Manfaat yang terdapat pada buah asam muda jawa banyak sekali diantaranya sebagai pembersih jerawat.
2.3 Saran
Setelah melakukan penelitian, penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Perlunya digerakkan penanaman tumbuhan asam jawa diberbagai tempat.
2. Perlunya penelitian secara khusus dan detail oleh pihak terkait atau para ahli dibidangnya mengenai tumbuhan asam jawa agar dapat memperoleh nilai lebih.
3. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kasiat tumbuhan ini dalam mengobati jerawat secara alami.
4. Kebersihan wajah sangatlah penting agar selalu percaya diri dalam setiap interaksi sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua. Jakarta : Balai Pustaka.
Diknas. 2007. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6 : Kehidupan Tumbuhan dan Kehidupan Hewan. Jakarta : PT Widyadara.
Harina Arif. 2008. Tumbuhan Obat dan Kasiatnya 1.2.3. Jakarta: Penebar Swadaya Seri.
Yogie Nugraha. 2006. Mengenal Apotek Hidup. Jakarta Pusat. CV Karya Mandiri.
Bondan, Sri Nooryani. 2007. Tanaman Berkasiat Obat. Jakarta: PT. Sunda Kelapa Pustaka.
Internet. 2008. Tumbuhan Asam Jawa.www.google.com
LAMPIRAN-LAMPIRAN:
A. GAMBAR
Identitas Siswa (Curriculum vitae)
( Peserta LKIPR Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik 2009 )
1. Nama : M. FATKHUL ARIFIAN
Tempat. Tanggal. Lahair : Gresik, 05 Januari 1995
Tempat Sekolah : SMP NU – 1 Gresik
Nomor Induk : 4664
Anak ke- : 1
Hoby : Marcing Band dan membaca
Karya ilmiah yang perna diikuti: -
Orang tua :
a. Ayah : M. ARIFIN
b. Ibu : ENI KUSWATI
Alamat : JL. SINDUJOYO II / 30 GSK
Telepon : 031 71116758 / O85730036648
2. Nama : REZA RIFANDA DWI CANDRA
Tempat. Tanggal. Lahair : Gresik, 10 Agustus 1995
Tempat Sekolah : SMP NU – 1 Gresik
Nomom Induk : 4688
Anak ke- : 2
Hoby : Sepak bola dan membaca
Karya ilmiah yang perna diikuti: -
Orang tua :
a. Ayah : Moh. Hariadi
b. Ibu : Nani Martini
Alamat : Jl. Abdul Karim 9/ 48 Gresik
Telepon : 085731613711
3. Nama : MUHAMMAD HARISULHAQ
Tempat. Tanggal. Lahair : Gresik, 24 Juli 1995
Nomor Induk : 4693
Anak ke- : 4
Hoby : Sepak bola dan membaca
Karya ilmiah yang perna diikuti: -
Orang tua :
a. Ayah : H. ABD. ROHIM
b. Ibu : Hj. Ersiati
Alamat : JL. KH. Syafii Pongangan Krajan
Telepon : (031) 3950739/70072365
B. JURNAL PENELITIAN
NO JENIS PENELITIAN BULAN
FEBRUARI MARET APRIL
2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4
I. PERSIAPAN
1.1 Pemilihan Judul x
x
1.2 Pembelian alat dan bahan x
1.3 Persiapan alat dan bahan x
II. PELAKSANAAN
2.1 Pembuatan kerangka penelitian x
2.2 Pengembangan kerangka penelitian x
2.3 Proses penelitian/eksperimen x
2.3.1 Pembersihan wajah dengan air x
2.3.1 Pemberihan ramuan x
2.3.2 Pembersihan x
2.4 Pemantauan setiap hari setelah memakai ramuan x
2.5 Pendataan x
2.6 Pengolahan Data x
III. PENYELESAIAN
3.1 Pengetikan dalam bentuk KIR x
3.2 Revisi dan pengesahan x
3.3 Pengiriman x
Gresik, 23 Februari 2009
Guru Pembimbing Ketua Tim Peneliti
Nikmatun Sya’diyah, S.Pd. M. Fatkhul Arifian
Megetahui:
Kepala SMP NU -1 Gresik
Drs. H. Shohibul Umam
SURAT TUGAS
Nomor: 028/E.07/SMP NU-1/II/2009
Yang bertanda tangan dibawah ini kepala SMP NU – 1 Gresik menugaskan kepada :
N a m a : Nikmatun Sya’diyah, S.Pd.
NIP : 150 332 862
Jabatan : Guru BK
Untuk membimbing dan mendampingi siswa sebagai berikut:
1. M. FATKHUL ARIFIAN (kelas VIII A)
2. REZARIFANDA DWI CANDRA (kelas VIII A)
3. MUHAMMAD HARISULHAQ (kelas VIII A)
untuk melakukan Penelitian karya ilmiah dengan judul :
PENGARUH RAMUAN ASAM MUDA JAWA UNTUK MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA pada Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah Pemuda atau Remaja (LKKTIPR) yang diselengarakan oleh DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN GRESIK pada tahun 2009
Demikian surat tugas ini dibuat dan harap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.
Gresik, 19 Februari 2009
Kepala Sekolah,
Dra. H. Shohibul Umam
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN MA'ARIF NU
SMP NU – 1
TERAKREDITASI – A
Jalan : KH. Hasyim Asy'ari No. 13 – 15 Telp. 031-3972703 Fax. 3972703 Gresik
SURAT KETERANGAN
No. : 029/E.07/SMP NU-1/IV/2009
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Drs. H. Shohibul Umam
Jabatan : Kepala SMP NU-1 Gresik
Alamat : Jalan KH Hasyim Asy’ari 13-15 Gresik
Dengan ini menerangkan bahwa siswa-siswa tersebut di bawah ini :
NO. NO. INDUK TEMPAT/TGL. LAHIR NAMA KELAS
1.
2.
3.
4664
4688
4693
Gresik, 05 Januari 1995
Gresik, 10 Agustus 1995
Gresik, 24 Juli 1994
M. FATKHUL ARIFIAN
REZA RIFANDA DWI CANDRA
MUHAMMAD HARISULHAQ
VIII A
VIII A
VIII A
benar-benar siswa SMP NU-1 Gresik Tahun Pelajaran 2008-2009 telah mengikuti lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat SMP se-Kabupaten Gresik dengan judul PENGARUH RAMUAN ASAM MUDA JAWA UNTUK MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA
Demikian surat keterangan ini kami buat. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Gresik, 20 April 2009
Kepala SMP NU-1 Gresik
Drs.H. SHOHIBUL UMAM
KARYA TULIS ILMIAH
Untuk
LOMBA KREASI DAN KARYA TULIS ILMIAH DI KALANGAN
PEMUDA DAN REMAJA (LKKTIPR) 2009
Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik
Oleh:
Tim Peneliti
1. M. FATKHUL ARIFIAN (kelas VIII A)
2. REZARIFANDA DWI CANDRA (kelas VIII A)
3. MUHAMMAD HARISULHAQ (kelas VIII A)
SEKOLAH MENEGAH PERTAMA NU – 1 GRESIK
Jalan KH. Hasyim Asy'ari 13-15 Gresik
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN GRESIK
2009
HALAMAN PENGESAHAN
Penelitian Karya Ilmiah Remaja (KIR)
Judul : PENGARUH RAMUAN BUAH ASAM MUDA JAWA UNTUK
MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA
Nama Peneliti :
1.M. FATKHUL ARIFIAN (kelas VIII A)
2.REZARIFANDA DWI CANDRA (kelas VIII A)
3.MUHAMMAD HARISULHAQ (kelas VIII A)
Bidang Penelitian: ILMU PENGETAHUAN ALAM
Asal Sekolah : SMP NU – 1 Gresik
Alamat Sekolah : Jl. KH. Hasyim Asy’ari 13 – 15 Gresik
Telepon Sekolah : (031) 3972703
Lama Penelitian : 1 bulan ( 23 Februari s.d. 08 April 2009)
Gresik, 20 Februari 2009
Telah disetujui dan disahkan oleh:
Kepala SMP NU – 1 Gresik Guru Pembimbing
Drs. H. Shohibul Umam Nikmatun Sya’diyah, S.Pd.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidaya-Nya, sehingga kami Tim Peneliti SMP NU – 1 Gresik dapat menyelesaikan penelitian ini.
Kami menyadari bahwa penelitian berjudul ” Pengaruh Ramuan Buah Asam Muda Jawa Untuk Membersihkan Jerawat Pada Masa Remaja “ tidak mungkin dapat kami selesaikan tanpa bantuan dari Bapak dan Ibu guru dan pembimbing . Oleh karena itu, kami Tim Peneliti menyampaikan terima kasih kepada:
1.Bapak Drs.H. Shohibul Umam, Kepala SMP NU – 1 Gresik yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti lomba Karya Ilmiah ini.
2.Bapak M. Nizar Fanani, SH yang telah memberikan kesempatan dan motivasi yang besar sehingga kami mempunyai semangat untuk melalukan penelitian.
3.Bapak Mahmudiono, S.Pd. yang dengan sabar mengarahkan, membimbing pada kegiatan ekstra KIR dan pada saat eksperimen.
4.Juga kepada Bapak Sumarto, S.Pd., Bapak Muhammad Mahrus, S.Pd. dan Bapa/ Ibu guru SMP NU – 1 Gresik yang lain ikut memberikan motivasi.
5.Ibu Nikmatun Sya’diyah, S.Pd. dan Ibu Andarwati Subiyantari, S.Pd. yang juga membimbing dalam penyusunan ini.
6.Kepada semua pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian Karya Ilmiah ini.
Kami menyadari bahwa Hasil Karya Ilmiah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mohon masukan dan kritikan serta dari semua pihak demi perbaikan dalam penulisan Karya Ilmiah yang akan datang.
Peneliti
PENGARUH BUAH RAMUAN ASAM MUDA JAWA UNTUK
MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA
M. FATKHUL ARIFIAN
REZARIFANDA DWI CANDRA
MUHAMMAD HARISULHAQ
Tim Peneliti SMP NU -1 Gresik
ABSTRAK
Kebesaran Allah SWT ditampakkan dalam keanekaragaman ciptaanya. Semua yang diciptakan Allah hampir tidak ada yang sia-sia. Seperti halnya pada pohon dan tumbuhan Asam Jawa. Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Sebelumnya tumbuhan ini hanya sebagai penghijauan, bahan bakar dan buahnya sebagai campuran dalam bumbuh masak. Sepertinya anggapan itu harus dujauhkan.Tumbuhan ini memberikan manfaat yang luar biasa ketika kita atau bagian dari keluarga mengalami bercak-bercak pada wajah yang disebut jarawat. Pada masa anak yang mulai tumbuh remaja atau masa puberitas gejala tumbuhnya jerawat mulai tampak. Jerawat bagi sebagian remaja ada rasa kebanggaan tetapi bagi sebagian yang lain penyakit ini dianggap memalukan. Penelitian ini dibatasi pada ramuan dari asam yang diuji coba ke wajah remaja yang sedang tumbuh jerwat. Hipotesis awal mengatakan bahwa asam muda jawa dapat membersihkan jerawat melalui proses atau langkah-langkah yang harus dilakukan.
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai mencari solusi ramuan obat yang sederhana dan ekonomis untuk membersihkan jerawat. Sebagai variabel khusus adalah asam muda jawa dan variabel pangaruhnya adalah dapat membersihkan jerawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dari hasil analisis data-data eksperimen bahwa asam muda jawa dapat digunakan sebagai ramuan membersihkan jerawat pada remaja yang sedang pubertas.
Kata kunci: Asam, polong, ramuan, pubertas, tropis, bercak-bercak.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa remaja pasti dialami semua orang, salah satunya yaitu perubahan fisik dimana sebagian remaja mau menerimanya atau sebaliknya yaitu tumbuhnya jerawat diwajah sekitar pipi dan kening. Banyak usaha yang dilakukan untuk bisa menyembuhkan dan membersihkannya dengan cara membeli produk obat jerawat yang pasti mengandung bahan kimia dengan harga mahal, banyak sekali yang sudah mencoba untuk membersihkannya diantaranya dengan mencoba buah asam muda jawa (tamarindus indica).
Tumbuhan Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 - 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.
Sebelumnya tumbuhan ini hanya sebagai penghijauan, bahan bakar dan buahnya sebagai campuran dalam bumbuh masak. Sepertinya anggapan itu harus dujauhkan.Tumbuhan ini memberikan manfaat yang luar biasa ketika kita atau bagian dari keluarga mengalami bercak-bercak pada wajah yang disebut jarawat. Pada masa anak yang mulai tumbuh remaja atau masa puberitas gejala tumbuhnya jerawat mulai tampak. Jerawat bagi sebagian remaja ada rasa kebanggaan tetapi bagi sebagian yang lain penyakit ini dianggap memalukan. Apapaun alasanya jerawat tadalah penyakit dan harus segera dibasmi. Banyak penyebabnya dan banyak pula obat yang yang dipergunakan untuk mengatasi masalah seperti ini. Perawatan tubuh sangatlah penting. Biaya mahal tidak menjadi masalah asal kulit bersih, mulus dan tampil dengan percaya diri. Tetapi akan menjadi beban dan masalah bagi yang tidak mempunyai modal untuk merawatnya.
Oleh karena itu Tim Karya Iilmiah Remaja (KIR) SMP NU – 1 Gresik mencoba untuk mencarikan solusi yang sangat murah dan dan efektif untuk mengatasi jerawat.
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Adakah pengaruh ramuan buah asam muda jawa terhadap jerawat pada anak masa pubertas?
2. Kandungan apakah yang terdapat pada buah asam muda jawa sehingga dapat digunakan sebagai pembersih jerawat pada anak masa pubertas?
3. Bagaimanakah manfaat yang terdapat pada buah asam muda jawa sehingga dapat digunakan sebagai pembersih jerawat pada anak masa pubertas?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian di atas, maka peneliti mengadakan penelitian ilmiah dengan tujuan:
1. Mengetahui apakah buah asam muda dapat digunakan sebagai ramuan obat pembersih pada jerawat.
2. Mengetahui kandungan yang terdapat pada buah asam muda jawa.
3. Mengetahui apa kandungan yang terdapat pada buah asam muda jawa.
1.4 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Untuk membuat penelitian ini dengan baik serta fokus pada masalah penelitian, maka peneliti membuat ruang lingkup penelitian dan pembatasan masalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya ingin mengetahui dan membuktikan bahwa buah asam muda jawa benar dapat membersihkan jerawat pada masa puberitas anak.
2. Peneliti ingin mengetahui zat apa yang terdapat pada buah asam muda jawa pada masa puberitas anak.
3. Buah asam muda jawa sangat bermanfaat untuk membersihkan jerawat pada masa pubertas anak.
1.5 Anggapan Dasar dan Hopotesis Awal Penelitian
1.5.1 Anggapan Dasar
Sebelum mengadakan penelitian ini, peneliti telah memiliki anggapan dasar penelitian sebagai pijakan peneliti untuk mengadakan penelitian secara benar dan terarah. Anggapan dasar penelitian itu adalah:
1. Buah asam muda jawa dapat memberisihkan jerawat.
2. Buah asam muda jawa dapat sebagai ramuan pembersih jerawat
3. Buah asam muda jawa banyak tumbuh di sekitar kita dan mudah cara menanam dan merawatnya, dan bisa beli dipasar-pasar tradisional.
4. Buah asam muda jawa akan dapat menjadi alternatif menyembuhkan jerawat secara ekonomis.
1.5.2 Hopotesis Awal Penelitian
Dari anggapan dasar yang peneliti kemukakan di atas, peneliti merumuskan hipotesis awal penelitian sebagai berikut:
1. Buah asam muda dapat sebagai ramuan pembersih jerawat alternatif untuk kulit wajah.
2. Buah asam muda akan dapat menjadi alternatif ramuan pembersih jerawat dengan nilai ekonomis.
3. Buah asam muda lebih efektif dan tidak mengandung bahan kimia (asli).
1.6 Tempat dan Waktu Penelitian
1.6.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Ruang KIR SMP NU – 1 Gresik Lantai II, dan dilanjutkan dengan praktek dirumah salah satu peserta KIR yaitu Muhammad Fatkhul Arifian kelas 8A, dengan alamat Jl.Sindujoyo XI no 30 Gresik.
1.6.2 Waktu Penelitian
Adapun waktu pelaksanaan penelitian adalah 1 bulan dengan perincian sebagai berikut:
NO KEGIATAN MULAI AKHIR KET
1 Penelitian Awal/Persiapan Senin,
23 Februari 2009
Rabu,
25 Februari 2009 3 Hari
2 Pelaksanaan/ Eksperimen Senin,
02 Maret 2009 Rabu,
25 Maret 2009 24
Hari
3 Pengumpulan Data awal Sabtu,
07 Maret 2009 Sabtu,
26 Maret 2009 21
Hari
4 Penyusunan Data Akhir Rabu,
01 April 2009 Rabu,
8 April 2009 8
Hari
1.7 Metode Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini kami menggunakan beberapa metode pengumpulan data, yaitu :
1. Metode observasi, yaitu dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap perubahan dan menipisnya jerawat Muhammah Fathul Ariffian kelas 8A yang telah diolesi ramuan buah asam muda selama satu bulan.
2. Metode studi pustaka (library research), yaitu berupa kajian literatur yang sesuai dengan penelitian ini yang kami dapatkan baik berupa buku-buku maupun dari sumber internet.
3. Metode dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan data yang telah kami dapatkan baik secara langsung maupun tidak langsung.
4. Metode eksperimen, yaitu dengan cara melakukan eksperimen terhadap wajah yang digunakan sebagai medium eksperimen.
1.8 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah proses pengumpulan data secara terstruktur mengenai masalah penelitian. Penelitian ini menggunakan data-data dari hasil observasi perkembangan eksperimen yang dicatat secara rutin dan terprogram.
1.8.1 Instrumen Penelitian
Instrumrn yang peneliti perispakan dan gunakan adalah dalam bentuk format atau tabel yang diisi sesuai perkembangan dan hasil observasi.
1.8.2 Analisis Data Penelitian
Analisi data penelitian adalah proses dan langkah pengolahan data berdasarkan hasil penelitian . Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti menetapkan langkah-langkah pengolahan data penelitian sebagai berikut:
1. Data dari hasil penelitian yang diobservasi setiap hari selama satu bulan dengan setelah diberi ramuan dari buah asam jawa muda.
2. Setiap hari selama satu bulan terus dipantau dan didata perkembangannya.
3. Dari data yang diperoleh selama masa eksperimen dan observasi dimasukkan dalam tabel data sebagai bukti observasi eksperimen.
4. Kesimpulan dari analisis data penelitian adalah bahwa ramuan atau serbuk dari Asam muda jawa dapat membersihkan jerawat pada anak remaja.
BAB II
PEMBAHASAN DAN TEMUAN PENELITIAN
2.1 Tumbuhan Asam Jawa (Leguminosae)
Gambar: 1
Uraian :
Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 - 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.
Nama Lokal :
Tamarind (Inggris), Tamarinier (Perancis),; Asam Jawa (Indonesia), Celangi, Tangkal asem (Sunda); Asem (Jawa);
Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati. dapat disemaikan.
2.2 Jerawat
Gambar: 2
Jerawat merupakan penyakit yang tumbuh dan muncul pada anak remaja diiringi dengan pertumbuhan usia, faktor makanan, jenis kulit yang digolongkan berminyak serta kurangnya menjaga kebersihan kulit dan faktor hormon juga berpengaruh. Jerawat bagi banyak remaja sangat mengganggu penampilan dan mengurangi kepercayaan diri dalam berinterkasi dengan teman dan lingkungannnya. Banyak produk-produk yang ditawarkan oleh pabrik dengan bahan yang bermacam-macam dari alami sampai kimiah. Tidak sedikit yang sembuh dan tidak sedikit pulah yang semakin parah.
Cara kerja dan alur kerja
Cara kerja atau prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian untuk membuktikan Asam Jawa Muda dapat membersihkan jerawat pada kulit muka adalah:
2.3.1 Ekperimen dengan medium wajah Tim KIR
1. Tim peneliti mempersiapkan alat-alat, seperti:
a. Alat-alat:
1. Pisau : mengupas kulit asam jawa muda sampai kecil-kecil
2. Tempat sabun : tempat sabun bayi
3. Dandang: untuk mengukus asam yang sudah diiris kecil-kecil
4. Kompor LPG : untuk mengukus asam
5. Batok Kelapa : tempat mengukus asam
Gambar: 1
b.. Bahan-bahan:
2.3 Cara Kerja
Cara kerja dalam eksperimen untuk membuktikan apakah asam jawa muda dapat membersihkan jerawat adalah:
1. Mengupas asam jawa muda sampai bersih kulitnya, diiris kecil-kecil lalu dicuci dengan air.
2. Mengukus asam sampai lumat dengan memakai tempat batok kelapa.
3. Didinginkan kurang lebi lima (5-10) menit
4. Sebelum diolesi ramuan asam yang telah dikukus, wajah dibersihkan dengan sabun bayi dahulu.
5. Sebelum mandi wajah diolesi dan didiamkan kurang lebih 15 menit, dua kali sehari.
6. Setelah kering, wajah digosok dengan tangan berlahan-lahan lalu wajah dibersihkan lagi dengan sabun bayi.
2.4 Hasil Observasi
1. Keadaan sebelum eksperimen
a. Wajah apabila dirabah terasa kasar dan berminyak serta tampak kusut.
b. Sampel eksperimen merasa kurang percaya diri.
2. Keadaan setelah eksperimen
Minggu ke- Kegiatan Hasil Observasi Waktu
1
( 2-7 Maret 2009 )
Memberi masker pada wajah dengan ramuan asam. Sebelum mandi pagi dan sore serta memakai sabun mandi bayi. Hari ke-1:Wajah terasa gatal sedikit, pedih dan perih (jawa: trecep-trecep)
Hari ke-2: Wajah terasa pedih dan perih (jawa: trecep-trecep)
Hari ke-3 sampai akhir minggu pertama wajah terasa dingin.
Sebelum mandi pagi dan sore
2
( 8 - 13 Maret 2009 ) Memberi masker pada wajah dengan ramuan asam Hari ke-1 ampai ke-6 wajah terlihat agak bersih dan masih tampak bekas jerawat terlihat ada bercek hitam bekas jerawt. Sebelum mandi pagi dan sore
( 14 – 19 Maret 2009 ) Memberi masker pada wajah dengan ramuan asam Hari ke-1 ampai ke-6 wajah terlihat lebih bersih bercak hitam tidak tampak tetapi masih tampak bekas jerawat terlihat merah menipis dan halus. Sebelum mandi pagi dan sore
4
( 20 - 25 Maret 2009 ) Memberi masker pada wajah dengan ramuan asam Hari ke-1 ampai ke-6 wajah terlihat lebih bersih dari jerawat dan lebih halus. Sebelum mandi pagi dan sore
Dari hasil eksperimen tersebut dapat dianalisis bahwa asam muda jawa dapat memberisihkan jerawat pada anak remaja..Hal ini terlihat pada minggu ke-3 yaitu wajah hari ke-1 sampai ke-6 wajah terlihat lebih bersih, bercak hitam tidak tampak tetapi jerawat masih terlihat merah menipis dan halus, sedangkan pada minggu ke-4, hari ke-1 ampai ke-6 wajah terlihat lebih bersih dari jerawat dan lebih halus ( Gambar berikut)
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1 Simpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang didasarkan pada hasil eksperimen, maka penulis menyimpulkan hasil penelitian ini sebagai berikut:
1 Ramuan asam muda jawa berpengaruh dalam memberisihkan jerawat pada wajah remaja puberitas.
2. Kandungan apakah yang terdapat pada buah asam muda jawa adalah mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram
3. Manfaat yang terdapat pada buah asam muda jawa banyak sekali diantaranya sebagai pembersih jerawat.
2.3 Saran
Setelah melakukan penelitian, penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Perlunya digerakkan penanaman tumbuhan asam jawa diberbagai tempat.
2. Perlunya penelitian secara khusus dan detail oleh pihak terkait atau para ahli dibidangnya mengenai tumbuhan asam jawa agar dapat memperoleh nilai lebih.
3. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kasiat tumbuhan ini dalam mengobati jerawat secara alami.
4. Kebersihan wajah sangatlah penting agar selalu percaya diri dalam setiap interaksi sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua. Jakarta : Balai Pustaka.
Diknas. 2007. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6 : Kehidupan Tumbuhan dan Kehidupan Hewan. Jakarta : PT Widyadara.
Harina Arif. 2008. Tumbuhan Obat dan Kasiatnya 1.2.3. Jakarta: Penebar Swadaya Seri.
Yogie Nugraha. 2006. Mengenal Apotek Hidup. Jakarta Pusat. CV Karya Mandiri.
Bondan, Sri Nooryani. 2007. Tanaman Berkasiat Obat. Jakarta: PT. Sunda Kelapa Pustaka.
Internet. 2008. Tumbuhan Asam Jawa.www.google.com
LAMPIRAN-LAMPIRAN:
A. GAMBAR
Identitas Siswa (Curriculum vitae)
( Peserta LKIPR Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik 2009 )
1. Nama : M. FATKHUL ARIFIAN
Tempat. Tanggal. Lahair : Gresik, 05 Januari 1995
Tempat Sekolah : SMP NU – 1 Gresik
Nomor Induk : 4664
Anak ke- : 1
Hoby : Marcing Band dan membaca
Karya ilmiah yang perna diikuti: -
Orang tua :
a. Ayah : M. ARIFIN
b. Ibu : ENI KUSWATI
Alamat : JL. SINDUJOYO II / 30 GSK
Telepon : 031 71116758 / O85730036648
2. Nama : REZA RIFANDA DWI CANDRA
Tempat. Tanggal. Lahair : Gresik, 10 Agustus 1995
Tempat Sekolah : SMP NU – 1 Gresik
Nomom Induk : 4688
Anak ke- : 2
Hoby : Sepak bola dan membaca
Karya ilmiah yang perna diikuti: -
Orang tua :
a. Ayah : Moh. Hariadi
b. Ibu : Nani Martini
Alamat : Jl. Abdul Karim 9/ 48 Gresik
Telepon : 085731613711
3. Nama : MUHAMMAD HARISULHAQ
Tempat. Tanggal. Lahair : Gresik, 24 Juli 1995
Nomor Induk : 4693
Anak ke- : 4
Hoby : Sepak bola dan membaca
Karya ilmiah yang perna diikuti: -
Orang tua :
a. Ayah : H. ABD. ROHIM
b. Ibu : Hj. Ersiati
Alamat : JL. KH. Syafii Pongangan Krajan
Telepon : (031) 3950739/70072365
B. JURNAL PENELITIAN
NO JENIS PENELITIAN BULAN
FEBRUARI MARET APRIL
2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4
I. PERSIAPAN
1.1 Pemilihan Judul x
x
1.2 Pembelian alat dan bahan x
1.3 Persiapan alat dan bahan x
II. PELAKSANAAN
2.1 Pembuatan kerangka penelitian x
2.2 Pengembangan kerangka penelitian x
2.3 Proses penelitian/eksperimen x
2.3.1 Pembersihan wajah dengan air x
2.3.1 Pemberihan ramuan x
2.3.2 Pembersihan x
2.4 Pemantauan setiap hari setelah memakai ramuan x
2.5 Pendataan x
2.6 Pengolahan Data x
III. PENYELESAIAN
3.1 Pengetikan dalam bentuk KIR x
3.2 Revisi dan pengesahan x
3.3 Pengiriman x
Gresik, 23 Februari 2009
Guru Pembimbing Ketua Tim Peneliti
Nikmatun Sya’diyah, S.Pd. M. Fatkhul Arifian
Megetahui:
Kepala SMP NU -1 Gresik
Drs. H. Shohibul Umam
SURAT TUGAS
Nomor: 028/E.07/SMP NU-1/II/2009
Yang bertanda tangan dibawah ini kepala SMP NU – 1 Gresik menugaskan kepada :
N a m a : Nikmatun Sya’diyah, S.Pd.
NIP : 150 332 862
Jabatan : Guru BK
Untuk membimbing dan mendampingi siswa sebagai berikut:
1. M. FATKHUL ARIFIAN (kelas VIII A)
2. REZARIFANDA DWI CANDRA (kelas VIII A)
3. MUHAMMAD HARISULHAQ (kelas VIII A)
untuk melakukan Penelitian karya ilmiah dengan judul :
PENGARUH RAMUAN ASAM MUDA JAWA UNTUK MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA pada Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah Pemuda atau Remaja (LKKTIPR) yang diselengarakan oleh DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN GRESIK pada tahun 2009
Demikian surat tugas ini dibuat dan harap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.
Gresik, 19 Februari 2009
Kepala Sekolah,
Dra. H. Shohibul Umam
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN MA'ARIF NU
SMP NU – 1
TERAKREDITASI – A
Jalan : KH. Hasyim Asy'ari No. 13 – 15 Telp. 031-3972703 Fax. 3972703 Gresik
SURAT KETERANGAN
No. : 029/E.07/SMP NU-1/IV/2009
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Drs. H. Shohibul Umam
Jabatan : Kepala SMP NU-1 Gresik
Alamat : Jalan KH Hasyim Asy’ari 13-15 Gresik
Dengan ini menerangkan bahwa siswa-siswa tersebut di bawah ini :
NO. NO. INDUK TEMPAT/TGL. LAHIR NAMA KELAS
1.
2.
3.
4664
4688
4693
Gresik, 05 Januari 1995
Gresik, 10 Agustus 1995
Gresik, 24 Juli 1994
M. FATKHUL ARIFIAN
REZA RIFANDA DWI CANDRA
MUHAMMAD HARISULHAQ
VIII A
VIII A
VIII A
benar-benar siswa SMP NU-1 Gresik Tahun Pelajaran 2008-2009 telah mengikuti lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat SMP se-Kabupaten Gresik dengan judul PENGARUH RAMUAN ASAM MUDA JAWA UNTUK MEMBERSIHKAN JERAWAT PADA MASA REMAJA
Demikian surat keterangan ini kami buat. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Gresik, 20 April 2009
Kepala SMP NU-1 Gresik
Drs.H. SHOHIBUL UMAM
Langganan:
Komentar (Atom)

