
Yth. Bapak Bupati
K.H. Robah Maksum
Di Tempat
Assalamu’alaikum
Bismilahirohmanirohim, dengan menyebut nama-Mu yang maha Pengasih dan Penyayang. Sholawat dan Salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Rosullullah Muhammad SAW. Saya bangga menjadi anak Indonesia yang dilahirkan di kota Gresik. Kebanggaan saya berawal dari ketika diajak jalan-jalan oleh ayah ke kota. Saya tidak tahu persis di mana saya di ajak yang saya tahu tempat itu indah dan membuat kerasan di tempat itu. Keindahan alaun-alun, kebersihan sepanjang jalan kota dan beberapa tempat yang lain. Bahkan saya diajak jalan-jalan berkunjung ke teman dan saudara yang berada di desa dan kecamatan lain benar-benar berubah kata ayah. Ayah mengatakan dulu antar desa sangat sulit dilewati dan memerlukan waktu yang lama. Dulu becek berlumpur, terjal berbatu serta bergelombang tidak nyaman dilewati kini semua tinggal cerita. Keadaan kini sungguh berubah dan semakin maju. Jalan yang rata berpaving di masing-masing RT, dusun, dan desa serta menyambungkan antar dusun, desa membuat interaksi masyarakat semakin ringan dan dekat. Saya perna membaca di papan reklame yang ada di jalan kota Gresik berbunyi ” Membangun Desa Menata Kota” saya menanyakan ke ayah apa artinya. Ayah dengan sabar menjawab pertanyaan saya sambil menyetir sepeda motor melewati jalan-jalan kota dan dilanjutkan ketika sampai tujuan. Kata ayah membagun desa itu wujud nyatanya adalah pembangunan jalan-jalan yang ada di pelosok-pelosok desa yang berada di wilaya Kabupaten Gresik. Kemudian menata kota artinya keadaan kota yang sudah bagus dan tampak indah hanya diperbaiki supaya tetap indah dan semakin menawan.
Di tengah perjalanan melewati kota Gresik menuju ke alun-alun dan beberapa tempat menuju ke Makam Sunan Giri dan Sunan Malik Ibrahim saya sebenarnya ingin langusung bertanya kepada ayah mengapa di pohon-pohon banyak ditempel gambar foto orang yang berbeda. Saya pun senang karena membuat suasana kota semakin ramai dan semarak.
Tetapi ada yang tidak enak dalam hati saya melihat beberapa gambar yang dicorat-coret dan dirusak di bagian muka. Dalam hati bertanya mengapa? Di selah istirahat di makam setelah berziarah saya tanyakan ke ayah tentang gambar-gambar itu. Ayah menjelaskan bahwa ada Pilkada. Apa pilkada itu? Saya tanyakan ke ayah lagi. Pilkada itu pemilihan kepala daerah. Ayah menjelaskan lagi bahwa pilkada itu pemilihan kepala daerah Kabupaten Gresik yang dilaksanakan pada bulan Maret tahun ini. Sedangkan gambar-gambar yang ada di jalan itu adalah orang-orang yang mencalonkan diri menjadi bupati peiode selanjutnya. ”Siapa yang pantas menjadi bupati?” sela saya. Ayah melanjutkan penjalasan menjawab pertanyaan saya. Menjadi bupati itu tidak ringan. Pekerjaannya banyak. Tanggung jawabnya berat. Pekerjaan bupati diawasi dan diatur. Kalaupun ternyata ada yang mencalonkan itu harus di lihat dulu apa tujuan atau niatnya. Gresik sebagai kota religi, maritim dan industri sangat menjajikan untuk berkembang dan maju dibanding kota lain. Di saat aya melaksanakan sholat di masjid saya bemain-main dengan adik dan ibu di taman kota. Saya berfikir sejenak mengingat-ingat penjelasan ayah. Saya mengharapkan kota wali ini menjadi kota yang lebih maju, terkenal dan menjadi contoh dari kota lain. Semua itu akan terwujud apabila kota ini dipimpin oleh seorang bupati yang pintar dan mengerti. Pintar melihat apa saja yang harus dilakukan, diperbaiki, dan di bangun. Pintar dalam mengatur, memberikan kebijakan yang bermanfaat dan menimbulkan dampak lebih baik. Pintar dalam memberi contoh atau teladan dalam bersikap dan berkata-kata. Menyejukkan hati apabila berbicara. Menjadi harapan oleh semua orang. Menjadi lilin bagi orang yang berada pada kegelapan, artinya pemimpin atau bupati kita nanti harus menjadi tempat kita bertanya untuk menunjukkan jalan yang benar. Bupati yang mau dan peduli terhadap pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa melaui kebijakanya. Memberikan tongkat pada orang yang membutuhkan, artinya bupati yang loman dan mengerti kondisi warga dan bemberi bantuan yang nyata. Dan terpenting setiap nafas, detak jantung, serta langkah kakinya untuk kemakmuran rakyatnya, artinya bupati harus berada di mana-mana. Di pelosok desa pun bupati harus dekat dengan warga. Tidak boleh berpikir seratus kali apabila ada undangan ke pelosok desa.
Kriteria kedua adalah benar. Benar ini mengadung maksud apa yang dilakukan sesuai dengan lmu dan amaliahnya. Memberikan kebijakan harus memikirkan dampak dan solusinya. Bukan untuk diri dan keluarganya saya melainkan untuk kepentingan warganya.
Jangan mengikuti dalil ”aji mumpung” mumpung berkuasa ambil semua yang bisa masukkan kantong saku jangan ada yang tersisa. Mumpung menjabat, sanak saudara beromba memanfaatkan.
Saya inginkan Gresik mempunyai tempat wisata yang benar-benar diperhitungkan sehingga saya dan keluarga saya tidak perlu jauh-jauh ke kota lain. Saya punya usul untuk bupati bagaimana kalau waduk yang luas di dekat terminal disulap jadi tempat wisata yang moderan dan lengkap. Kota ini mempunyai tempat pendidikan yang maju dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Yang membuat saya tidak suka adalah melihat sampah di sepanjang jalan kota dan di tempat parkir maupun lingkungan makam wali. Malu dengan peziara dari kota lain.
Siapa pun orangnya dari unsur mana saja bupati Gresik harus seperti yang saya sampaikan di atas. Bupati Gresik Harapaku, wujudkan cita-cita kami, warga Gresik yang rindu kebersamaan, kedamaian, ketenangan, dan kemakmuran.
Demikian sedikit yang dapat saya tuliskan. Semoga bermanfaat untuk kemajuan kota Pudak dan kota Krawu tercinta.
Wassalam.
Dari:
NIFIAH PRATIWI
Alamat: SD Negeri Boboh Kec. Menganti Kab. Gresik Telepon(031)7990581
Alamat Rumah: Dusun Gantang RT. 04 RW II Desa Boboh – Menganti Kab. Gresik Telepon: (031) 71304496
Tidak ada komentar:
Posting Komentar